Sebuah kapal nelayan Tiongkok tiba-tiba terbakar saat melakukan penangkapan ikan di perairan dekat Jeolla-nam do Korea Selatan pada 29 September siang. Tiga di antara 17 orang yang berada di atas kapal itu tewas, keempatbelas orang lainnya diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pengobatan dan pemeriksaan.

Laporan BBC menyebutkan bahwa pejabat Korea Selatan pada Jumat (30/9/2016) sudah membenarkan kejadian tersebut. Ketiga orang nelayan Tiongkok itu mungkin tewas karena mendapat serangan dari kapal penjaga pantai Korea Selatan. Gambaran secara kasar adalah kapal nelayan itu mungkin terbakar karena terkena lemparan flashbang polisi mmaritim dari atas kapal yang menyebabkan ketiganya menghirup gas beracun.

Akibat pencemaran kualitas air menurun, jumlah ikan yang hidup di perairan dekat pantai Tiongkok berkurang drastis. Sejak beberapa tahun terakhir, para nelayan Tiongkok sudah mulai  memperluas ruang lingkup penangkapan ikan untuk memenuhi permintaan pasar domestik yang tumbuh cepat.

Menangkap ikan sampai masuk perairan wilayah negara tetangga acap kali terjadi. Karena itu konflik dengan kapal patroli tak terhindarkan. Kapal Tiongkok tersebut saat itu berada di tenggara perairan yang berjarak hanya 70 km dari sebuah pulau milik Korea Selatan. Ketika  kapal patroli hendak menangkapnya karena masuk wilayah secara ilegal, kapal nelayan Tiongkok itu berusaha untuk melarikan diri.

Pejabat Korea Selatan mengatakan, kapal penangkap ikan yang ditumpangi oleh 17 orang nelayan itu menolak untuk mematuhi perintah petugas patroli ketika diminta untuk berhenti guna pemeriksaan. Mereka bahkan berusaha untuk melarikan diri, sehingga petugas terpaksa melemparkan flashbang ke dalam ruang kemudi. Flashbang atau granat kejut yang mampu menghasilkan kilatan kuat dan suara keras umumnya hanya digunakan untuk melumpuhkan lawan tetapi tidak mematikan.

Kapal penangkap ikan seketika itu terbakar. Akhirnya polisi menemukan ketiga orang yang berada dalam ruang kemudi itu sudah tewas.

Pejabat kapal penjaga pantai mengatakan, ketiga orang nelayan Tiongkok yang tewas itu mungkin akibat menghirup gas beracun, meskipun perlu diteliti lebih lanjut melalui otopsi. Pejabat Korea Selatan mengatakan bahwa apakah kapal itu terbakar akibat flashbang juga perlu diusut.

Keempatbelas orang nelayan lainnya sudah dibawa ke Korea Selatan untuk menjalani interogasi.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan menyatakan belasungkawa atas meninggalnya ketiga orang nelayan Tiongkok. Ia juga menegaskan bahwa kapal nelayan Tiongkok saat itu sedang melakukan pengkapan ikan ilegal dan berusaha untuk menghindari pemeriksaan.

Media Hongkong mengabarkan bahwa Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam jumpa pers rutinnya telah mengkonfirmasi adanya kejadian tersebut. Dan menegaskan bahwa pihaknya juga sudah mengirimkan tanggapan yang berisikan permintaan untuk bersama-sama melakukan investigasi insiden, termasuk memberikan pengaturan yang layak kepada keempatbelas orang nelayan dan pemulangan ketiga jenasah.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular