Oleh: Chen Junchun

Thommy Ten dan Amelie van Tass adalah pasangan muda berasal dari Austria, yang mengaku memiliki kemampuan Clairvoyance yaitu kemampuan telepati mampu “melihat (tembus)” hal-hal yang kebanyakan orang tidak dapat melihatnya.

Dalam babak pertama acara televisi AS “America’s Got Talent 2016”, mereka muncul dengan performa yang luar biasa, lalu dari semi-final sampai masuk ke final telah berhasil menyisihkan peserta lain dan akhirnya memenangkan juara kedua. Setiap pertunjukan mereka selalu membuat penonton dan juri merasakan hal yang tidak bisa dibayangkan.

Pasangan ini mengatakan sejak kecil Amelie merasakan dia tidak seperti orang-orang pada umumnya yakni: dia dari jauh bisa merasakan perasaan orang lain, dan memiliki intuisi yang kuat. Sampai suatu hari dia bertemu dan mulai berkencan dengan Thommy. Hal yang tak biasa terus menerus terjadi. Karena dia dan Thommy ternyata memiliki hubungan yang sangat khusus yakni: jika tangan Thommy memegang suatu objek, bahkan jika ia berada di ruang lain, dia mampu melihat rincian semua objek tersebut.

Mereka pada awalnya berbagi pengalaman spesifik ini dengan keluarga dan teman-teman terdekat saja, kemudian mulai melakukan pertunjukan di berbagai tempat. Ketika ditanya mengapa memilih berpartisipasi dalam “America’s Got Talent”, mereka menjawab bahwa mereka menyukai show bergengsi ini dan ingin berbagi dengan orang-orang di segala penjuru.

Di babak penyisihan, Thommy Ten dan Amelie van Tass mengundang seorang juri memegang tas di atas panggung. Setelah itu mata Amelie ditutup, lalu Thommy meminta juri mengambil keluar suatu barang di dalam tasnya. Amelie “melihat” itu adalah lipstik, bahkan juga mengatakan angka seri dari lipstick tersebut. Dia kemudian melanjutkan menggambarkan barang dari penonton dan barang-barang lain yang disediakan oleh para juri, hasilnya semuanya benar.

Dalam pertandingan ulang, dalam keadaan sama yakni mata Amelie ditutup, dia dapat menyebut dengan benar angka dadu yang disediakan oleh para juri. Angka dan gambar bunga dari kartu poker, bahkan nomor seri pada uang kertas juga ditebak dengan benar.

Selain memiliki kemampuan clairvoyance, pasangan itu nampaknya masih memiliki kemampuan super natural lainnya. Di perempat final, mereka mengklaim akan membaca ulasan pikiran dalam otak para juri, tapi setelah berhasil menebak pemilihan warna dan jumlah permen dari para juri, mereka berubah pikiran dan mengatakan, mereka sebenarnya mengontrol pikiran para juri, disaat bersamaan mengumumkan permen yang dipilih para juri yang terlebih dahulu ditulis di papan tulis untuk menunjukkan bukti.

Di babak semi-final, mereka menampilkan kemampuannya membaca pikiran dan kemampuan memprediksi, tidak hanya mengatakan dengan tepat apa yang dipikirkan para juri, dan juga barang yang telah disiapkan terlebih dahulu sebagai bukti. Misalnya, Amelie mengatakan salah seorang juri sedang memikirkan neneknya yang bernama Iris, dan pada kotak kalung terdapat kertas yang tertulis nama Iris.

Pada babak final, Amelie menunjukkan kemampuan yang luar biasa lagi. Dia selain mengatakan dengan benar ulang tahun penonton, juga menulis pada kaca tangki air transparan tanggal kedaluwarsa kartu kredit dan empat angka terakhir dari kartu kredit seorang juri. Dan di kotak kalungnya juga tertulis julukan yang diberikan oleh seorang juri kepada juri yang lain yaitu julukan “wanna bean.”

Amelie mengklaim bahwa show mereka di babak final, telah diatur pada beberapa bulan yang lalu. Ini sepertinya mengatakan bahwa mereka telah tahu sebelumnya apa yang akan terjadi hari ini, termasuk julukan yang baru diberikan.

Mengapa Amelie menulis di dalam tangki transparan angka kartu kredit yang telah “dilihat” olehnya?

Ini dikarenakan sebelumnya ada penonton yang mencurigtai bahwa mereka menggunakan headset atau kode Morse untuk berkomunikasi, dengan posisi dia kini berada dalam tangki air yang tidak bisa ditembus gelombang komunikasi, barangkali dapat menyingkirkan kecurigaan para hadirin yang meragukan kemampuan mereka.

Melalui pemilihan langsung oleh penonton, Thommy Ten dan Amelie van Tass akhirnya terpilih dari 10 individu yang terpilih masuk ke babak final, berhasil memenangkan juara runner up pada musim yang ke 11 Amnerica’s Got Talent 2016 ini. Pemenang pertama adalah seorang gadis kecil berusia 12 tahun yang memiliki tampang dan suara yang sangat mirip dengan penyanyi kondang Taylor Swift. (hui/whs/rmat)

Share

Video Popular