JAKARTA – Sejumlah pimpinan lembaga negara akhirnya pernah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara suap dan korupsi. Daftar terakhir KPK menangkap Ketua DPD RI Irman Gusman dalam operasi tangkap tangan setelah menerima suap sebesar Rp 100 juta dalam kasus impor gula pada Jumat (16/9/2016) malam.

Berikut daftar pimpinan lembaga negara ditangkap KPK :

Irman Gusman

Penyidik KPK menangkap Irman Gusman di rumah dinasnya di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan Jumat (16/9/2016) dengan barang bukti uang suap Rp 100 juta yang diambil dari kamar tidur Irman Gusman.

KPK kemudian menetapkan Irman Gusman sebagai tersangka, Sabtu (16/92016).  sebagai penerima suap dengan disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Irman dikenal sebagai penggagas Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dia sudah terpilih sebagai anggota DPD selama tiga periode dari Provinsi Sumatera Barat. Sebelumnya dia menjabat sebagai Ketua DPD RI periode 2009-2014. Pada Periode 2014-2019, Irman kembali terpilih sebagai Ketua DPD RI periode ketiga.

Akil Mochtar       

Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) pada 2013 lalu ditangkap oleh KPK pada Rabu, 2 Oktober 2013, di rumah dinasnya di Jakarta terkait dugaan menerima suap dalam penanganan gugatan pemilukada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Kabupaten Lebak, Banten.

Atas kasus ini Akil Mochtar divonis penjara selama umur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor. Putusan Hakim menyatakan Akil terbukti menerima suap terkait empat sengketa pilkada  yaitu Pilkada Kabupaten Gunung Mas sebesar Rp 3 miliar, Kalimantan Tengah sebesar Rp 3 miliar, Pilkada Lebak di Banten Rp 1 miliar, Pilkada Empat Lawang Rp 10 miliar dan 500.000 dollar AS dan Pilkada Kota Palembang Rp 3 miliar. Walaupun mengajukan kasasi, namun gugatan Akil Mochtar ditolak oleh MA.

M.Iqbal

KPK menangkap anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Mohamamd Iqbal di Hotel Aryaduta, Jakarta (16/9/2008). KPK juga menyita barang bukti di koper dengan jumlah uang Rp 500 juta. Pada saat bersamaan KPK juga menangkap Presdir PT First Media Tbk, anak usaha Grup Lippo, Billy Sondoro.

Iqbal adalah sebagai ketua KPPU periode Juni 2001 sampai Juni 2002. Dia dikenal sebagai ahli koperasi terkemuka di Indonesia. Sejak tahun 1979, Iqbal telah berkecimpung di bidang perkoperasian, dia sebelumnya juga menjabat sebagai anggota MPR periode 1999-2004. Iqbal divonis penjara selama 4,5 tahun.

Irawady Joenoes

KPK menangkap anggota Komisi Yudisial (KY) Irawady Joenoes di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, 26 September 2007.  Pada kasus penangkapan ini, barang bukti diamanakn KPK berjumlah 30.000 dolar AS dan Rp 600 juta dari bos PT Persada Sembada Freddy Santoso, pemilik tanah yang lahannya akan ditawarkan kepada KY.

Walaupun pada saat itu sempat heboh atas terjadinya jebakan terhadap Irawady, putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akhirnya menjatuhkan vonis penjara selama 8 tahun plus denda Rp 400 juta subsider 6 bulan terhadap Irawady. Walaupun sempat mengajukan banding dan hukuman dikorting menjadi 6 tahun selanjutnya vonis Irawady kembali dikuatkan MA menjadi 8 tahun.

Mulyana Wira Kusumah

Komisioner KPU periode 2001-2007 ini ditangkap anggota KPK saat hendak bertemu anggota BPK di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta Barat, Jumat malam 8 April 2005. Dalam operasi pengakapan ini, petugas KPK menemukan uang sebesar Rp 150 juta yang diduga untuk menyuap anggota BPK .

Mulyana divonis oleh majelis hakim dengan kurungan 2 tahun 7 bulan penjara dan mendapatkan pembebasan bersyarat pada 18 Agustus 2007 silam. Dalam kasus ini, dia disebut-sebut dijebak oleh auditor BPK Khairansyah Salman, yang terlibat korupsi Dana Abadi Umat dan Korupsi SKK Migas. Mulyana Kusuma meninggal dunia di Jakarta, Minggu 1 Desember 2013. (asr)

 

Share

Video Popular