TANGERANG SELATAN –Tim Satuan Tugas Pemberantasan Obat dan Makanan ilegal yang terdiri dari Badan POM dalam hal ini Balai POM di Serang bersama Polda Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi Banten, dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menyegel pabrik makanan bayi dengan merek Bebiluck, yang diproduksi PT Hassana Boga Sejahtera, Kamis (15/9/2016).

Pabrik yang beralamat di Kawasan Pergudangan  Multiguna Taman Tekno 2 Blok L2 no.35 BSD Tangerang Selatan. BPOM menegaskan produsen tersebut tidak memiliki izin edar dari Badan POM yang artinya bahwa produk tersebut belum melalui proses evaluasi keamanan, mutu, dan gizi, sehingga sangat berisiko terhadap kesehatan.

Kepala BPOM, Peny Lukito mengatakan sebagai target konsumen bayi dan anak yang tergolong rentan dan produk juga termasuk golongan risiko tinggi, maka wajib memiliki izin edar dari Badan POM (MD/ML) untuk menjamin keamanan, mutu dan gizi produk bukan dengan izin edar PIRT.

Peny menegaskan Badan POM dalam kebijakannnya selalu melakukan pembinaan, pendampingan dan kebijakan yang berpihak kepada UMKM. Langkah ini dilaukan agar produk yang dihasilkan memenuhi kriteria keamanan, mutu, dan gizi.  Termasuk melakukan pendampingan untuk proses pendaftaran pangan di Badan POM.

Namun demikian, kata Peny, demi perlindungan masyarakat, pelanggaran dan perlakuan yang berisiko terhadap kesehatan konsumen, Badan POM perlu mengambil tindakan tegas. Badan POM mengimbau kepada para pelaku usaha agar tidak memproduksi dan/atau mengedarkan Obat dan Makanan ilegal/ tanpa izin edar. Badan POM juga mengimbau kepada masyarakat  jika mencurigai adanya praktik produksi dan peredaran Obat dan Makanan ilegal.

“Kami  mohon untuk pelaku industri di mana pun untuk bisa memenuhi ketentuan yang ada,” kata Penny.

BPOM menyampaikan produsen makanan bayi ini yang semula beralamat di Jl. Sunan Giri No.76 Pondok Pecung Tangerang ini telah diperiksa Badan POM pada bulan Mei 2015 dengan hasil hygiene sanitasi sarana jelek. Produk menggunakan nomor PIRT tidak sesuai dengan izin yang diberikan. Balai POM di Serang telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk melakukan pembinaan, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir.

Pada bulan Maret 2016 Pemda Kota Tangerang, dalam hal ini Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kota Tangerang mencabut izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) Bebiluck atas nama CV Hassana Babyfood Sejahtera.

Saat dilakukan pemeriksaan dan penindakan, pabrik sedang dalam proses produksi dan terdapat beberapa produk siap kirim. Produk yang diproduksi adalah makanan bayi jenis bubur sebanyak 12 varian), puding, dan 6 menu produk makanan bayi lainnya, yang seluruhnya mencantumkan nomor izin PIRT yang sudah tidak berlaku. Omset pabrik tersebut setiap bulannya mencapai Rp. 1.3 miliar.

Sementara Direktur Utama PT Hassana Boga Sejahtera, Lutfil Hakim dalam keterangannya mengatakan pihaknya selalu menjaga mutu dan kualitas produk yang mereka hasilkan. Tak hanya itu produk yang mereka pasarkan ini sudah mendapatkan sertifikat dari lembaga independen Tuv Nord.

Sertifikat lainnya yang diperoleh dari produsen makanan bayi ini adalah sertifikat halal dari LPPOM MUI. Bebiluck juga membantah produk mereka mengandung E.coli dan Coliform dikarenakan berdasarkan uji lab Tuv Nord hasilnya negatif.

Namun demikian, Lutfil mengakui bahwa pihaknya belum memiliki izin edar atau merek dagang dari Badan POM Banten. Namun demikian, pihaknya masih terkendala dengan surat Izin Usaha Industri dari BP2T Tangerang Selatan yang hingga kini tak kunjung mengeluarkan surat. Menurut dia, permohonan izin ini disampaikan tak lama setelah sebelumnya berproduksi di perumahan ke kawasan industri.

“Kami sangat kooperatif dengan kehadiran BPOM Banten, perizinan kami terhambat dengan BP2T Tangsel yang menghambat pendaftaran merek kami ke BPOM Banten,” kata Lutfil. (asr)

Share

Video Popular