Kepolisian Bersenjata RRT pernah suatu masa dikuasai oleh Zhou Yongkang yang berkelompok dengan Bo Xilai dan Jiang Zemin untuk melakukan kudeta pada 2012. Media Hongkong mengungkapkan bahwa mantan Komandan Kepolisian Bersenjata, Wang Jianping ditangkap pihak berwenang untuk diperiksa atas 9 kesalahan besar yang dituduhkan kepadanya.

Paparan saat penangkapan Wang Jianping

Majalah Hongkong ‘Dongxiang’ September’16 memaparkan bahwa Wakil Ketua Komisi Militer Staf Gabungan yang juga mantan Komandan Kepolisian Bersenjata RRT Wang Jianping telah dibawa dari kediamannya oleh beberapa polisi khusus Oditur Militer pada 25 Agustus hampir pukul 22:00.

Ia adalah orang keempat yang ditangkap pihak berwenang menyusul Guo Boxiong, Xu Caihou, Tian Xiusi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di masa lalu. Adapun orang-orang yang ikut ditangkap bersamanya berjumlah 16 termasuk istrinya, sekretaris, mantan Direktur Kantor Kepolisian Bersenjata dan pengawal pribadinya. Seorang mantan sekretaris penting yang bermarga Jiang telah mengambil jalan pintas dengan pistol sebelum penangkapan dirinya.

Saat penangkapan, Kantor Oditur Militer mengirim 8 buah kendaraan yang masing-masing berisikan 7 orang petugas. Iringan kendaraan dikawal oleh 1 kendaraan jip militer yang berjalan di bagian paling depan dan 1 lagi di bagian paling belakang.

Beberapa polisi yang langsung masuk ke dalam ruang tamu kediamanan membuat Wang Jianping terkejut dan berdalih mau masuk ke dalam kamar tidur untuk mengambil mantel, Tetapi permintaannya itu ditolak oleh polisi khusus yang memintanya untuk mengdengarkar terlebih dahulu isi surat penangkapan yang akan dibacakan.

Wang sempat terdiam bingung selama 5 menit mendengarkan dan melihat sendiri isi surat penangkapan dirinya, sampai polisi khusus menegurnya ia baru sadar untuk menandatangani surat tersebut tetapi langsung jatuh lunglai di depan mereka.

Pada saat ia diapit 2 polisi masuk ke dalam kendaraan yang akan membawanya, dari mulut Wang keluar ucapan-ucapan yang tak terkendali, “Saya mengaku, saya orang keji”, “Saya berhubungan terlalu dekat dengan Zhou Yongkang, Lin Jihua”, “Saya sudah terlampau akrab dengan Guo Boxiong dan Xu Caihou.”

Wang Jianping dituduh melakukan 9 kesalahan besar

Menurut informasi yang dirilis oleh petinggi militer, Wang dituduh membuat 9 kesalahan besar.

Pertama, ia sudah lama berkomplot dengan Zhou Yongkang, Lin Jihua, Xu Caihou, Guo Boxiong dan bersama mereka  melakukan kegiatan yang ilegal dan melanggar Kedisiplinan.

Kedua, ia terlibat dalam intrik dengan perwira tinggi lainnya untuk membunuh Liu Yan, Zhang Yang  pada tahun 2010, 2011.

Ketiga, sejak ia diangkat menjadi Komandan Kepolisian Tiongkok tahun 2009 hingga Juli  2012, Wang menyalahgunakan wewenang, terlibat dalam jual – beli jabatan di instansi militer.

Keempat, ia tanpa ijin telah merambah 15 bidang tanah milik Kepolisian Bersenjata yang dijual kepada pihak lain, dari transaksi itu Wang meraup dana keuntungan mencapai lebih dari RMB 42 juta.

Kelima, setelah insiden penangkapan Zhou Yongkang, Lin Jihua, Xu Caihou dan Guo Boxiong, ia dengan alasan demi pengakuan dan pengungkapan, telah secara diam-diam menghilangkan bukti-bukti aktivitas yang relevan dengan kasus.

Keenam, Wang Jianping secara ilegal memiliki 48 pucuk senjata api dari berbagai jenis dan negara. Termasuk 25 set peralatan militer, lebih 1.200 butir peluru.

Ketujuh, ia pribadi dan istrinya memegang hak milik atas 15 unit bangunan perumahan yang tersebar di kota Beijing, Tianjin, Dalian, Shenyang, Nanjing, Zhuhai, Wuhan dan tempat-tempat lainnya.

Kedelapan, ia memiliki 11 rekening Bank dengan saldo sebesar RMB 14.7 juta yang sudah diblokir pihak berwenang. Selain itu ditemukan juga sejumlah uang kertas Dollar AS dan Euro dengan total nilai mencapai +/- RMB. 9.25 juta.

Kesembilan, ia memiliki 5 buku paspor yang berlainan nama serta 4 dokumen untuk perjalanan keluar masuk Hongkong dan Macau yang masing-masing juga menggunakan nama yang berbeda.

Wang sudah 3 Kali diwawancarai Komisi Kedisiplinan pada 2 tahun silam

Laporan mengutip ucapan sumber mengatakan bahwa pada awal 2014, Komisi Kedisiplinan dan Komisi Militer Pusat Tiongkok telah 3 kali mengajak Wang Jianping untuk berwawancara, dan mengingatkan Wang agar ia mengukir prestasi dengan inisiatifnya sendiri.

Menurut peraturan sedia kala Wang seharusnya tidak dimasukkan ke dalam daftar promosi jabatan, tetapi pada Desember 2013, ia dipindahkan dari jabatan Komandan Kepolisian Bersenjata menjadi Wakil Kepala Staf dan pada awal tahun ini ia dipromosi lagi untuk menjabat Wakil Ketua Komisi Militer Staf Gabungan. Namun demikian, ia juga tidak mampu untuk melepaskan diri dari nasib terkena interogasi Oditur Militer.

Laporan mengatakan, seorang perwira tinggi lainnya bernama Jia Yanan yang juga temasuk fraksi Jiang Zemin saat ini sedang menghadapi nasib tak jauh berbeda dengab Wang Jianping.

Wang Jianping diduga terlibat dalam usaha kudeta

Wang Jianping yang berusia 63 tahun pernah memangku jabatan Kepala Staf Gabungan, Wakil Komandan sampai Komandan Kepolisian Bersenjata mulai 2007 sampai ia kemudian dipindahkan pada tahun 2014. Wang dipromosi oleh Zhou Yongkang yang pada saat itu adalah Sekretaris Komite Politik dan Hukum PKT juga mengepalai Kepolisian Bersenjata RRT.

Bulan Pebruari 2012 insiden pelarian Wang Lijun ke Konsulat AS di Chongqing membuat rencana untuk mengambil paksa kekuasaan dari tangan Xi Jinping oleh Jiang Zemin, Zeng Qinghong, Bo Xilai, Zhou Yongkang jadi terkuak. Kepolisian Bersenjata memang menjadi andalan kekuatan mereka untuk upaya kudeta itu. dan Wang Jianping pada saat itu sudah 2 tahun menjabat komandan di institusi tersebut.

Kemudian banyak berita tersebar menyebutkan Zhou Yongkang mengerahkan kekuatan Kepolisian Bersenjaata Tiongkok untuk meluncurkan kudeta pada 19 Maret yang akhirnya digagalkan oleh   militer dari Divisi 38 yang dikerahkan Hu Jintao untuk mengatasinya. Selama menjabat sebagai Komandan Kepolisian Bersenjata, Wang Jianping terhasut oleh Zhou Yongkang sehingga terlibat langsung dalam Kudeta 19 Maret. (Zhang Dun/sinatra/rmat)

Share

Video Popular