Erabaru.net. Gara-gara mendengar resep obat yang katanya ampuh menyembuhkan wasir, seorang wanita di Harbin baru-baru ini menyantap lebih dari 10 ekor lipan selama dua hari berturut-turut. Wanita yang bermaksud menyembuhkan wasirnya dengan cara “racun dilawan racun” ini, justru menjadi mual, lesu dan gejala lain usai menyantap hewan tak bertulang belakang ini.

Saat dilarikan ke rumah sakit, wanita ini didiagnosis menderita gagal hati akut, dan kondisinya semakin memburuk, hingga akhirnya tewas setelah gagal diselamatkan. Menurut penuturan ahli, lipan memang memiliki khasiat menawar racun dan melawan kanker, tapi tidak boleh sembarangan dimakan mentah.

Dalam novel atau film silat Mandarin kerap dihiasi dengan alur cerita tentang “racun dilawan dengan racun” untuk menyembuhkan penyakit. Sementara di masyarakat juga beredar sejumlah resep tentang “racun dilawan racun” dalam mengatasi penyakit. Dan hal ini terjadi pada seorang wanita usia 50 tahun lebih bermarga Li di Harbin, provinsi Heilongjiang, yang salah kaprah mendengar resep tersebut, mengira dengan mengonsumsi lipan dapat menyembuhkan wasirnya.

Menurut laporan media setempat, penyakit wasir yang diderita wanita bermarga Li ini tiba-tiba kumat beberapa waktu lalu, belakangan ia mendengar kabar bahwa lipan dapat menyembuhkan wasir, lalu ia pun menyantap lebih dari 10 ekor lipan selama dua hari berturut-turut. Namun, efeknya justru ia menjadi mual, lesu dan gejala lain, kemudian segera dilarikan ke rumah sakit di Harbin, provinsi Heilongjiang, Tiongkok.

Dari hasil pemeriksaan dan urinalisis, Li didiagnosis menderita “gagal hati akut,” meskipun sejumlah dokter berupaya menyelamatkannya, namun, belum mampu mencegah kondisinya yang memburuk, hingga akhirnya meninggal.

Menurut penjelasan dokter setempat, cukup banyak obat yang dapat menyebabkan kerusakan hati, dan mungkin akan mengalami gagal hati hingga mengancam jiwa jika serius. Dokter mengingatkan, tidak hanya obat barat yang dapat menyebabkan kerusakan hati, obat-obatan Tiongkok juga dapat menyebabkan kerusakan hati.

Sementara itu, rekam medis juga menyebutkan, bahwa lebih dari 20% kerusakan hati akibat obatan-obatan itu disebabkan oleh obat Tiongkok, diantaranya termasuk Polygonum Multiflorum, Chrysanthemum atau bunga krisan dan sejenisnya itu rata-rata dapat menyebabkan kerusakan hati apabila salah makan.

Lipan dapat menawar racun melawan kanker, tapi tidak boleh sembarangan dimakan mentah.

Lipan, ular, kalajengking, tokek dan kodok dijuluki sebagai ‘lima (hewan) beracun.” Peringkat pertama dalam lima jenis racun. Ketika seseorang disengat lipan, kelenjar racunnya akan mengeluarkan sejumlah besar racun, yang dapat menyebabkan keracunan bila kelenjar racunnya meresap di bawah kulit seseorang yang tersengat.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, racun seperti ini kerap digunakan untuk “melawan racun dengan racun.” Reaksi obatnya bersifat pedas hangat, memiliki khasiat dalam mengobati wasir, sebagai penawar racun dan melawan kanker, meredakan demam dengan gejala kejang dan melancarkan energi meridian pada organ hati, limpa dan paru-paru.

Para ahli mengingatkan, meskipun lipan memiliki khasiat sebagai detoksifikasi, melawan kanker, namun, hewan tak bertulang belakang ini sangat berbahaya apabila dimakan mentah, karena racun lipan masih sangat kuat meskipun kaki dan kepalanya telah dihilangkan. Sementara lipan yang digunakan dalam obat-obatan Tiongkok umumnya harus melalui proses pengolahan yang seksama baru boleh dikonsumsi. (Epochtimes/You Si Yu/joni/rmat)

Share

Video Popular