Kita tahu, terlalu banyak konsumsi gula itu dapat membahayakan tubuh. Sementara itu, penelitian terbaru menyebutkan, bahwa orang-orang terlalu meremehkan efek berbahaya dari konsumsi gula yang berlebihan, makanan yang banyak mengandung tambahan fruktosa dapat membahayakan hingga 940 gen otak, memicu obesitas, tekanan darah tinggi, depresi dan penyakit lainnya.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal The Health and Sciences Academy Inggris, gen-gen yang rusak ini terdiri dari 734 gen di hipotalamus (pusat kendali metabolisme utama otak) dan 206 gen dalam hippocampus (yang mengatur kapasitas memori dan kemampuan belajar), gen-gen ini berhubungan dengan fungsi dasar yang sangat penting dalam tubuh, seperti metabolisme sel, informasi antar sel, peradangan dan fungsi otak secara keseluruhan.

Konkretnya, gen-gen yang rusak ini dapat menyebabkan penyakit Parkinson, depresi dan gangguan bipolar dan penyakit otak lainnya, gangguan leptin resistance yang secara langsung berhubungan dengan obesitas, dan gejala tekanan darah tinggi, serta sindrom metabolik.

Sumber terkait mengatakan, bahwa penelitian sebelumnya telah menunjukkan makanan dan minuman tinggi fruktosa memiliki efek yang berbahaya pada otak, seperti merusak komunikasi informasi antar sel-sel otak, meningkatkan molekul beracun dalam sel-sel otak dan merusak kapasitas memori dan kemampuan belajar.

Tentu saja kita tidak ingin mengorbankan tubuh kita ketika sedang menikmati makanan-makanan lezat. Jadi, sehubungan dengan ini, The Health and Sciences Academy merekomendasikan, aditif makanan-gula (termasuk fruktosa) yang dikonsumsi jangan lebih dari 25 gr per hari.

The Health and Sciences Academy di Inggris menegaskan, bahwa fruktosa dan buah-buahan itu tidak sekonsep. Meskipun gula dalam buah-buahan itu adalah fruktosa, namun, apabila buah itu dimakan utuh, maka nutrisi yang diserap meliputi fruktosa, serat, air, vitamin dan sebagainya, dimana semua unsur ini merupakan asupan gizi yang seimbang. Sementara jika hanya mengonsumsi fruktosa buatan dengan konsentrasi yang tinggi itu memang tidak baik bagi tubuh.

Ditilik dari sisi nutrisi dan kelezatannya, buah-buahan adalah makanan manis yang terbaik.

Gula rentan menyebabkan ketagihan

Dari hasil studi pada Oktober 2015 lalu, para ilmuwan di Universitas New South Wales, Australia, menyebutkan, bahwa banyak makanan tinggi gula dan lemak itu tidak hanya membahayakan kesehatan, tapi juga mudah menyebabkan ketagihan layaknya morfinis.

“Ketika seseorang sedang makan, dimana jika tidak memberinya makanan manis (makanan yang mengandung gula), maka orang ini akan menjadi mudah marah dan gugup karena tidak bisa terus menerus menikmati makanan manis. Manifestasi ini sama persis dengan gejala seseorang yang mudah marah karena berusaha menghentikan kebiasaan merokok dan keinginannya akan obat (narkoba) untuk sekadar meringankan gejalanya, kata Amy Reichelt, penelit di Universitas New South Wales, Australia.

Sementara itu, dari hasil penelitiannya, dokter dari Mount Sinai School of Medicine, Amerika Serikat, juga menegaskan bahwa makanan tinggi gula memiliki efek samping pada seseorang secara psikologis. Dan menurut pernyataan dokter Nicole Avena, bahwa mekanisme fisiologisnya secara konkret saat ini masih belum jelas, namun, hasil studi ini mengingatkan masyarakat sebaiknya hati-hati terhadap makanan-minuman tinggi gula, jangan sampai kesehatan Anda menjadi korban karenanya. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular