Biksu Palsu

426

Di provinsi Henan, kota Zhengzhou, ada seorang dokter yang sangat baik hati, dia tanpa pamrih menyelamatkan orang . Dalam kasus menyembuhkan orang miskin yang ingin menyewa kendaraan untuknya, dia akan beralasan bahwa pantatnya berbisul tidak bisa duduk, dia akan berjalan kaki saja, jika mengundangnya makan dia mengatakan bahwa dirinya adalah vegetarian, makan cukup dengan sayuran dan tahu, artinya dia tidak akan menjadi beban orang miskin; sebaliknya jika ada orang kaya memintanya mengobatinya penyakitnya dia akan naik kendaraan dan jika mengundangnya makan dia akan makan daging. Setelah waktu lama, semua orang tahu maksudnya, lalu tidak memanggil namanya lagi, menyebutnya sebagai biksu palsu. Karena di pedesaan rakyat menyebut orang yang vegetarian sebagai biksu, tetapi karena dia tidak benar-benar tidak makan daging dan ikan sehingga dia disebut sebagai biksu palsu. Panggilan ini bukan berarti merendahkan dia, tapi justru menghormati dia, karena walaupun bukan biksu, tapi tindakan dia sangat terpuji.

Suatu hari, ada seorang penduduk kota Huaxian bernama Chen Xiaozi, ibunya sakit parah, sudah berobat kemana-mana tidak efektif, dia berdoa setiap hari, berlutut menangis. Ada orang yang melihat dia seorang anak yang berbakti lalu menyuruhnya ke Zhengzhou mencari dokter biksu palsu.

Chen Xiaozai harus menyeberang sungai ke Zhengzhou, setelah bertanya kepada penduduk kota Zhengzhou ada seseorang membawanya ke rumah biksu palsu, setelah sampai di rumah biksu palsu dia melihat biksu palsu adalah seorang yang miskin seperti dirinya, dia tahu biksu palsu bukan seorang yang materialistik, lalu Chen Xiaozi menceritakan bahwa dia datang dari kota seberang ibunya sakit parah, biksu palsu segera berjanji bahwa besok pagi akan bersama dengannya pulang mengobati ibunya, besok pagi-pagi mereka akan berjalan selama 15 mil untuk sampai ke pelabuhan, setelah itu menumpang ferri menyeberangi sungai, karena setiap hari feri hanya berangkat 3 shift, yang pertama pagi-pagi, yang kedua siang hari, yang terakhir sore hari.

Pada malam itu, nahhoda kapal feri yang menyeberangi orang sedang tidur nyenyak , tiba-tiba dari langit muncul Dewi Kwan Im, berkata kepadanya, besok pagi, biksu palsu akan menyeberangi sungai, tidak boleh membawanya menyeberangi sungai, jika tidak mendengarkan kata-kata saya, Ssaya akan menghukum Anda. Nakhoda kapal dengan terkejut terjaga, dalam hati berpikir tidak boleh membawa biksu palsu menyeberangi sungai, lalu dia tertidur kembali. Dia bermimpi kembali yaitu dewa sungai berpesan lagi kepadanya tidak boleh membawa biksu palsu menyeberangi sungai, jika tidak mendengar atau melanggar Anda akan dihukum mati. Nakhoda terbangun dengan terkejut, dalam hati merasa aneh, lalu melanjutkan tidur kembali. Dan bermimpi dewa tanah berpesan kembali kepadanya harus mengingat pesan dewi Kwan Im dan Dewa Sungai besok tidak boleh membawa biksu palsu menyeberangi sungai jika tidak mentaati saya pasti akan menghukum Anda. Nakhoda terbangun dan tidak berani tidur lagi, begitu hari terang, dia segera berpesan kepada anak buahnya tidak boleh membawa orang yang disebut biksu palsu menyeberangi sungai.

Setelah menunggu semua karcis ferri telah terjual habis dan semua penumpang sudah duduk di ferri, lalu dia bertanya siapa yang bernama biksu palsu, orang-orang di ferri menjawab tidak ada orang yang bernama biksu palsu. Karena nakhoda telah berpesan tidak boleh membawa biksu palsu menyeberangi sungai , karena takut di ferri ada orang yang tidak mau mengaku sebagai biksu palsu, akhirnya ferri tidak berlayar, harus menemukan orang yang bernama biksu palsu dulu. Chen Xiaozai dengan biksu palsu, pagi-pagi harus berjalan lima belas mil ketempat feri, setelah mereka sampai di pelabuhan ferri belum berangkat, Chen Xiaozi dalam hati bersukacita, di pelabuhan feri, ada banyak warung makanan kecil, Chen Xiaozi mentraktir biksu palsu makan. Karena ingin membalas kebaikan biksu palsu, Chen Xiozi ingin memesan daging ayam dan ikan, biksu palsu mengatakan dia vegetarian, lalu memesan tahu dan sayuran saja. Chen Xiaozai dengan sopan berkata, Anda harus makan daging, dan saya tahu bahwa Anda biksu palsu, bukan benar-benar vegetarian. Begitu perkataanya keluar, nakhoda yang sedang mencari biksu palsu segera menuju kehadapan biksu palsu bertanya, apakah Anda biksu palsu, dia menjawab benar, nakhoda kapal tanpa berkata apapun lalu berteriak kepada anak buahnya segera berlayar.

Anak buahnya mendengar teriakannya langsung membawa feri segera berlayar, Chen Xiaozai melihat ferri telah berlayar berlutut di tanah dan menangis dengan sedih memandang kearah ferri yang telah berlayar, tetapi kemudian dia melihat badai menyerang ferri tersebut, ketika dia membuka mata lebar-lebar memandang dia melihat ferri telah diterjang angin yang besar. Ferri serta seluruh penumpangnya tenggelam di sungai, seluruh penumpangnya tidak ada yang selamat. Pada saat ini masyarakat di darat segera sadar, bahwa biksu palsu tidak boleh naik ferri adalah menyelamatkan nyawanya.

Dengan ferri shift siang akhirnya biksu palsu dan Chen Xiaozi dapat menyeberangi sungai, setelah sampai ke rumah Chen Xiaozi, biksu palsu lalu memeriksa dan mengobati ibu Chen sampai sembuh. Biksu palsu menjadi dokter terkenal yang dipuji dan dihormati oleh semua orang.