JAKARTA – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, pihaknya terus mendongkrak daya saing industri nasional agar mampu menghadapi pemberlakuan pasar bebas, terutama Masyarakat Ekonomi ASEAN. Berbagai kebijakan strategis telah disiapkan, antara lain penguatan infrastruktur energi, pembentukan lembaga pembiayaan, dan mempercepat kelancaran arus barang.

“Infrastruktur energi mutlak segera didorong, karena berpengaruh besar terhadap cost industri, terutama gas dan listrik,” ujar Menperin pada Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perindustrian dan Perdagangan Kadin Indonesia dengan tema Pengembangan Industri Berbasis Sumber Daya Alam untuk Meningkatkan Daya Saing Industri dan Perdagangan Global di Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Apabila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Vietnam, harga gas industri di Indonesia belum kompetitif.  Airlangga mencontohkan jika kemudian dianggap di Thailand dengan indeks 100, di Vietnam 120, sedangkan di Indonesia 170.

“Jadi jelas, dari gas sendiri, kita tidak bersaing. Sedangkan, untuk listrik, jika di Thailand 100, Vietnam 70 dan di Indonesia 150,” papar Airlangga.

Sementara itu, pembentukan lembaga pembiayan untuk industri diharapkan mendorong tercapainya kemandirian ekonomi nasional. Terkait hal ini, Kemenprin akan bekerja sama dengan Kadin, bahwa lembaga pembiayaan atau lembaga pembangunan harus kita dorong bersama.

Menurut Airlangga, lembaga pembiayaan ini juga akan memacu sasaran pembangunan industri sesuai amanat dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi dan tersedianya lapangan kerja.

“Kami harapkan, kredit untuk industri lebih banyak disalurkan daripada kredit konsumsi,” tutur Airlangga. (asr)

 

Share

Video Popular