Jika Terjadi Perang Ekonomi Dunia, Siapa yang Pertama Hancur? (2)

832
Ilustrasi. (epochtimes.com)

Untuk negara-negara komoditas, telah mengumpulkan sejumlah cadangan devisa pada sepuluh tahun sebelumnya, pada awal di bawah tekanan nilai tukar mata uang, dapat menggunakan cadangan mereka untuk mempertahankan nilai tukarnya, krisis utang juga tidak mudah meledak.

Namun, setelah kemerosotan ekonomi dalam beberapa tahun atau bahkan menyusut dan cadangan devisa diperlemah, daya tahan ekonomi dan kemampuan untuk membayar utang telah jatuh, jika harga terus merosot bahkan terus turun, itu akan membawa depresiasi runtuhnya nilai tukar, konflik sosial mungkin akan sangat parah.

Ini bukan hanya perang mata uang, tetapi juga konfrontasi habis-habisan antara negara-negara. Presiden Maduro dari Venezuela berada dalam kesengsaraan, Rosoff dari Brasil telah mengundurkan diri, siapa yang berikutnya?

Lembaga resmi Rusia baru-baru ini merilis laporan menunjukkan bahwa resesi ekonomi yang berkelanjutan menyebabkan babak baru gelombang kebangkrutan perusahaan Rusia pada kuartal kedua, situasi tingkat keparahannya lebih buruk bila dibandingkan dengan selama krisis keuangan internasional pada 2009, terjadi gelombang kebangkrutan perusahaan dalam skala besar yang juga menyebabkan tunggakan upah, kehidupan masyarakat juga terkena dampak.

Salnikov Analisis Makro ekonomi Rusia dan Direktur Pusat Peramalan jangka pendek Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia mengatakan bahwa di Rusia saat ini setiap bulan sekitar 1000 perusahaan bangkrut, yang berarti gelombang baru puncak perusahaan yang mengalami kebangkrutan telah tiba.

Dia mengatakan penyebab utama dari putaran perusahaan yang mengalami kebangkrutan ini adalah ekonomi Rusia terus menyusut, produk domestik bruto Rusia (GDP) terus menurun pada enam kuartal, mengakibatkan krisis yang berlarut-larut menyebabkan angka kebangkrutan meningkat hampir di setiap bisnis industri.

Ketika Eropa, Amerika dan Jepang memperketat keran moneter, itu akan memperburuk pengangguran dan gelombang kebangkrutan, apakah di Rusia akan terjadi kerusuhan massa?

Perkiraannya adalah sulit untuk menghindarinya, ini adalah masa untuk menguji kebijaksanaan Putin.

Dalam satu tahun ke depan, mungkin akan terjadi negara yang devaluasi mata uangnya runtuh, ditandai dengan default utang (Venezuela sudah tidak perlu dipertimbangkan, itu pasti default), Coba lihat ekonomi utama mana yang akan runtuh, Brazil? Rusia? India? Atau?

Stabilitas nilai tukar RMB lebih kuat dari sebagian besar negara-negara emerging market, tetapi mungkin juga berdampak serius, karena ekonomi dan keuangan terlalu tergantung pada harga properti.

Pada kuartal pertama 2014, dalam artikel penulis yang memprediksi yuan akan menghadapi titik belok jangka panjang, tren depresiasi akan terbentuk. Meskipun telah ada orang-orang besar terus mengeluarkan retorika, tapi waktu adalah satu-satunya kriteria untuk pengujian kebenaran. Gambar di bawah adalah perbandingan RMB terhadap sekeranjang mata uang sejak 2014.

indek
Perbandingan RMB terhadap sekeranjang mata uang sejak 2014. (internet)

Dari awal tahun hingga sekarang, RMB telah terdepresiasi sebesar 5,9% terhadap sekeranjang mata uang, tahunan 13%, indeks nilai tukar RMB (CFETS) jatuh ke 94,88, menciptakan indeks terendah sejak Desember tahun lalu.

Koran resmi “Harian Rakyat” (Overseas Edition) baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel berjudul “Yuan adalah mata uang internasional yang bertanggung jawab.” Sama dengan negara-negara lain dalam sejarah yang telah mengalami proses dari sistem “Menatapi Kurs” hingga keluar, pada masa depan masing-masing pasar juga akan mengalami adaptasi bertahap terhadap masa periode meningkatnya fluktuasi RMB. (secretchina/lim/rmat)

BERSAMBUNG