Peneliti internasional mengatakan, bahwa obesitas bukan hanya didiagnosis meningkatkan peluang terjadinya kanker gastric dan kanker pada saluran pencernaan lainnya, tapi juga meningkatkan timbulnya kanker otak dan tumor pada sistem reproduksi wanita.

Melansir laman AFP, laporan yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine menyebutkan, bahwa lebih dari delapan jenis kanker telah dimasukkan dalam daftar kanker yang diketahui berhubungan dengan obesitas.

The International Agency for Research on Cancer (IARC) atau Badan Penelitian Kanker Internasional WHO di Perancis menyebutkan bahwa kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, kerongkongan, ginjal, payudara dan rahim.

Sekarang, menurut laporan penelitian terbaru, kanker perut, hati, kandung empedu, pankreas, ovarium, dan kanker tiroid, serta jenis tumor otak yang dikenal sebagai meningioma dan kanker darah multiple myeloma disinyalir berhubungan dengan obesitas.

“Beban kanker karena kelebihan berat badan atau obesitas, skalanya jauh lebih luas daripada yang diasumsikan sebelumnya.” kata ketua kelompok kerja IARC, Graham Colditz dari Washington University School of Medicine di St. Louis, Amerika Serikat.

Obesitas dapat meningkatkan 13 jenis risiko kanker

Peneliti dari Badan Penelitian Kanker Internasional di bawah naungan WHO mereview lebih dari 1.000 studi berat badan dan hubungan dengan risiko kanker, dan dari hasil analisis itu, mereka menemukan kelebihan berat badan atau obesitas bisa memicu risiko 13 jenis kanker, termasuk kanker rahim, kanker payudara, kanker usus, kanker perut, kanker hati , kanker kandung empedu, kanker pankreas, kanker ovarium, kanker tiroid, meningioma, multiple myeloma, kanker kerongkongan dan kanker ginjal

Studi yang dipublikasikan dalam the New England Journal of Medicine ini bisa menjadi peringatan bagi populasi global karena diperkirakan 640 juta orang dewasa dan 110 juta anak mengalami obesitas. Menanggapi hal tersebut, Profesor Graham Colditz yang memimpin IARC di Perancis, mengatakan, “kanker tak sekadar masalah kelebihan berat badan atau obesitas tapi lebih luas dari itu. Lemak berlebih dapat meningkatkan peradangan dan menyebabkan kelebihan produksi estrogen, testosteron, dan insulin, yang semuanya dapat mendorong pertumbuhan kanker. Kanker sering muncul tanpa penjelasan, penyebabnya dapat mencakup virus, polusi, faktor genetik, dan radiasi. Faktor gaya hidup tertentu seperti merokok dan kelebihan berat badan juga bisa membuat seseorang lebih mungkin menderita kanker.”

“Faktor gaya hidup seperti diet yang sehat, menjaga berat badan yang sehat dan berolahraga, selain tidak merokok, dapat memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi risiko kanker,” Colditz menambahkan. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular