Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengatakan, hanya 8 persen penduduk dunia tinggal di wilayah dengan polusi udara yang sesuai dengan batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Setiap tahun sekitar 6,5 juta orang tewas akibat polusi udara, diantaranya jutaan orang tewas di Tiongkok.

Laporan polusi udara yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa 27 September lalu menyebutkan, polusi yang disebabkan partikel halus kini sedang menyebar di seluruh dunia, dan lebih dari 90 persen penduduk dunia terkena dampaknya. Setiap tahun sekitar 3 juta orang tewas karena kanker paru-paru dan penyakit terkait lainnya, jika ditambah dengan jumlah kematian akibat polusi dalam ruangan, diperkirakan jumlah totalnya sekitar 6,5 juta jiwa, demikian dilansir dari Radio Free Asia.

Tiongkok, negara yang terkenal karena buruknya kualitas udara, setiap tahun lebih dari satu juta orang tewas karena polusi udara. Kedua adalah India yang menyumbang sedikitnya 600 ribu angka kematian, sementara di Rusia lebih dari 140 ribu orang tewas akibat polusi udara. Polusi udara di Tiongkok dan India dianggap sebagai polusi paling parah.

Polusi batubara saja membunuh 366.000 orang di Cina pada 2013. Menurut peneliti Qiao Ma. Brauer mengatakan batubara yang dibakar untuk listrik adalah pencemar terbesar di negara itu. Target baru Cina untuk mengurangi emisi, disepakati pada pertemuan iklim Paris tahun lalu, tidak benar-benar diterapkan.

Menurut WHO, penyebab utama polusi udara di antaranya adalah moda transportasi yang tidak efisien, pembuangan gas rumah tangga, pembakaran sampah, pembangkit listrik tenaga batu bara, dan aktivitas industrial.

Perhitungan polusi udara oleh WHO diukur oleh para ilmuwan dari delapan institusi internasional. Mereka mengumpulkan data dari 3.000 lokasi dengan pengawasan polusi dari darat dan analisis gambar satelit. Sekitar 92 persen penduduk dunia tinggal di wilayah dengan partikel halus melebihi standar yang ditetapkan WHO, dimana  wilayah Asia Tenggara, Laut Tengah bagian Timur dan Pasifik Barat dinyatakan paling parah. (Secretchina/Zhang Lan/joni/rmat)

Share

Video Popular