Hampir semua orang pernah merasakan sakit kepala, dan banyak yang kerap mengatasinya dengan obat pereda rasa sakit. Namun, sebenarnya, sakit kepala ekstrim ini acapkali merupakan pertanda atau gejala awal dari penyakit serius, yang akan berakibat fatal jika penanganannya tertunda.

Saat sakit kepala menyerang jangan anggap sepele dan berpikir akan hilang sendiri dengan cara bertahan sejenak. Terutama beberapa jenis penyakit yang diawali dengan gejala berikut ini, dihimbau sebaiknya harus lebih berhati-hati.

1. Penyakit serebrovaskular akut

Cukup banyak manula yang menderita arteriosclerosis (pengerasan pembuluh nadi) dan tekanan darah tinggi, sehingga gejala sakit kepala yang menyertainya juga jauh lebih besar. Misalnya, Hemorrhagia cerebral (pendarahan dalam otak) itu gejala awalnya adalah sakit di kepala, terutama perdarahan subarachnoid (subarachnoid hemorrhage/SAH), yaitu perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak, yang dapat menyebabkan sakit kepala ekstrim, terasa seperti mau pecah.

Dan sakit kepala serius adalah satu-satunya manifestasi klinis ketika terjadi Ischemic Stroke (gangguan pasokan darah ke otak) yang disebabkan penyempitan/penyumbatan pembuluh darah otak. Sementara itu, gejala sakit kepala yang disebabkan tekanan darah tinggi pada umumnya itu hanya terasa pusing atau rasa nyeri di kepala seperti ditusuk, dan hanya pada saat terjadinya hipertensi akut atau hipertensi ensefalopati akan berkembang hingga sakit kepala yang tertahankan, serasa berat dan hendak pecah, dan tidak tertutup kemungkinan mengindikasikan stroke jika tekanan darah itu melonjak.

2. Aneurisma intrakranial (pelebaran atau menggelembungnya dinding pembuluh darah) atau malformasi pembuluh darah otak bawaan

Sebagian besar tumor ini adalah bawaan sejak lahir, biasanya bersembunyi di dasar tengkorak di kedalaman otak, jika tidak pecah, kebanyakan tidak akan terjadi sakit kepala juga tidak akan merusak saraf. Sebaliknya, jika pecah dan terjadi perdarahan, maka kondisi (penyakit) akan memburuk, dan pertama kali yang akan terjadi adalah tiba-tiba sakit kepala hebat, mual, muntah, kepala serasa mau pecah, selanjutnya pingsan atau koma. Apabila bisa sadar dalam satu dua hari kemudian, dan masih sakit kepala, maka saat demikian kelopak matanya aka terlihat turun/menggantung dan tidak dapat membuka dengan sempurna, gerakan mata tidak lincah, penglihatan melemah atau mengalami kebutaan.

3. Skull fractures (retak tengkorak) atau intracerebral hemorrhage (pendarahan di dalam otak)

Terjadinya sakit kepala pasca cedera kepala terutama dimanifestasikan dalam bentuk hilangnya kesadaran sementara, tapi akan segera sadar kembali, namun, setelah sadar sekitar 30 menit – 1 jam kemudian, serangan sakit  hebat itu akan terjadi lagi, bahkan disertai dengan muntah, gelisah tidak tenang dan membuat kegaduhan, selanjutnya secara berangsur-angsur hilang akal sehatnya.

4. Acute subdural hematoma (perdarahan subdural akut)

Ada pasien yang relatif lebih baik pemulihan kepalanya pasca cedera di kepalanya, namun, beberapa minggu –bulan kemudian, sakitnya tiba-tiba kambuh lagi, bahkan kerap disertai muntah, dan kadang-kadang penglihatan menjadi kabur, muncul gejala urinary incontinence (suatu kondisi tidak dapat mengontrol buang air kecil) atau bahkan kejang-kejang dan gejala lainnya, saat seperti ini, pada kedua sisi pupil akan terlihat beda (ukuran/besarnya tidak sama), dihimbau kepada pasien sebaiknya hati-hati.

5. Tumor intracranial (tumor otak)

Di antara sekian banyak penderita tumor otak, lebih dari 90%-nya memiliki gejala sakit kepala. Sakit kepala (penyakit) ini kerap terjadi antara jam empat atau lima pagi, biasanya terjaga oleh rasa sakit dalam keadaan tertidur nyenyak, namun, gejala (sakit) ini mungkin perlahan-lahan akan membaik atau bahkan lenyap sama sekali sekitar jam 8 – 9 pagi setelah bangun dan beraktivitas seperti biasa ; Selain sakit di pagi hari, biasanya disertai denga rasa mual, muntah, kejang, disfungsi neurologis fokal dan gejala lainnya. Dengan demikian, ketika penderita kerap mengalami sakit di kepala pada pagi hari, sebaiknya renungkan apakah ada kemungkinannya gejala-gejala ini merupakan tumor intracranial. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular