Oleh Zhuang Zhengming

Bos wanita grup perusahan Liaoning Hongxianng Industrial Development Co, Ltd bernama Ma Xiaohong ditangkap oleh pihak berwenang karena diduga terlibat dalam penyelundupan bahan-bahan nuklir ke Korea Utara.

Kini kasusnya sedang menjadi perhatian internasional. Media Jepang mengungkapkan bahwa Ma Xiaohong memiliki hubungan dekat dengan mantan orang nomor dua Korut, almarhum Jang Sung-taek. Ia pernah dijadikan penghubung bagi perdagangan antara Korut dengan Tiongkok saat kelompok Jiang Zemin masih merajalela.

Media Jepang ‘Yamiuri Shimbun’ mengutip laporan dari sumber yang memahami hubungan Korut – Tiongkok pada 22 September memberitakan bahwa Ma Xiaohong sejak berhubungan dekat dengan Jang Sung-taek yang mengendalikan transaksi perdagangan antar Korut dengan Tiongkok, berhasil mengeruk keuntungan besar melalui perdagangan batubara.

Hingga saat ini, ia masih dipertahankan oleh rezim Korut sebagai saluran penghubung perdagangan meskipun banyak perusahaan Tiongkok telah kehilangan jalur perdagangan dengan Korut sejak Jang Sung-taek dieksekusi mati oleh Kim Jong-un pada Desember 2013.

Menurut sumber tersebut, petinggi Tiongkok bulan lalu dipermalukan oleh pihak AS yang memberikan bukti relevan tentang hubungan khusus Ma Xiaohong dengan Korut, hal mana membuat petinggi  Tiongkok marah dan memerintahkan Kantor Keamanan dan Ketertiban Publik untuk menangkap Ma. Selain itu, oleh rezim Xi Jinping, Ma juga diduga terlibat dalam kegiatan mata-mata.

Media Korea Selatan ‘Daily NK’ pada 21 September 2016 mengungkapkan, Ma Xiaohong diduga terlibat dalam transaksi perdagangan yang menjadi bagian dari sanksi Dewan Keamanan PBB kepada Korut.

Ma menyelundupkan perlengkapan militer ke Korut dengan cara menyamarkannya sebagai barang-barang keperluan lainnya. Ia sudah ditangkap pada awal bulan ini dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan. Disebutkan bahwa Ma Xiaohong mengakui bahwa ia memiliki hubungan baik dan mendapat bantuan dari puluhan pejabat kota Dandong.

Dari laporan yang dikeluarkan oleh Lembaga Penelitian Kebijakan Korea – AS pada 19 September terungkap bahwa sejak 2011 – 2015, total perdagangan antara perusahaan Lioning Hongxiang Industrial Development Co, Ltd dengan Korut sudah mencapai USD. 530 juta, menjadi yang tertinggi di antara transaksi semua perusahaan yang berada di kota Dandong.

Laporan menyebutkan, Hongxiang mungkin saja memainkan peran penting dalam membantu Korut mengembangkan senjata nuklir. Berdasarkan data bea cukai yang diberikn oleh perusahaan pemasok yang menjadi pihak ketiga diketahui bahwa perusahaan Hongxiang mensuplai alumina kepada Korut.

Alumina berperan penting dalam ketahanan logam terhadap perkaratan, digunakan untuk membuat sentrifugal yang merupakan peralatan untuk memproduksi komponen penting dalam senjata nuklir yaitu pengayaan uranium.

Kantor Keamanan dan Ketertiban Publik Tiongkok di kota Liaoning pada 15 September merilis berita mengatakan perusahaan Hongxiang  beserta para penanggung jawabnya karena diduga terlibat dalam kejahatan ekonomi dan perdagangan, maka saat ini sedang menjalani pemeriksaaan polisi.

Ma Xiaohong awalnya hanyalah seorang karyawati sebuah department store. Sejak perusahaan industri Hongxiang didirikan pada bulan Januari 2000, selama 17 tahun ia telah berubah menjadi seorang juragan besar yang mencaplok segala perdagangan di perbatasan dengan Korut. Kemudian, setelah perusahaan dikembangkan menjadi grup, membawahi 6 buah anak perusahaaan yang memiliki lebih dari 680 orang karyawan dengan total modal yang dikeluarkan sekitar RMB 102.5 juta. Perusahaan melalui situsnya menyebutkan bahwa Hongxiang telah menjadi jembatan emas yang menghubungkan Korea Utara dengan dunia.

Dengan demikian, Ma Xiaohong memperoleh sanjungan sebagai wanita paling kaya di Dandong. Dan pada tahun 2013, ia diangkat menjadi anggota ke 12 Dewan Perwakilan Rakyat kota Liaoning. Tetapi bulan September ini ia terpaksa mengundurkan diri karena terlibat skandal penyuapan dan lainnya.

Komentator politik Zhou Xiaohui menilai bahwa tanpa dukungan kuat dari pihak-pihak tertentu di belakang perusahaan Hongxiang, tak mungkin prestasi sebesar itu bisa diraih seorang Ma Xiaohong. Tak mungkin perusahaan bisa menjalin hubungan dekat dengan pejabat tinggi dan perwira militer Korut, apalagi menjual-belikan bahan-bahan yang dilarang oleh pemerintah Tiongkok bahkan DK PBB.

Zhou Xiaohui percaya bahwa para kroni Zhou Yongkang yang berada di propinsi Liaoning dan kota Dandong pasti berada di belakang perusahaan Hongxiang. Kelompok Jiang Zemin selama ini secara konsisten “mentranfusikan darah segar” kepada Korut agar keluarga Kim bisa terus membuat kesulitan buat Xi Jinping dalam menjalankan pemerintahan.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular