Bank sentral terus mengucurkan dana? Jangan main-main lagi, langkah ini sudah melewati batas! Ketika pasar di samping real estate tidak ada permintaan kredit baru, dan ketika semua manabung uang tunai, cara ini sudah tidak bisa dipakai.

Pada saat ini, Tiongkok mengekspor deflasi, menciptakan inflasi sendiri, ini adalah satu-satunya cara untuk mengatasi jebakan likuiditas, yaitu pada tingkat manajemen terus meningkatkan devaluasi!

Devaluasi ada banyak cara, yang paling klasik adalah bank sentral secara langsung membeli obligasi pemerintah, ini juga pasif, karena dalam kondisi perusahaan terus mengalami kebangkrutan, situasi nilai tukar semakin tinggi akan semakin serius. Karena tahun lalu ketika RMB devaluasi, skala deposit RMB di luar Tiongkok yang terlihat, mengabaikan nilai tukar dan tahun ini stabil dan terus menyusut, ini menunjukkan kemungkinan adanya guncangan nilai tukar baru pada masa depan.

Dan RMB dalam negeri terus berdampak pada real estate, ini juga membuktikan orang enggan memegang RMB. Ketika baik di dalam maupun di luar Tiongkok orang-orang enggan memegang RMB, maka perlu devaluasi. Pada saat ini hanya ada satu jalan bagi Bank Sentral, yaitu: melalui devaluasi mendorong inflasi untuk meringankan masalah utang untuk meringankan tekanan devaluasi dan mengurangi perangkap tekanan likuiditas, bersamaan mengekspor deflasi.

Begitu juga, sebelumnya penulis terus menekankan kembali suatu konsep, bahwa pada masa depan tidak ada hubungan antara inflasi dan permintaan, tapi terbawa oleh nilai tukar (waktu peledakan mungkin sedikit berbeda). Tidak ada inflasi namun menuju deflasi, dalam perangkap likuiditas semakin terperosok ke dalam.

Itu akan tergantung pada peledakan utang besar sistem perbankan, ini akan membawa peledakan secara bersama antara real estate, bank bayangan, utang perusahaan, utang lokal, mekanisme hipotek Bank Umum Tiongkok akan hancur. Kredibilitsd RMB benar-benar akan hilang – siapa pun tidak bisa menghadapi “efek kembang api” seperti ini!

Oleh sebab itu, Soros baru-baru ini menekankan, sekarang banyak orang percaya bahwa tingkat inflasi AS akan kembali naik, “tapi yang saya lebih khawatir adalah bahwa Tiongkok akan mengekspor deflasi ke AS dan perekonomian dunia.”

Dalam mata Soros, seluruh dunia akan jatuh ke dalam krisis deflasi, “semua harga akan jatuh.” Dalam menghadapi situasi “seluruh dunia menuju ke dalam krisis deflasi.”

Dana Soros pada kuartal kedua tidak hanya akan melakukan short selling saham Amerika, dan juga akan memangkas kas pada kuartal pertama, akan ada posisi dana emas yang memiliki efek “anti-inflasi” turun secara substansial. Artinya, yang terlihat oleh Soros, dikhawatirkan adalah situasi baru seluruh dunia yang tanpa permintaan, harga semua barang jatuh.

Penyulut api dari situasi ini adalah karena lonjatan devaluasi Renminbi (atau depresiasi cepat) – tentu saja, itu adalah pandangan Soros, kita tidak mengatakannya demikian.

Tiongkok dan dunia, mungkin satu sisi adalah bara api, satu sisi adalah air laut.

Tapi karena hal tersebut sudah dapat menentukan bear market (trend menurun) emas Amerika Serikat?

Saya pikir sulit, karena ekonomi AS sekarang ditentukan oleh konsumsi, tergantung pada harga, tren inflasi telah terbentuk. Dalam kenaikan suku bunga sikap Yellen tidak jelas, juga khawatir di masa depan mungkin Tiongkok akan mengeksport tekanan deflasi. The Fed kini berada dalam mode manajemen krisis, di bawah mode krisis, emas sulit untuk kembali ke bear market lagi.

Pada periode ini, jika dilakukan scaling out, dengan greenbacks (uang kertas) lebih masuk akal, ini sudah sangat berbeda dengan ketika kuartal pertama tahun ini, ketika itu scaling out emas adalah wajar. Hari ini greenbacks lebih masuk akal, bersumber dari jika Eropa Amerika dan seluruh dunia kecuali Tiongkok jatuh ke dalam deflasi skala besar, ini berarti bahwa semua harga Eropa dan Amerika akan jatuh, preferensi dana global adalah uang kertas (oleh sebab itu penulis terus mengatakan bahwa dolar us masa depan adalah dolar us krisis).

Walaupun emas akan naik selama krisis terjadi (krisis membutuhkan lindung nilai atau hedging), tapi akan memperoleh tekanan dari dolar yang kuat (seperti nilai emas RMB, itu adalah masalah lain).

Jika Tiongkok membuka mata uang nilai tukar mengambang atau mempercepat pintu devaluasi, maka akan menjadi black swan (muncul secara mengejutkan dan berpengaruh besar) di dunia!

Dan dasar mekanisme hipotek bank Tiongkok, Tiongkok tidak akan pernah mengizinkan deflasi atau juga tidak mengizinkan jebakan likuiditas terus terperosok, yang berarti bahwa cepat atau lambat black swan akan dimunculkan. Dunia saat ini sudah sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, permintaan tidak meningkat, inflasi Eropa dan Jepang berkisar di sekitar nol, setelah black swan terbang, akan menyebabkan permintaan tiba-tiba menghilang, berbagai nilai aset terbuka tanpa batas, jatuh terus ibarat air terjun.

Jadi, yang terlihat oleh Soros, mungkin itu benar-benar adalah babak baru dunia yang tanpa permintaan dan segala sesuatu terus jatuh. (secretchina.com/lim/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular