The Joint Investigation Team (JIT) atau Tim Investigasi Gabungan Internasional yang menyelidiki kasus jatuhnya pesawat MH 17 mengkonfirmasi bahwa pesawat penumpang Malaysia Airlines MH 17 itu  jatuh karena ditembak oleh rudal Buk Rusia yang dikirim ke Ukraina. Hal itu dinyatakan pada Senin (26/9/2016) saat  konferensi pers di Nieuwegein Belanda.

Konferensi pers itu dihadiri para ahli dari Belanda, Australia, Belgia, Malaysia, Ukraina dan para jaksa yang tergabung dalam JIT. Hadir pula para keluarga korban jatuhnya pesawat penumpang Boeing 777 milik Malaysia Airline MH 17.

Jaksa menyebutkan bahwa melalui rekaman percakapan telepon, foto, gambar video, film dan lainnya dapat dipastikan, rudal Buk itu diangkut dari Rusia ke Ukraina. Rincian laporan hasil penyelidikan akan berfungsi sebagai bukti dan dikirim ke pengadilan internasional untuk pengajuan gugatan pidananya.

Sebelum ini, analisa para ahli sebelumnya telah menduga bahwa rudal Buk yang merenggut 298 nyawa seluruh penumpang dan awak pesawat MH 17 tersebut berasal dari Rusia, tetapi terus dibantah oleh pihak berwenang Rusia bahkan melempar tanggung jawab kepada pemerintah Ukraina.

Tim investigasi gabungan internasional mengadakan pertemuan di Belanda, mengumumkan hasil temuan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa Malaysia Airlines MH17 jatuh akibat ditembak rudal Buk Rusia yang diangkut ke Ukraina. Gambar menunjukkan saat pertemuan berlangsung. (Freek van den Bergh / Getty Images)
Tim investigasi gabungan internasional mengadakan pertemuan di Belanda, mengumumkan hasil temuan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa Malaysia Airlines MH17 jatuh akibat ditembak rudal Buk Rusia yang diangkut ke Ukraina. Gambar menunjukkan saat pertemuan berlangsung. (Freek van den Bergh / Getty Images)

Pesawat penumpang MH 17 yang terbang dari bandara Amsterdam menuju Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014 jatuh dari ketinggian 33.000 kaki (+/- 10.000M) ketika sedang terbang di atas udara Ukraina akibat ditembak oleh rudal Buk yang menyebabkan pesawat meledak dan hancur di udara. Puing-puing pesawat dan barang-barang milik penumpang kemudian ditemukan berserakan di dalam wilayah Ukraina. 283 orang penumpang berikut 15 orang awaknya tak satu pun yang selamat.

Ini merupakan insiden kecelakaan pesawat Malaysia Airlines yang terburuk sepanjang sejarah perusahaan itu. Tim investigasi JIT dibentuk dengan dipimpin oleh Belanda karena 2/3 penumpang  pesawat itu adalah warga Belanda, sedangkan anggota tim terdiri dari ahli yang ditunjuk oleh Australia, Belgia, Ukraina dan Malaysia. (ntdtv/sinatra/rmat)

Share

Video Popular