JAKARTA – Walaupun PON XIX Jawa Barat dituding bermasalah dalam berbagai aspek mulai maraknya tuduhan kecurangan bahkan terjadi baku hantam, kontingen tuan rumah dipastikan menjadi juara umum pada perhelatan olahraga tingkat nasional yang digelar sejak 17-29 September 2016.

Sebanyakk 44 cabang olahraga dipertandingkan selama PON XIX/2016 terdiri 366 pertandingan putra, 297 pertandingan putri, 36 pertandingan campuran dan 57 pertandingan terbuka di 68 Venue yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Medali yang diperebutkan yakni 756 medali emas, 756 medali perak, dan 954 medali perunggu dan 12 cabang olahraga eksibisi.

Hingga perolehan medali pada hari terakhir pada Kamis siang (29/9/2016) jumlah peroleh medali Kontingen Jawa Barat dengan total 531 medali terdiri 217 emas, 157 perak dan 15 perunggu. Pada peringkat kedua diduduki provinsi Jawa Timur dengan total 404 medali terdiri 132 emas, 138 perak dan 118 perunggu.

Sementara pada peringkat ketiga dirauh oleh Provinsi DKI Jakarta dengan perolehan 374 medali terdiri 132 emas, 124 perak dan 118 perunggu. Pada peringkat ke empat diraih oleh Provinsi Jawa Tengah dengan perolehan 32 emas, 56 perunggu dan 85 perak secara total 173 medali. Adapun pada peringkat ke lima diraih oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan perolehan 25 emas, 41 perak dan 73 perunggu.

Pada tiga peringkat terakhir, pada urutan 32 diperoleh oleh Provinsi Sulawesi Tengah dengan perolehan 4 perak dan 7 perunggu, selanjutnya Provinsi Bengkulu dengan perolehan 2 medali perak dan 2 medali perunggu serta urutan terakhir Provinsi Sulawesi Barat yang hanya meraih 1 medali perunggu.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan seperti dikutip laman resmi PON mengatakan berbagai riak dalam pertandingan tentu saja terjadi. Bahkan kepuasan dan ketidakpuasan atas hasil pertandingan sangat mungkin dialami oleh para ofisial kontingen. Namun Aher optimis, akses pertandingan tidak akan berlanjut sehingga pertandingan bisa terus berjalan.

Aher mencontohkan seperti saat cabor polo air, akses pertandingan itu adalah munculnya penilaian bahwa PON XIX kacau. Menurut Aher, penilaian ini sangat gegabah karena hanya melihat pada satu dua kejadian, lantas menggeneralisasi bahwa PON Jawa Barat kacau. Aher menilai tudingan tersebut sangat tidak adil dan terjadi komentar yang tak berimbang.

“Saya sangat menyayangkan berbagai komentar yang justru memperkeruh suasana,” kata Aher. (asr)

 

Share

Video Popular