Peringatan dari Langit Seharusnya Direnungkan

Pemerintah Korsel adalah dipilih oleh rakyat, rakyat memberi kekuasaan kepada pemimpin pemerintah periode ini, penguasa memikul tanggung-jawab berat atas keamanan negara dan kehidupan rakyat, mana boleh dipandang enteng?

Menuntut keberhasilan ekonomi tentu saja merupakan perencanaan yang wajar wajar saja, namun perkembangan ekonomi jangan sampai melupakan prasyarat yang harus dipenuhi yakni: mempertahankan nilai inti demokrasi dan hak asasi. Pertahanan semacam ini, sesungguhnya adalah demi meletakkan landasan bagi perkembangan di berbagai lingkup, antara lain ekonomi, kebudayaan dan lain sebagainya. Terjadi kesulitan, krisis maupun bencana alam, sangat mungkin merupakan peringatan dari Langit, disaat itu perlu mencari penyebab dalam berbagai aspek, terutama jangan melewatkan penelusuran pada aspek akhlak.

Kebudayaan tradisional Tiongkok mengajarkan“Kekuasaan kaisar adalah pemberian ilahi”, kaisar sebagai putra Langit yang mewakili jutaan rakyatnya, demi menyampaikan sebuah kerendahan hati,  ketika menurunkan perintah selalu dimulai dengan kata-kata “dilaksanakan atas perintah Langit”. Konghucu mengatakan,  ”Penguasa harus lurus. Anak buah dipimpin oleh atasan yang lurus, mana mereka berani tidak lurus?”

Dari sini bisa terlihat pentingnya ”Jalan (Tao) yang lurus”. Selain itu Kaisar di zaman dahulu sangat memerhatikan fenomena tidak nomal yang diturunkan oleh langit, setiap kali mengalami kesulitan entah berupa bencana alam atau lainnya, pasti dengan rendah hati melakukan perenungan, menyampaikan tanggung-jawab dirinya atas “dosa yang telah diberi tahu”, berdoa memohon Langit memberi pengampunan.

Kembali pada kasus Shen Yun April lalu. Pada 19 April keputusan pertama pengadilan Korsel yang memenangkan pihak penyelenggara, kemudian pemimpin KBS menulis sendiri kepada kedubes RRT dan menanyakan, “Jika pertunjukan berlangsung di KBS, apa pengaruhnya bagi KBS?”

Pada 27 April kedubes RRT sekali lagi menyurati teater KBS dan langsung menuntut teater itu untuk “membatalkan pertunjukan Shen Yun”. Pada akhirnya teater dan pengadilan sama-sama mengorbankan harga diri dan kedaulatannya, bertekuk-lutut pada tuntutan tidak rasional PKT. Selanjutnya apakah yang terjadi?

Korsel-AS mengumumkan penempatan sistem anti rudal “THAAD”, hal ini membuat RRT marah. Maka bintang Korea dicekal, perusahaan hiburan Korsel langsung mengalami kerugian besar dan masa depan membuka pasar pertunjukan TV di RRT juga menjadi redup. Tergiur keuntungan langsung melupakan keadilan, akhirnya keuntungan tidak dapat diraih, bahkan mengalami kerugian.

Melalui serangkaian peristiwa tersebut, pemerintah Korsel seharusnya menjadi jelas dalam melihat persoalan, tunduk pada PKT, tidak akan memperoleh kepentingan dan ketentraman yang diharapkan. Kehidupan PKT bersandar pada dusta dan penipuan, selalu  merasa tak pernah puas, bahkan menggunakan kepentingan ekonomi melakukan ancaman yang tiada batas, memaksa negara lain tunduk dan manjadi sebuah anak catur ditangannya.

Baik perorangan, sebuah organisasi atau negara, jangan sekali-kali melakukan perdagangan barter dengan iblis, karena begitu melepas hati nurani, pasti akan terjerumus dalam kesulitan, yang kehilangan adalah sesuatu yang tak bisa dinilai dengan uang. (Gao Tian Yun/sud/whs)

TAMAT

Share

Video Popular