GARUT  – Selain menerjang rumah penduduk, banjir bandang di Garut, Jawa Barat, pada Senin  (20/9/2016) lalu telah menghancurkan sejumlah sekolah. Data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menyebutkan 11 sekolah dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang terdampak.

Adapun kegiatan sekolah pada hari pertama pascabencana libur, sedangkan pada hari kedua dilakukan pemanfaatan gedung secara bersama-sama.  Dua sekolah yang rusak parah yaitu SDN Sukaratu 1 Banyuresmi dan SMP PGRI. Sementara itu, sekolah-sekolah yang lain masih tetap menggunakan sekolahnya masing-masing.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menyebutkan perkiraan kerugian mencapai Rp 1,4 milyar. Berikut ini sekolah-sekolah yang terdampak banjir bandang Garut.

  1. SD IT Muhammadiyah Tarogong Kidul
  2. SDN Sukaratu 1 Banyuresmi
  3. SMP Negeri 2 Banyuresmi
  4. SMP Negeri 3 Tarogong Kidul
  5. SMP Negeri 5 Tarogong Kidul
  6. SMP Negeri 2 Samarang
  7. SMP Negeri 3 Cisurupan
  8. SMP Qurota Ayun Samarang
  9. SMP PGRI Garut
  10. SMP Negeri 1 Pasirwangi
  11. SMA PGRI Garut

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei  memberikan arahan terkait pendidikan. BNPB menyatakan pendidikan merupakan salah satu prioritas dalam penanganan darurat pascabanjir bandang.

“Perlu diadakan tempat darurat untuk sekolah,” papar Willem pada rapat koordinasi yang digelar di Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Garut pada Rabu(21/9/2016) malam.

BNPB pun telah mengirimkan bantuan pakaian sekolah kepada anak-anak yang terdampak banjir bandang. Di samping pendidikan, prioritas utama Posko Tanggap Darurat berfokus pada pencarian dann penyelamatan korban yang masih hilang serta pelayanan kebutuhan dasar bagi 433 jiwa pengungsi. (asr)

Share

Video Popular