Oleh: Lin Yan

Setelah femomena penampakan Bulan Super (bulan penuh), Bulan Darah (bulan merah) dan Bulan Biru, kini muncul lagi fenomena Black Moon atau Bulan Hitam.

Melansir laman Space.com, Bulan Biru atau Blue Moon dijuluki sebagai Bulan Purnama kedua yang terjadi pada satu bulan kalender, sedangkan Bulan Hitam adalah julukan untuk fase Bulan Baru kedua dalam satu bulan kalender.

Fenomena astronomi yang unik ini akan muncul pada Jumat (30/9/2016) besok. Namun, penggemar astronomi tampaknya harus kecewa tidak dapat menyaksikan bulan hitam ini, karena kita sama sekali tidak dapat melihat objek apapun. Bulan hitam dengan langit yang gelap gulita, tidak ada objek apapun yang bisa disaksikan.

“Bulan Hitam adalah fenomena langit yang jarang, biasanya terjadi sekitar 32 bulan sekali, fenomena Bulan Hitam terakhir kali terjadi pada Maret 2014,” ujar Joe Rao, editor  dari Space.com.

Menurut penuturan Rao, seperti halnya bulan baru lain, Bulan Hitam tak dapat diamati. Hal ini terjadi karena sisi Bulan yang diterangi sinar Matahari menjauh dari Bumi, sehingga sisi yang terlihat dari Bumi seluruhnya berada dalam bayangan. Meskipun tidak ada yang dapat diamati, namun, pada Jumat malam waktu EST, atau Sabtu (1/10/2016) pukul 07:11 WIB, masyarakat dapat menikmati sejenak langit malam yang sepenuhnya tidak disertai cahaya bulan.

Fenomena bulan hitam merupakan saat ketika bulan memutar dan langit menjadi gelap di belahan bumi sebelah Barat. Jadi sewaktu fenomena terjadi bulan malah hampir tidak terlihat.

“Bulan hitam akan naik pada Jumat malam, memutar langit gelap di belahan bumi Barat, sebagian besar Amerika dan Eropa,” kata Rao.

Sama seperti mitos tentang bulan darah atau bulan biru, tidak semua orang menganggap fenomena ini hanya berupa fenomena astronomi aneh saja, banyak yang mengaitkan fenomena bulan hitam ini dengan ramalan tentang kiamat, mitos atau keagamaan.

Melansir express.co.uk, pendukung teori konspirasi tentang akhir zaman menyebutkan, bahwa Jumat, 30 September 2016, akan menjadi hari terakhir bagi seluruh makhluk hidup di bumi. Pada tanggal itu akan terjadi fenomena Black Moon atau Bulan Hitam yang ada dalam kitab suci, yang disebutkan sebagai tanda akhir zaman dan kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya.

Menurut pencetus teori konspirasi, ramalan Bulan Hitam akan dipenuhi pada 30 September dan menjadi awal kehancuran dunia. Namun, para ilmuwan membantah rumor tersebut. Ilmuwan mengingatkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan pada Jumat, dunia akan terus berputar. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular