Sindrom polikistik ovarium (Polycystic Ovarian Syndrome PCOS) adalah gangguan hormonal yang paling sering terjadi di kalangan wanita usia reproduksi, yaitu sekitar 7-15 persen wanita di seluruh dunia.

Epoch Times: Apa peran olahraga untuk sembuh dari PCOS?

Dr. McCulloch: Olahraga adalah salah satu hal yang paling membantu untuk sembuh dari sindrom polikistik ovarium, terutama latihan otot dan latihan beban. Setiap jenis olahraga sangat membantu, tetapi dengan lebih banyak menggerakkan massa otot, wanita penderita menjadi lebih peka terhadap insulin.

Epoch Times: Ada dua hal yang paling penting dalam pengobatan, yaitu diet dan olahraga, yang dapat dilakukan oleh wanita penderita sendiri?

Dr. McCulloch: Ini benar-benar menakjubkan. Masalahnya hanya dengan mempelajari apa yang harus dimakan dan merencanakan zat gizi yang akan dimakan yang sesuai dengan gaya hidup. Rencana gizi yang kami rancang juga dapat mencegah terjadinya diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Epoch Times: Anda menulis bahwa banyak wanita tidak tahu jika mereka menderita . Mengapa PCOS sulit disadari oleh dokter dan penderita?

Dr. McCulloch: Banyak wanita tidak mengetahui apa itu sindrom polikistik ovarium, sampai akhirnya mereka sulit hamil dan pergi berobat, ternyata mereka didiagnosis menderita PCOS.

PCOS sulit didiagnosis karena tampil dengan berbagai gejala yang berbeda. Jika dokter belum cukup pengalaman dalam menangani kasus ini, maka mereka tidak menyadari adanya pada wanita yang tidak memiliki gejala klasik, yaitu tumbuh rambut di wajah.

Banyak orang berharap untuk melihat adanya kadar testosteron darah yang tinggi pada wanita penderita PCOS, padahal sebenarnya sebagian besar perempuan tidak mengalami gejala ini. Salah satu alasannya adalah bahwa rentang referensi normal untuk testosteron yang dibuat juga mencakup wanita penderita PCOS. Alasan lain adalah bahwa kadar testosteron menurun seiringan dengan usia. Jadi kadar testosteron darah yang tinggi hanya terjadi pada wanita yang sangat muda yang menderita PCOS. Banyak wanita diberitahu bahwa mereka tidak menderita sindrom polikistik ovarium karena mereka tidak memiliki kadar testosteron yang tinggi.

Sebenarnya penanda resistensi insulin diuji sebagai penanda untuk diabetes. Banyak wanita penderita sindrom polikistik ovarium yang berkata kepada saya,”Kadar glukosa darah saya adalah normal jadi saya tidak mengalami resistensi insulin.” Tetapi perlu diketahui bahwa kadar glukosa yang tinggi hanya terjadi setelah bertahun-tahun terjadi resistensi insulin karena pada saat itulah pankreas tidak mampu lagi menangani glukosa.

Wanita penderita tersebut harus diuji kadar insulin darah setelah berpuasa. Wanita penderita sindrom polikistik ovarium sering mengeluarkan lebih lama dan lebih banyak insulin, sehingga hasil pemeriksaan laboratorium ini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan wanita penderita PCOS yang tidak mengalami resistensi insulin.

Epoch Times: Anda menulis bahwa wanita penderita PCOS yang mengalami kelebihan berat badan sering mendengar dokter berkata bahwa jika mereka langsing maka mereka akan merasa jauh lebih baik. Mengapa anda pikir ini bukanlah nasihat yang bermanfaat ?

Dr. McCulloch: Ada begitu banyak alasan. Pertama, jika seseorang diberitahu untuk menurunkan berat badannya, maka ia harus diberi penjelasan bagaimana cara menurunkan berat badan karena hal ini bukanlah hal yang mudah. Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang menurunkan berat badan menjadi gemuk kembali.

Kita semua tahu bahwa tidaklah mudah untuk menurunkan berat badan. Depresi, kecemasan, rendah diri adalah kondisi emosional sangat sering terjadi pada PCOS, sehingga ketika si wanita penderita disuruh untuk menurunkan berat badan, maka akan membuat ia menjadi lebih tertekan dan merasa disalahkan.

Sebenarnya sulit bagi wanita penderita PCOS untuk menurunkan berat badan karena ia memiliki kadar insulin yang tinggi. Salah satu fungsi insulin adalah untuk menempatkan gula masuk ke dalam sel dan menyimpannya sebagai lemak. Fungsi insulin yang lain adalah untuk menghentikan pemecahan lemak. Jika kita baru saja makan, maka tubuh kita tidak akan langsung membakar lemak menjadi bahan bakar pada waktu itu. Itulah sebabnya jika Anda memiliki kadar insulin yang tinggi sepanjang waktu, maka tubuh Anda lebih sulit untuk membakar lemak.

Masalah dalam PCOS yang kita harus atasi: bagaimana menurunkan kadar insulin supaya lebih mudah menurunkan berat badan, sehingga penderita tidak putus asa untuk mendapatkan kesembuhan?

Cara terbaik untuk pendekatan tersebut adalah menyediakan alat-alat, informasi, dan dukungan yang dibutuhkan sehingga akan mendorong wanita penderita untuk melakukan perubahan pola makan. Jangan memusatkan perhatian pada angka-angka skala timbangan badan. Pusatkan perhatian bagaimana menurunkan kadar insulin darah si wanita penderita. Biasanya berat badan wanita penderita turun jika kadar insulin darah menurun. Wanita penderita dapat mempertahankan berat badannya karena ia tahu bagaimana caranya dan manfaatnya. Dalam hal ini wanita penderita diterapi sebagai manusia seutuhnya.

Dalam PCOS, seorang wanita penderita harus membuat perubahan untuk dirinya sendiri, memahami apa yang terjadi di dalam tubuhnya, dan dapat melihat perubahan dalam tes darah sebagai tanda perbaikan. Wanita penderita sangat ingin tahu apa arti dari tes darah yang ia jalani.

Epoch Times: Buku Anda membahas pengobatan alami dan konvensional untuk PCOS. Apakah ada keuntungan dari satu jenis pengobatan atas yang lain?

Dr. McCulloch: Saya pikir kedua pendekatan tersebut membantu dalam berbagai situasi dan pada waktu yang berbeda dalam kehidupan seorang wanita penderita. Ada pro dan kontra untuk setiap jenis pengobatan dan setiap situasi.

Misalnya, Metformin adalah obat yang paling diresepkan untuk PCOS selain pil KB, yang dapat menyebabkan banyak efek samping pada saluran cerna yang sangat tidak disukai oleh banyak wanita penderita. Tetapi ada beberapa wanita penderita dengan kondisi yang cukup parah berhasil diterapi dengan Metformin. Bagi wanita penderita yang tidak dapat mentolerir Metformin, dapat diberi beberapa suplemen alami, seperti inositol, yang bekerja sama dengan baik seperti Metformin tetapi tanpa efek samping.

Saya tahu pil KB membantu banyak wanita penderita PCOS, tetapi juga mengaburkan gejala sindrom ini, sehingga banyak wanita tidak terdiagnosis. Pada usia muda, wanita penderita mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, sehinga ia mengonsumsi pil KB yang membuat siklus menstruasi menjadi teratur, tetapi ia tidak memeriksakan kadar hormonnya setelah siklus menstruasi teratur. Ketika ia susah hamil dan berobat supaya hamil, di situlah ia didiagnosis menderita PCOS. Andaikan ia tidak minum pil KB waktu usia muda, mungkin ia akan lebih dini mengetahui bahwa ia menderita PCOS.

Masalah lain adalah bahwa pil KB meningkatkan risiko pembekuan darah pada wanita penderita PCOS yang memang sudah rawan akan mengalami pembekuan darah.

Jadi saya pikir adalah baik dilakukan pendekatan integratif di mana berbagai jenis perawatan yang digunakan disertai dengan kesadaran. Seorang wanita penderita harus mempertimbangkan apa yang ia ingin lakukan dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi tubuhnya.

Epoch Times: Ini jelas tampak seperti tidak ada satu pendekatan tunggal yang cocok untuk pengobatan?

Dr. McCulloch: Tepat. Karena pada waktu yang berbeda dalam kehidupan seorang wanita penderita, maka pengobatan yang dilakukan juga akan berbeda.

Epoch Times: Apa lagi yang Anda ingin orang tahu mengenai PCOS?

Dr. McCulloch: Satu hal yang ingin saya tunjukkan adalah bahwa ketika wanita penderita mengalami menopause, ia masih menderita PCOS, karena pengobatan telah dihentikan. Namun harus diingat bahwa, semua risiko terjadinya sindrom metabolik dan diabetes memburuk dengan bertambahnya usia.

Sama seperti penyakit kronis lainnya, penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar dan tidak banyak dilakukan penelitian untuknya. (Epochtimes/Conan Milner/Vivi)

Share

Video Popular