KTT G20 Hangzhou, ketika Presiden AS Barack Obama tiba di Hangzhou, Tiongkok telah terjadi situasi diluar dugaan serta serangkaian perselisihan. Menjelang KTT, Kedutaan Partai Komunis Tiongkok/ PKT di Kyrgyzstan mengalami serangan bunuh diri.

Sebelum dan sesudah KTT G20, rezim Korea Utara Kim Jong-un meluncurkan rudal secara berturut-turut dan melakukan uji coba nuklir yang ke lima. Peristiwa-peristiwa itu terjadi pada saat yang sensitif, banyak sekali hal yang meragukan. Reaksi kubu Xi terhadap insiden-insiden itu juga nampak tidak lazim, hal itu merefleksikan bahwa di balik semua peristiwa itu melibatkan serangan balik dan unsur mengacaukan dari kubu Jiang Zemin dalam keputus-asaannya.

Uji coba nuklir Korea Utara berskala terbesar selama ini

Menjelang dan setelah KTT G20, rezim Korut Kim Jong-un berturut-turut meluncurkan rudal, lalu juga melakukan uji coba nuklir kelima, sekaligus mencerminkan provokasi Group Jiang Zemin berniat mengacaukan situasi terhadap pemerintahan Xi yang sedang melakukan kegiatan diplomatik penting.

Pada 5 September, ketika KTT G20 Hangzhou sedang memasuki hari kedua, Korea Utara meluncurkan tiga buah rudal ke arah laut lepas di sebelah barat pulau Hokkaido Jepang. “Pusat Perhatian” KTT G20 jadi direbut oleh Korea Utara. Pada 9 September pagi hari, lembaga multinasional mendeteksi gelombang gempa 5,3 skala Richter di timur laut Korea Utara, diduga bahwa Korea Utara sedang melakukan uji coba nuklir.

Pihak resmi Korea Utara pada pukul 13:30 memberikan pernyataan terbuka telah “sukses” melakukan uji coba nuklir kelima. Terhadap hal tersebut, dua negara Jepang dan Korea Selatan mengecam dengan keras, serta bergabung dengan Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman nuklir Korea Utara. Dewan Keamanan PBB juga diminta mengadakan pertemuan darurat.

Lembaga penelitian terkait AS dan pihak militer Korea Selatan menilai, dilihat dari kekuatan gempa 5,3 skala Richter, kekuatan ledak bom atom itu setara dengan 10 hingga 30 ribu ton TNT, adalah uji coba nuklir berskala terbesar hingga saat ini, menunjukkan bahwa kemampuan nuklir Korea Utara ada peningkatan. Pada Januari tahun ini uji coba nuklir Korea Utara diperkirakan kekuatan ledaknya hanya setara 6000 ton TNT.

Pada 5 September, ketika Xi Jinping bertemu dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dan bertukar pandang tentang situasi di semenanjung Korea. Xi Jinping menyatakan bahwa “Pihak Tiongkok selalu berkomitmen untuk merealisasikan tujuan denuklirisasi semenanjung demi menjaga perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea. Pada akhirnya masalah semenanjung harus diselesaikan melalui dialog dan konsultasi.”

Baru saja Xi Jinping selesai berbicara, Korea Utara berturut-turut meluncurkan rudal dan melakukan uji coba nuklir yang kelima, sangat jelas sekali memprovokasi pernyataan dan komitmen Xi kepada Obama dan Park Geun-hye tentang permasalahan semenanjung Korea.

Sebelum ini rezim marga Kim Korut selalu dikendalikan oleh PKT faksi Jiang, hubungan erat pejabat-pejabat penting faksi Jiang dan Korut seperti Zhau Yongkang, Zeng Qinghong, Zhang Dejiang, Liu Yunshan dan yang lain terus-menerus diungkap ke publik. Beberapa laporan dan analisa semuanya mengarah pada keterlibatan pejabat penting Group Jiang Zemin dalam perkembangan nuklir Korea Utara. ‘Timing’ setiap kali Korea Utara melakukan uji coba nuklir, semuanya berhubungan erat dengan progres perseteruan politik antara kubu Hu (Hu Jintao, mantan kepala negara RRT sebelum Xi Jinping) dan Xi dengan Group Jiang Zemin.

ezim marga Kim Korea Utara sering bekerja sama dengan Group Jiang Zemin dalam menciptakan insiden diplomatik, mereka berturut-turut mengintimidasi dan menelikung pemerintahan Hu Jintao (2002-2012) dan Xi Jinping (sejak akhir 2012).

Sejak Xi Jinping berkuasa, terus memberantas Group KKN Jiang Zemin, bersamaan juga mengubah kebijakan terhadap Korea Utara. Dalam menghadapi permasalahan Korea Utara Xi merentangkan interaksi dan berkolaborasi dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan. Awal tahun ini, kedua belah pihak RRT-AS mencapai kesepakatan besama dalam masalah memperkuat sanksi terhadap Korea Utara oleh Dewan Keamanan PBB.

Selama KTT G20 berlangsung, ketika Xi Jinping berdialog dengan Obama telah menyinggung masalah hak asasi manusia dan “kebebasan beragama dan berkepercayaan” serta topik-topik lain. Setelah pertemuan Xi dan Obama itu, media “Washington freedom Lighthouse” AS sekali lagi melaporkan insiden Wang Lijun, Yu Zhengsheng selaku anggota Komite Tetap Politbiro PKT dari kubu Xi langsung merespon sesuai dengan sikap Xi Jinping terhadap agama.

Sinyal politik yang dilepaskan oleh kedua belah pihak membuat orang mencermati pertemuan Xi dan Obama itu dan mungkin akan terkait dengan inti kejahatan Jiang Zemin yakni masalah perampasan organ praktisi Falun Gong secara hidup dan masalah penindasan Falun Gong.

Perlu diketahui pada 13 Juni 2016, DPR AS dengan suara bulat mengesahkan resolusi nomor 343, yang isinya menuntut PKT segera menghentikan perampasan organ para tahanan nurani termasuk praktisi Falun Gong dan menuntut segera menghentikan penindasan terhadap Falun Gong.

Setelah itu, kedua belah kubu Xi dan Jiang bertikai dengan sengit dalam permasalahan sekitar pengambilan organ secara hidup dan penganiayaan terhadap Falun Gong. Saat ini, pementasan drama akhir pertikaian Xi dan Jiang dalam situasi politik Tiongkok telah dimulai dan sudah mendekati episode terakhir. (Xie Tianqi/lin/whs/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular