JAKARTA – DAFOH (Doctors Against Forced Organ Harvesting) atau Dokter Anti Pengambilan Organ Paksa resmi mencanangkan bahwa pada 1 Oktober sebagai Hari Anti Pengambilan Organ Paksa Internasional. Kegiatan di Indonesia digelar di depan Kedutaan Besar RRT di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016).

Kali ini, DAFOH membuat petisi secara khusus satu hari untuk digunakan pada 1 Oktober. Sebagaimana dicantum dalam situs resminya dafoh.org,  petisi untuk Hari Anti Pengambilan Organ Paksa Internasional 2016 menyerukan kepada UNHRC dan pemerintah Tiongkok untuk segera mengakhiri pengambilan organ paksa dari praktisi Falun Gong dan semua tahanan hati nurani lainnya.

Relawan DAFOH di Indonesia, Priyati menuturkan kegiatan digelar sebagai deklarasi 1 Oktober sebagai Hari Anti Pengambilan Organ Paksa Internasional. Selain itu, acara juga digelar untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan transplantasi organ di Tiongkok.

Seruan untuk tak melakukan tranplantasi ini, katanya, bukan tanpa alasan kuat. Pasalnya, sejumlah tahan dari praktisi Falun Gong dan tahanan nurani menjadi korban praktek tranplantasi ilegal di Tiongkok. Bahkan, penyelidikan independen internasional sudah menemukan bukti-bukti kuat terjadinya pengambilan organ paksa secara ilegal di Tiongkok.

“Kita juga mengadakan petisi, di samping itu kita beri tahu kepada masyarakat dan supaya lebih menyebarluaskan kepada masyarakat, bahwa jangan sampai mereka melakukan transplantasi organ karena ini berasal pengambilan organ paksa dari praktisi Falun Dafa di Tiongkok,” katanya usai kegiatan.

Doctors Against Organ Forced Harvest (DAFOH) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh dokter-dokter  untuk secara sukarela melayani komunitas medis, serta masyarakat. Organisasi yang berkantor pusat di Washinngton, Amerika Serikat ini berdiri secara independen. DAFOH didirikan sebagai penghormatan terhadap martabat manusia dan mempromosikan standar etika tertinggi dalam kedokteran seperti Sumpah Hipokrates, Deklarasi Jenewa, Kode Nuremberg, Deklarasi Helsinki dan Deklarasi Istanbul.

DAFOH  bertujuan untuk memberikan komunitas medis dan masyarakat dengan temuan dan tujuan pengambilan organ tidak etis dan ilegal. Praktek ini terdiri pengambilan organ secara paksa, pengambilan organ tubuh dari donor tanpa memperoleh persetujuan bebas dan sukarela. Praktek seperti ini sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, serta ancaman terhadap ilmu kedokteran.

Sebuah artikel yang dimuat oleh media Inggris ‘Daily Mail’ pada 24 Juni 2016 menyebutkan, tidak kurang dari 90.000 orang tahanan di Tiongkok setiap tahunnya mengalami pengambilan paksa organ tubuh hidup oleh rezim Partai Komunis Tiongkok/ PKT untuk diperdagangkan. Kebanyakan dari mereka adalah para praktisi Falun Gong yang ditahan bukan karena melanggar hukum.

Salah satu penulis laporan tersebut, Ethan Gutman sebaga seorang investigator independen, mengatakan bahwa jika seseorang saat ini berkunjung ke Tiongkok dengan tujuan transplantasi, organ yang ia butuhkan itu besar kemungkinan berasal dari tubuh praktisi Falun Gong yang dibunuh demi organ segar.

Gutmann mengatakan, kasus-kasus pengambilan paksa organ di Tiongkok sudah terjadi pada era 1980-an, tetapi kenaikan secara dramatis justru terjadi mulai tahun 2000. Pada 2001, sudah ada lebih dari 1 juta praktisi Falun Gong yang dipenjara dalam kamp-kamp konsentrasi,  dari sana mereka dikirim ke rumah sakit untuk mendapatkan “pemeriksaan gratis fungsi organ tubuh. Diketahui, penganut agama Kristen dan warga Tibet  juga dimasukkan sebagai target pengambilan organ hidup.

Para investigator melakukan pembicaraan melalui saluran telepon, meneliti situs-situs rumah sakit, analisis dan evaluasi jurnal medis, mensurvei 865 rumah-rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah Tiongkok.

Mereka melakukan pelacakan terhadap 712 unit pusat-pusat transplantasi hati dan ginjal di Tiongkok. Berhasil melakukan investigasi lebih mendalam terhadap 165 unit rumah sakit yang memperoleh ijin transplantasi yang dikeluarkan oleh rezim PKT yang dipimpin oleh Jiang Zemin pada waktu itu.

Falun Gong atau Falun Dafa adalah satu bentuk kultivasi untuk kesehatan jiwa dan raga yang dilakukan dengan mengikuti paket latihan gerak dan meditasi. Di Tiongkok jumlah praktisinya sudah mencapai lebih dari 100 juta, tetapi sejak 1999, Jiang Zemin menggunakan kekuasaannya dan kekuatan PKT untuk membasmi Falun Gong di Tiongkok hingga menyebar ke dunia internasional. (asr)

Share

Video Popular