Menyusul peringatan untuk berhati-hati dalam penggunaan Samsung Galaxy Note 7 oleh Federal Aviation Administration AS, Kementerian Transportasi AS (TSA) pada Kamis (15/9/2016) secara resmi melarang setiap penumpang untuk membawa ponsel tersebut ke dalam pesawat. Kecuali bagi mereka yang menjamin tidak menyalakan ponsel dan tidak melakukan pengisian daya baterai selama penerbangan.

Mengingat akhir-akhir ini sering terjadi insiden kebakaran saat pengisian daya baterai dari ponsel Samsung Galaxy Note 7, maka FAA pada pekan lalu mengeluarkan peringatan kepada penumpang pesawat yang menggunakan ponsel Samsung Galaxy Note 7 untuk tidak menyalakan ponsel dan melakukan pengisian daya selama penerbangan.

Selain itu, FAA juga tidak mengijinkan penumpang menaruh ponsel termaksud dalam kopor yang dibagasikan. Meskipun beberapa perusahaan penerbangan internasional sudah mengeluarkan larangan penggunaan ponsel termaksud oleh penumpang selama penerbangan, tetapi FAA tidak langsung melarang penumpang membawanya naik pesawat.

Menurut Associated Press bahwa Kementerian Transportasi AS mengeluarkan larangan ini untuk menindaklanjuti peringatan FAA pekan lalu tentang keamanan dari ponsel Galaxy Note 7.

TSA meminta penumpang untuk mematikan seluruh aplikasi yang memungkinkan ponsel menjadi aktif tanpa disengaja, seperti alarm dan lainnya. Pada saat yang sama, penumpang harus bisa memastikan bahwa saklar daya tidak akan menyala untuk mencegah ponsel menyala tanpa disengaja. Ponsel pun harus disimpan dalan saku atau dalam tas bawaan, tidak diperkenankan untuk diletakkan dalam kopor yang dibagasikan.

Menteri Transportasi AS Anthony Foxx dalam sebuah pernyataannya menyebutkan, jika ada penumpang yang naik pesawat dengan membawa ponsel tipe yang sudah ditarik ini, maka yang bersangkutan perlu mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan adanya penanganan yang aman.

Sejumlah perusahaan penerbangan internasional seperti Qantas, Jetstar, Virgin Australia sudah mengeluarkan larangan penggunaan Note 7 dalam penerbangan. Setelah itu ada beberapa perusahaan penerbangan juga mengikuti jejak mereka, termasuk ketiga perusahaan penerbangan besar AS seperti American Airlines, Delta Air Lines, United Airlines yang akan terus menerus mengingatkan penumpang untuk tidak menyalakan dan atau mengisi daya baterai posen Note 7 baik saat baru memasuki kabin pesawat, saat dalam penerbangan maupun sebelum penumpang turun di bandara tujuan.

Consumer Product Safety Commission (CPSC) AS pada Kamis (15/9/2016) mengumumkan, karena ponsel Samsung Galaxy Note 7 memiliki bahaya kebakaran yang berasal dari baterainya dan menimbulkan luka bakar kepada pembawanya, maka perusahaan Samsung secara resmi menarik kembali sekitar 1 juta unit ponsel tipe tersebut yang sudah beredar di pasar AS.

Penelitian oleh komisi ini menemukan 92 kasus kecelakaan yang terjadi di AS akibat dari overheating baterai ponsel Galaxy Note 7. 26 di antaranya menyebabkan luka bakar, 55 kasus menimbulkan kerugian harta termasuk kebakaran mobil, garasi mobil dan lainnya.

Seminggu yang lalu, perusahaan Samsung mengumumkan penghentian penjualan ponsel tipe Note 7 dan menarik sekitar 2.5 juta ponsel tersebut dari 10 negara dengan alasan sudah terjadi puluhan kasus kegagalan baterai yang disebabkan oleh ledakan dan atau kebakaran saat konsumen melakukan pengisian daya baterai ponsel tersebut. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular