Dalam mengeksplorasi ruang angkasa yang berlangsung selama lebih dari empat dekade, lebih dari 400 astronot atau kosmonot dari berbagai negara pernah melakukan misi di luar angkasa.

Selama misi tersebut, banyak hal-hal ganjil atau sensasi dan fantasi yang mereka alami sendiri yang tidak diketahui orang-orang di bumi, banyak dari mereka menyimpan hal-hal ganjil yang dialami itu ke dalam logbook mereka, tapi mereka menolak mengungkapkannya ke publik, karena hal-hal ganjil yang dialami itu diluar jangkauan kognisi manusia. Selain itu, mereka juga takut akan dianggap gila bila diungkapkan ke publik.

Adalah profesor Kyrill Pavlovič Butusov (transliterasi-red) yang memiliki hobi khusus terhadap kehidupan para astronot ini, dimana setelah berusaha selama bertahun-tahun lamanya, akhirnya berhasil mengumpulkan sejumlah besar data tentang hal-hal ganjil yang dialami para astronot di luar angkasa, informasi-informasi ini bisa membantu kita secara lebih baik memahami perjalanan/penerbangan dan eksplorasi hal-hal yang belum diketahui manusia di ruang angkasa.

Ilusi Pertama, Melihat Sosok Makhluk Besar di Ruang Angkasa.

Ketika melintasi langit Tibet dari atas orbit di luar angkasa, astronot Amerika Gordon Cooper bisa melihat suatu objek berupa rumah dan bentuk bangunan lain dengan sepasang matanya. Umumnya, objek-objek ini tidak bisa diidentifikasi lagi pada jarak 300 km. Sementara itu, astronot Rusia Vitaly Sevastyan juga mengonfirmasikan bahwa dari atas orbit di luar angkasa, dia juga melihat resor Sochi, sebuah kota kecil di pinggir Laut Hitam, Rusia.

“Saya melihat dengan jelas pelabuhan dan rumah dua lantai,” katanya.

Sedangkan astronot Georgy Grechko memotret es yang mengambang di udara melalui jendela pesawat ruang angkasa. Terkadang, anda bisa melihat hal-hal yang aneh dari luar angkasa, misalnya kita tiba-tiba melihat sosok manusia ketika melintasi langit Mongolia, sosok berkepala, kostum militer, dan kaki dari objek itu semuanya tampak jelas terlihat. Bahkan Grechko dan rekan-rekannya memberi nama pada sosok itu dengan istilah “The Snowman.”

“Barangkali hamparan salju yang menciptakan objek raksasa ini,” kata Grechko.

Ilusi Kedua, Menjadi Makhluk Lain.

Astronot menjadi dinosaurus ini bukan sengaja untuk dibesar-besarkan, karena ini juga salah satu fenomena ganjil yang pernah dialami astronot selama dalam penerbangan di ruang angkasa. Pada 1995, astronot tester Sergei Krichevsky untuk pertama kalinya berbicara tentang hal ini dalam forum Human Ecology Research Institute, dan menurut penuturannya, lebih dari satu astronot mengalami perasaan yang sangat aneh ini.  Seseorang bisa secara tiba-tiba meninggalkan sifat kemanusiaannya, masuk ke dalam menjadi kondisi tertentu.

“Salah satu astronot mengatakan kepada saya, bahwa ia pernah dalam wujud dinosaurus! Dan ia juga merasakan berada di suatu planet, menyeberangi ngarai dan jurang. Ia menggambarkan dengan jelas tentang cakar, sisik, dan selaput di antara jari kakinya, dan bisa merasakan kulit di punggungnya itu seperti lapisan lilin (kutikula) yang berdiri tegak. Selain itu, beberapa astronot lain kadang merasakan diri mereka tiba-tiba berubah menjadi sosok orang lain, bahkan sosok alien,” kata Krichevsky.

 Ilusi Ketiga, Merespon Sosok Orang yang Tak Terlihat.

Terkadang saat dalam penerbangan di orbit ruang angkasa bisa menghasilkan “efek reaktif.” Pada saat tertentu, astronot tiba-tiba akan merasakan sesuatu yang tak terlihat sedang memandanginya dari belakang dengan tatapan kaku. Kemudian, objek yang “tak terlihat” ini bisa dengan sendirinya akan membuat anda memahaminya, seberkas suara sayup-sayup akan berdendang di telinga anda, dengan materi pembicaraan yang langsung meresap ke dalam kesadaran anda.

Agar lebih meyakinkan astronot, “suara” ini selalu mengungkapkan beberapa hal kecil dalam keluarga astronot, sebagian besar hal-hal ini berhubungan dengan pendahulu keluarga. Lantas, siapa yang berbisik kepadanya dari tempat yang sedemikian jauhnya di atas angkasa bumi ?

Informasi ini dibeberkan salah satu kosmonot Rusia kepada profesor Butusov, tapi kosmonot ini tidak bersedia mengungkapkan namanya. Ada yang beranggapan, bahwa “bisikan di ruang angkasa” itu adalah hasil karya dari peradaban alien, mereka menggunakan hipnotis, membuat manusia yakin dengan eksistensi mereka melalui alam kesadaran dan bawah sadar, dan mengusir manusia agar pergi dari dunia yang telah menjadi milik mereka. Sejak itu, profesor Butusov menark satu kesimpulan, bahwa mereka (alien) telah lama mengetahui manusia bumi, dan  memahaminya dengan sangat jelas.

Ilusi Keempat, Halusinasi Pendengaran yang Membingungkan.

Astronot kerap mendengar suara-suara yang misterius saat berada di ruang angkasa, padahal seharusnya sunyi senyap. Kosmonot Rusia Vladikavkaz Volkov sebelumnya pernah dengan penuh semangat menjelaskan suara yang misterius di ruang angkasa ini.

“Kegelapan bumi melesat dari bawah tanah, tiba-tiba terdengar lolongan anjing dari kegelapan. Saya terkejut, bukankah itu suara/lolongan Laika (nama anjing pertama dalam eksprimen ruang angkasa, tewas saat mengorbit) ? kemudian sunyi senyap, lalu terdengar lagi dengan jelas suara tangisan bayi dan suara-suara lain.” Semua keanehan ini tidak bisa dijelaskan, tapi sensasinya sangat nyata!” jelas Volkov.

Menurut astronot tester Sergei Krichevsky, kita harus sungguh-sungguh meneliti hal-hal misterius seperti yang di alami oleh para astronot di atas ketika sedang menjalani misi di ruang angkasa. Penelitian ini tidak hanya bermanfaat untuk keselamatan penerbangan ruang angkasa, barangkali juga dapat menyingkap tabir misterius jagad raya. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular