Oleh Hua De

The Korea Times memberitakan, bahwa Menteri Pertahanan Korea Selataan Han Min-goo mengatakan Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk mengirim pasukan khusus ke Korea Utara untuk membunuh Kim Jong-un.

Dalam pertemuan di parlemen, anggota parlemen dari partai yang berkuasa Partai Dunia Baru, Kim Sung-chan mengkonfirmasi  rumor tersebut kepada Menhan yang dijawab Han Min-goo bahwa pihak militer sudah mengembangkan rencana operasional, dan begitu kita mendeteksi adanya tanda-tanda serangan nuklir, maka kita akan menngambil tindakan pemenggalan kepala Kim Jong-un.

Rencana ini diadakan untuk menaggapi uji coba nuklir kelima Korea Utara, operasi yang diberi nama “Operasi pembalasan besar-besaran” tampaknya diarahkan pada target-target penting Korea Utara, termasuk para pemimpin tinggi di Pyonguang serta pemegang komando militer. Operasi menyerang mendahului diserang ini akan memobilisasi pasukan khusus yang terlatih, bergerak sebelum Korea Utara melakukan serangan rudal.

Han Min-goo di parlemeen menekankan perlunya Korea Selatan untuk mempertahankan sekurangnya 500.000 orng tentara yang secara aktif siap menjaga invasi militer dari Korut. Tentara lawan bisa mencapai 1.2 juta orang.

Han Ming-goo memberitahu kanal berita nomor satu di Seoul, jika kondisi menunjukkan bahwa musuh mencoba untuk menggunakan senjata rudal berkepala nuklir, maka untuk menekan niat itu, operasi menyerang sebelum diserang akan digerakkan.

Kepala Staf Gabungan Strategi Biro Perencanaan Strategis Lee Ho-yong menambahkan, “Kami akan menyebarkan senjata penangkis rudal yang sudah canggih dan pasukan khusus untuk menghadapi mereka.”

Korea Selatan sendiri tidak memiliki bom atom, sehingga mereka hanya bernaung di bawa payung nuklir sekutunya AS. Tetapi Korea Selatan baru-baru ini muncul suara yang menghendaki negara itu mengembangkan senjata nuklir mereka sendiri, meskipun administrasi merasa keberatan terhadap keinginan itu, tetapi sedikitnya 24 orang anggota parlemen dari Partai Dunia Baru mengajukan usulan yang mendorong Korea Selatan mulai bersiap untuk mengembangkan sendiri senjata nuklir.

Karena khawatir Korea Utara kembali melakukan uji coba peluncuran rudal, militer AS bersama Korea Selatan akan melakukan latihan simulasi serangan nuklir.

CNN mengutip berita yang diterima dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan memberitakan bahwa AS – Korea Selatan akan melakukan latihan militer bersama yang diberi nama “Bendera Merah” di Alaska mulai 3 hingga 21 Oktober. Latihan juga akan meliputi bagaimana bereaksi saat menghadapi serangan rudal. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular