JAKARTA – Nominal harta pada program Tax Amnesty yang dicanangkan oleh pemerintah terus menunjukkan peningkatan. Program ini akan berakhir pada Maret 2017 dengan rincian tebusan akhir September ini 2% untuk deklarasi dalam negeri dan repatriasi, atau 4% untuk deklarasi harta di luar negeri.

Mengutip dari situs resminya pajak.go.id, total komposisi harta berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) sudah mencapai Rp 3.096 Triliun. Rinciannya, harta deklarasi dalam negeri mencapai Rp 2.102 Triliun, deklarasi luar negeri mencapai Rp 867 Triliun dan harta repatiriasi atau yang dibawa masuk ke dalam negeri mencapai Rp 128 triliun.

Uang tebusan sudah mencapai Rp 77,3 triliun, Dengan rincian, orang pribadi non-UMKM berjumlah Rp 67.3 triliun, badan non-UMKM mencapai Rp 7.61 triliun, orang pribadi UMKM sebesar Rp 2.31 triliun, dan badan UMKM sebesar Rp 2,28 miliar.

Sedangkan berdasarkan data Surat Setoran Pajak (SSP) yang dicantumlah dengan jumlah uang tebusan yang masuk sebesar Rp 91, 9 triliun. Rincinya, pembayaran tebusan Rp 88.5 triliun, pembayaran tunggakan Rp 3,06 triliun dan pembayaran bukper Rp 336 miliar.

Amnesti Pajak atau pengampunan pajak berlaku sejak disahkan hingga 31 Maret 2017 dan terbagi kedalam 3 (tiga) periode, yaitu Periode I: Dari tanggal diundangkan s.d 30 September 2016, Periode II: mulai 1 Oktober 2016 s.d 31 Desember 2016 dan periode III: dari  1 Januari 2017 – 31 Maret 2017.

Sebagaimana diketahui Amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan. Selain itu meliputi penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan. (asr)

Share

Video Popular