SUMENEP – Benda misterius yang jatuh di Sumenep, Jawa Timur, Senin (26/9/2016) kemudian diketahui sebagai pecahan Roket Falcon 9 dikonfirmasi oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bebas dari radiasi dan kandungan nuklir.

Pemeriksaan dilakukan setelah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) meminta pemeriksaan oleh Tim Satuan Tanggap Darurat (STD) BAPETEN. Melansir dari situs resmi BAPETEN, pada Kamis (29/9/2016) Tim STD yang terdiri atas 2 orang telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua obyek yang telah diamankan di Mapolres Sumenep, Jawa Timur.

Kepala Subdirektorat Kesiapsiagaan Nuklir, Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir BAPETEN, Mohammad Ridwan menyampaikan hasil pemeriksaan ini kepada Ketua Tim LAPAN dan jajaran Kepolisian Resort Sumenep.

Menurut Ridwan, Tim STD memastikan bahwa tidak ada paparan radiasi nuklir pada seluruh obyek yang diperiksa. “Paparan radiasi dari semua obyek yang kami ukur sama dengan paparan radiasi alam. Dengan demikian seluruh obyek yang berada di Mapolres Sumenep kami nyatakan bebas dari bahaya radiasi nuklir,” kata Ridwan dikutip dari situs BAPETEN, Jumat (30/9/2016).

Benda-benda misterius jatuh dari langit di Pulau Giki Genting, Desa Lombang, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, Senin (26/9/2016). Warga pun mendengar adanya dentuman keras dari angkasa saat detik-detik benda-benda ini menghujani tanah di Pulau Madura itu.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa benda tersebut diduga kuat merupakan sampah antariksa pecahan bekas roket Falcon 9 R/B hingga jatuh di Sumenep. Tak hanya itu, Thomas mengatakan LAPAN sudah mendapat konfirmasi dari Space X bahwa bnda yang jatuh adalah roket Falcon 9.

Landasan kuat bahwa benda-benda tersebut adalah roket Falcon adalah adanya kesesuaian antara lintasan benda hasil pengamatan dan model dengan fakta di lapangan. Menurut Thomas, kepingan yang ditemukan adalah bagian dari roket tingkat atas yang digunakan untuk meluncurkan satelit komunikasi JCSAT 16 miliki Jepang pada 14 Agustus 2016. Roket miliki Space-X, Amerika Serikat, ini diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat. (asr)

Share

Video Popular