GARUT – Banjir bandang menerjang 7 kecamatan di Garut, Jawa Barat yaitu Kecamatan Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul,  Karang Pawitan dan Samarang,  Garut, Jawa Barat sejak Selasa (20/9/2016)  pukul 22.00 Wib.

Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BNPB,  BPBD Kab. Garut, BPBD Prov Jawa Barat, TNI, POLRI, Dinas PU, Tagana, Senkom Polri, NGO dan relawan melakukan evakuasi korban. Posko darurat, dapur umum, dan posko kesehatan telah didirikan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebagai dampak kerusakan rumah dan bangunan masih dalam pendataan. “Banyak rumah rusak akibat terkena dampak longsor dan material banjir bandang,” kata Sutopo dalam rilisnya Rabu (21/9/2016).

Sementara itu penanganan darurat longsor di Sumedang juga masih dilakukan. Longsor terjadi Dusun Ciherang, Dsn. Ciguling, Dsn. Singkup, Dsn. Cimareme, Dsn. Babakan Gunasari Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sejak Selasa (20/9/2016) pukul 22.00 WIB.

Longsor menyebabkan 3 orang tewas, 2 orang luka dan 1 orang masih dalam pencarian. 3 unit rumah rusak, 1 mushola hancur dan 200 rumah terdampak di Dusun Ciherang. Di Dusun Cimareme ada 2 unit rumah tertimbun, dan di Dusun Babakan Gunasari terdapat 100 jiwa dievakuasi.

Hujan deras sejak Selasa (20/9/2016) pukul 19.00 WIB menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5 – 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut yang  menunjukkan kondisi hulu DAS Cimanuk sudah rusak dan kritis. (asr)

 

 

 

Share

Video Popular