Jika suatu ketika Anda harus menghadiri suatu pertemuan penting atau memberi pidato, sebelumnya cobalah Anda minum secangkir teh peppermint. Mengapa? Karena teh peppermint dapat meningkatkan memori dalam waktu dua puluh menit.

Dalam siaran dari Konferensi Tahunan Komunitas Psikolog Inggris di Nottingham, peneliti melaporkan bahwa mereka telah menemukan teh peppermint dapat segera meningkatkan memori jangka pendek dan jangka panjang.

Para peneliti, yaitu Dr. Mark Moss, Robert Jones, dan Lucy Moss dari Universitas Northumbria, Inggris, menguji 180 peserta penelitian yang sehat yang secara acak disuruh untuk minum teh peppermint, teh chamomile, atau air hangat. Sebelum peserta penelitian minum teh tersebut, peneliti memberi kuesioner kepada semua peserta penelitian untuk menilai suasana hati mereka. Kemudian 20 menit setelah minum teh atau air hangat, peserta penelitian diuji dengan kuesioner lain untuk mengukur memori jangka pendek dan jangka panjang dan fungsi kognitif lainnya.

Peneliti menemukan bahwa teh peppermint secara bermakna meningkatkan memori jangka panjang pada peserta penelitian yang meminumnya. Teh peppermint juga meningkat memori dan kewaspadaan dibandingkan dengan minuman lain.

Peserta penelitian yang minum teh chamomile menunjukkan penurunan perhatian dan memori dibandingkan dengan peserta penelitian yang minum teh peppermint dan yang minum air hangat.

Dr. Moss dari Universitas Northumbria mengomentari penelitian: “Menarik untuk melihat efek kontras pada suasana hati dan fungsi kognitif dari dua teh herbal yang berbeda. Teh peppermint meningkatkan dan membangkitkan memori sedangkan teh chamomile memberi efek menenangkan yang diamati dalam penelitian ini adalah sesuai dengan khasiat yang terkandung dalam herbal tersebut.”

Ini bukan pertama kalinya peppermint dikaitkan dengan memori. Peneliti menguji 144 peserta penelitian yang dipapar aroma minyak atsiri ylang-ylang, peppermint, atau tanpa aroma (sebagai kontrol). Peneliti menguji kinerja fungsi kognitif peserta penelitian dengan menggunakan uji penilaian kognitif terhadap zat dengan menggunakan komputer.

Penelitian ini menunjukkan bahwa aroma minyak peppermint secara bermakna meningkatkan memori, sedangkan aroma minyak ylang-ylang menghambat memori dan memperlambat kecepatan pemrosesan kognitif. Peneliti juga menemukan aroma peppermint mengakibatkan peningkatan kewaspadaan.

Seperti teh chamomile, aromaterapi ylang-ylang menurun kewaspadaan dan meningkatkan ketenangan.

Dalam sebuah penelitian di Universitas Leiden di Belanda, peneliti menguji dengan membandingkan aromaterapi peppermint dengan lavender dan aroma lainnya. Peneliti menemukan aromaterapi peppermint merangsang “supaya lebih memusatkan perhatian”.

Peppermint, atau mentha piperita atau mentha balsamea willd, adalah tanaman hibrida. Peppermin adalah hasil persilangan alami antara spearmint dan watermint. Tanaman peppermint tidak menghasilkan biji, sehingga harus dibudidayakan dengan menanam tunas.

Setelah dibudidayakan selama berabad-abad di berbagai belahan dunia, peppermint sekarang tumbuh liar di banyak daerah. Sekarang ini di beberapa daerah orang menganggapnya sebagai rumput liar.

Bagian yang penting dari peppermint yang berkhasiat meliputi mentol, menthon, mentil asetat, menthofuran, dan cineol, serta pulegon, pinen, caryofillen, dan limonen, yang masing-masing mempunyai khasiat tersendiri untuk tubuh.

Termasuk khasiat mengurangi nyeri saraf dan nyeri otot, sebagai antibiotik dan antijamur, membantu pencernaan dan membantu mengurangi peradangan pada selaput mukosa rongga mulut dan saluran pencernaan bagian atas.

Dalam saluran pencernaan, peppermint mengurangi gas (mengurangi kembung pada perut) dan merangsang produksi empedu, sehingga fungsi pencernaan menjadi jauh lebih baik.

Manfaat pengeluaran empedu ini dipelajari secara khusus. Mentol dan limonen merangsang pengeluaran empedu. Peneliti mencatat bahwa pengeluaran empedu secara bermakna menurunkan kadar kolesterol total.

Beberapa laporan telah menyebutkan bahwa peppermint mungkin tidak begitu baik bagi penderita nyeri lambung yang parah.

Peppermint juga terbukti meredakan nyeri kepala. Sebuah penelitian di Jerman baru-baru ini meneliti dengan menggunakan larutan peppermint 10% untuk mengobati nyeri kepala pada anak-anak dan orang dewasa dan hasilnya memuaskan.

Komisi E di Jerman telah menyetujui penggunaan peppermint sebagai pengobatan untuk masalah kesehatan tersebut di atas.

Teh peppermint juga merupakan salah satu teh herbal yang banyak dijual di sebagian besar dunia Barat. Teh peppermint sebagai pengganti kopi dan teh hitam, yang berkhasiat merangsang memori.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular