Oleh: Hua Zi Ming

Fisikawan Inggris Stephen Hawking baru-baru ini kembali memperingatkan, kita harus waspada terhadap makhluk extra terrestrial-ET, karena mereka tidak akan bersikap ramah terhadap manusia.

Dalam video Stephen Hawking’s Favorite Places berdurasi 25 menit yang dirilis di CuriosityStream, astrofisikawan kawakan ini sekali lagi memperingatkan, bahwa ada makhluk cerdas di luar bumi, kita harus waspada terhadap makhluk extra terrestrial-ET, karena mereka tidak akan bersikap ramah terhadap manusia.

Hawking membayangkan, para alien datang dalam armada besar, menggunakan kapal antar bintang raksasa. Setelah menghabiskan semua sumber daya di planet asal mereka, makhluk asing itu mungkin menjadi nomaden dengan ambisi menaklukkan dan mengkolonisasi planet apa pun yang bisa mereka capai.

Menurut Hawking, manusia harus mencari lebih dulu mahkluk extra terrestrial, mengetahui karakter dan kekuatannya, sebelum mereka menemukan kita. Jika lengah, bisa-bisa peradaban akan punah.

“Kita harus waspada menghubungi mereka,” katanya.

Stephen Hawking pernah memperingatkan, tak perlu mengontak alien. Jika memang ada makhluk cerdas di luar angkasa, maka mengontaknya adalah sebuah permainan berbahaya. Hawking percaya, mereka akan menjajah dan menaklukkan planet kita.

Hawking mengibaratkan, pertemuan manusia dengan makhluk cerdas dari dunia lain seperti penduduk asli Benua Amerika (Indian) saat pertama kali bertemu dengan Columbus.

“Tak akan berakhir dengan baik,” kata Hawking.

Hawking mendukung eksplorasi kehidupan di luar Bumi, tetapi ia selalu memperingatkan, harus hati-hati terhadap alien. Dalam proyek Breakthrough Listen, sebuah proyek pencarian kehidupan lain di luar Bumi yang diluncurkannya pada Juli 2015 lalu, Hawking mengatakan, “Bukan masalah besar untuk menemukan makhluk cerdas di luar bumi. Kini tiba saatnya untuk menemukan jawaban dalam mencari kehidupan di luar bumi.” Penting bagi kita untuk mengetahui apakah kita sendirian di alam semesta ini.”

“Saat menatap bintang-bintang, saya selalu membayangkan ada seseorang di sana menatap balik,” ujar Hawking dalam film berjudul ‘Stephen Hawking’s Favorite Places’.

“Saat saya bertambah tua, saya lebih yakin dari sebelumnya bahwa kita tidak sendirian,” katanya.

Hawking membiayai proyek ini bersama dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg dan miliuner Rusia Yuri Milner.

Sejak 2010 lalu, astrofisikawan terkemuka ini secara terbuka menyatakan di harian “Times”, tidak tertutup kemungkinan mahkluk Extra-Terrestrial adalah penyamun yang rakus. Mereka berkeliaran di alam semesta, mencari dan merampas sumber daya, menduduki dan menjalankan pemerintahan kolonial di planet.

Dengan menggunakan teleskop Kepler, para ilmuwan terus menerus menemukan planet terrestrial (planet mirip bumi) yang diduga mengandung kehidupan. (NASA Ames/W. Stenzel)
Dengan menggunakan teleskop Kepler, para ilmuwan terus menerus menemukan planet terrestrial (planet mirip bumi) yang diduga mengandung kehidupan. (NASA Ames/W. Stenzel)

Dengan menggunakan teleskop Kepler, para ilmuwan terus menerus menemukan planet terrestrial (planet mirip bumi) yang diduga mengandung kehidupan.  (NASA Ames/W. Stenzel)

Hawking menekankan, bahwa dengan teknologi yang ada sekarang pada dasarnya kita tidak akan bisa mendeteksi apakah ada kehidupan di planet. Karena planet-planet yang layak huni itu diduga mengandung atmosfer yang tebal, serta posisi orbitnya yang membuat ilmuwan tidak dapat menentukan eksistensi kehidupan, demikian dilansir dari “USA Today,”Jumat (23/9/2016).

Namun Hawking percaya bahwa penggunaan teleskop radio sensitif dalam poyek Breakthrough Listen mungkin dapat menemukan kehidupan di Gliese 832c. Gliese 832c adalah sebuah planet mirip bumi yang hanya berjarak 16 tahun cahaya dari bumi yang ditemukan pada tahun 2014.

Sementara itu, baru-baru ini, Hawking juga memperingatkan bahwa spesies manusia bisa dihabisi secara brutal oleh robot liar yang terlalu kuat bagi kita untuk menaklukkannya. Selama ini, Stephen Hawking dikenal sebagai kritikus garis depan terkait perkembangan kecerdasan buatan yang tak terkendali.

Menurut Hawking, mesin super-pintar ini bisa menghancurkan penciptanya, manusia. Dan tidak mustahil mereka akan membuat kita punah.

Laporan terkait mengatakan, bahwa menurut pandangan Hawking, dengan ditemukannya kehidupan di luar bumi merupakan temuan ilmiah terbesar dalam sejarah umat manusia. Karena ‘ia’ akan memaksa kita untuk mengubah pandangan kita.

“Kita harus meninggalkan pandangan seperti ini, kita adalah satu-satunya makhluk cerdas di jagad raya ini. Kita, umat manusia harus mulai lebih ramah dan lebih manusiawi,” tulis laporan itu.  (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular