Erabaru.net. Ketika ada rasa terbakar di kerongkongan dan merasa nyeri akibat asam di lambung, kita sebut sebagai ” maag ” atau ” asam lambung”.

Iklan obat yang megaku bisa meringankan kondisi ini memberitahu kita bahwa kondisi yang kita alami ini akibat makan makanan pedas atau asam maka perlu untuk menghilangkan asam lambung yang berlebihan ini supaya kita merasa lebih baik, tetapi apakah benar demikian?

Saya pikir saya makan makanan yang cukup menyehatkan tubuh dengan banyak makan sayuran, protein dan lemak sehat. Jadi ketika saya mulai mengalami perasaan aneh di kerongkongan saya yang membuat saya tidak dapat tidur semalam, saya langsung merasa khawatir.

Aku mengunjungi dokter dan mengatakan kepadanya seperti ada “benjolan di kerongkongan saya” ketika saya menelan, saya sering bersendawa, dan yang terpenting, saya merasa sesak napas di malam hari.

Dokter mengatakan bahwa untuk seseorang yang seusia dengan saya dan sehat, gejala-gejala ini menunjukkan adanya asam lambung yang berlebihan yang menekan di atas diafragma. Dokter menganjurkan saya minum obat yang dijual bebas seperti Prilosec atau Zantac untuk meredakan gejala.

Saya pun tercengang karena dokter menganjurkan obat tersebut untuk meredakan gejala, bukannya mengobati akar penyebab penyakit.

Memahami maag dan asam lambung

Dalam laporan Dr. Mercola dikatakan bahwa asam lambung tidak disebabkan oleh asam yang berlebihan di dalam lambung—biasanya disebabkan oleh asam yang terlalu sedikit, merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa penurunan kadar asam lambung akan menciptakan lingkungan yang sempurna untuk Helicobacter pylori. Bakteri Helicobacter pylori ini telah terbukti menyebabkan peradangan ringan yang kronis pada lapisan lambung, dan sehingga menyebabkan banyak gejala asam lambung.

Karena tidak memahami bahwa nyeri ulu hati disebabkan oleh kurangnya asam lambung, bukannya karena asam lambung yang berlebihan, kita biasanya minum obat untuk menekan produksi asam lambung. Inilah lingkaran setan yang pada akhirnya akan meningkatkan terjadinya nyeri, bukannya meredakan nyeri.

“Ketika lambung kurang memproduksi asam lambung, maka lambung harus bekerja keras untuk menggunakan asam lambung yang terbatas secara efisien. Hal ini menyebabkan tekanan dan aliran balik asam lambung yang ada. Kombinasi dari aliran balik asam lambung ke kerongkongan dan kram perut adalah penyebab nyeri,” demikina penjelasan Thomas Corriher untuk HealthWyze.org.

Menekan produksi asam lambung secara alami juga mempersulit tubuh untuk melawan setiap Helicobacter pylori yang mungkin bersembunyi di dalam sistem pencernaan, sehingga akan meningkatkan gejala asam lambung, bukannya menghilangkanya.

Demikian juga, “ketika lambung memproduksi asam lambung yang memadai, maka katup di bagian atas lambung akan diperintah untuk menutup rapat, mencegah isi lambung yang asam bocor ke dalam kerongkongan. Obat pereda nyeri ulu hati berfungsi memberi sinyal kepada lambung untuk menutup katup ini,” demikian penjelasan EmpoweredSustenance.com.

Apakah nyeri ulu hati yang saya alami akibat berkurangnya asam lambung secara alami atau pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori secara berlebihan, tampak jawaban untuk sakit maag yang saya alami adalah bahwa tubuh saya memerlukan lebih banyak asam lambung. Jawabannya ada di dalam lemari dapur saya.

Dari banyak sumber yang berbeda yang saya peroleh, saya disarankan untuk menambahkan beberapa sendok makan cuka apel organik ke dalam 235 cc air untuk diminum.

Baunya seperti saya minum salad dressing. Dalam beberapa menit setelah saya minum campuran cuka apel, nyeri ulu hati terasa lebih reda. Saya minum campuran cuka apel ini sekali sehari, biasanya di malam hari karena saya tidak dapat tidur nyenyak akibat nyeri ulu hati. Setelah saya minum campuran cuka apel ini selama tiga hari, nyeri ulu hati saya sudah tidak kambuh lagi.

Sekarang, saya minum campuran cuka apel ini setiap kali saya merasa adanya sedikit nyeri ulu hati atau gangguan pencernaan dan hasilnya selalu membantu!(Epochtimes/Beth Buczynski/Vivi)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular