GARUT – Tim SAR gabungan masih terus mencari 20 korban hilang dari banjir bandang di Garut. Tim SAR gabungan berasal dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, relawan, NGO, SKPD dan masyarakat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan penyisiran dilakukan baik dari darat maupun dari sungai. Penyisiran diperluas hingga wilayah Sumedang. Tim SAR mencari korban di kawasan Bojonglarang, Cimacan, Lapangan Paris, Waduk Jatigede dan Kampung Cusurat Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang.

Menurut Sutopo, kendala pencarian korban adalah luasnya wilayah yang terdampak banjir bandang. Tim SAR harus mencari korban yang tertimbun bekas bangunan dan lumpur. Tidak semua lokasi dapat dijangkau alat berat sehingga pencarian dengan manual.

Sutopo menambahkan, saat ini 5 alat berat dan 8 anjing pelacak dari Polda Jawa Barat dikerahkan. Tak hanya itu, akses menuju lokasi terdampak juga sempit. Di sungai, kondisi aliran Sungai Cimanuk keruh karena sedimentasi tinggi. Tim SAR menyusuri sungai hingga Waduk Jatigede di Sumedang ditambah dengan cuaca tak bersahabat karena hujan sering turun.

Hingga Minggu (25/9/2016) sore, tercatat 33 orang korban tewas, 20 hilang, 35 orang luka-luka dan 6.361 orang mengungsi. Pendataan sementara terdapat 2.049 rumah rusak yang meliputi 283 rumah hanyut, 605 rumah rusak berat, 200 rumah rusak sedang dan 961 rumah rusak ringan. (asr)

 

 

Share

Video Popular