Oleh: Chen Qiuying

Laporan CNN Money menyebutkan bahwa, setelah mengalami peningkatan tajam dan crash pasar saham Tiongkok tahun lalu, istilah ‘gelembung’ menjadi sangat sensitif sehingga menarik perhatian publik.

“Ini merupakan penggelumbungan yang paling parah sepanjang sejarah,” komentar orang terkaya Tiongkok, Wang Jianlin ketika diwawancarai CNN Money pada Rabu (28/9/2016).

Malapetaka yang terjadi di bursa saham telah membuat jutaan investor kecil kehilangan seluruh tabungan mereka, karena mereka percaya bahwa rezim di Beijing katanya tidak akan membiarkan malapetaka tersebut terjadi di Tiongkok.

Setelah pihak berwenang menggunakan segala cara untuk menyelamatkan pasar, industri real estate juga mungkin membuat pemimpin Tiongkok sakit kepala.

Wang Jianlin percaya bahwa masalah terbesar yang sedang terjadi sekarang adalah pada saat harga perumahan di beberapa kota besar seperti Shanghai terus naik. Harga perumahan di ribuan kota kecil justru terus menurun. Bahkan banyak perumahan baru dalam keadaan kosong.

“Saya tidak melihat ada cara yang baik untuk memecahkan masalah tersebut. Pemerintah sudah menerapkan berbagai langkah, termasuk dengan membatasi pembelian atau pembatasan lewat pemberian kredit, tetapi hasilnya tidak tampak,” kata Wang Jianlin.

Laporan menyebutkan, sementara pertumbuhan ekonomi sedang melamban, tetapi di saat yang sama tingkat hutang justru meningkat pesat. Gelembung pasar real estate benar-benar dapat mengkhawatirkan.

Industri perumahan Tiongkok sudah menyerap begitu banyak dana. Menurut angka yang diperoleh lembaga riset ekonomi independen Capital Economics bahwa, dana perbankan Tiongkok yang diserap oleh industri tersebut melalui pinjaman sudah mencapai RMB 24 triliun.

“Masalahnya adalah bahwa perekonomian Tiongkok belum menyentuh dasar. Jika leverage terlalu cepat dipindahkan maka akan lebih merusak ekonomi. Jadi kita perlu menunggu sampai ekonomi sudah masuk ke jalur rebound, baru secara bertahap menurunkan leverage dan hutang,” kata Wang Jianlin..

Namun, ia tidak khawatir terhadap ekonomi Tiongkok yang akan menemui ‘pendaratan keras’. Laporan CNN Money mengatakan bahwa komentar dari orang paling kaya Tiongkok Wang Jianlin memiliki bobot.

Padahal, peringatan Wang Jianlin tentang pasar perumahan di Tiongkok bakal mengalami kesulitan sudah diberikan pada beberapa waktu lalu.

Sejumlah media Daratan melaporkan, saat Wang diwawancara ia pernah mengisyaratkan bahwa krisis industri perumahan sudah tiba.

“Kita tidak bisa lagi terus menerus membangun perumahan,” katanya kala itu.

Seperti yang banyak diketahui publik bahwa Wang mencapai keberhasilan melalui industri real estate. Perusahaan Wanda Group miliknya telah menjadi pengembang bangunan komersial dan gedung perkantoran besar. Tetapi, Wanda yang sekarang secara bertahap sedang mengurangi kegiatan bisnis di industri ini.

Berita Wall Street Journal pada Senin (26/9/2016) menyebutkan, Wanda Group yang memulai bisnis dan mencapai kesuksesan besar melalui industri real estate, namun seiring dengan pasar industri tersebut yang terus melemah dan mengalami penyusutan keuntungan, maka perusahaan kini mulai beralih ke industri layanan dan hiburan.

Wanda pada 2012 mengakuisisi perusahaan AMC di AS dengan dana USD 2.6 miliar. Pada Juli tahun ini, Wanda Group kembali mengakuisisi Carmike Cenemas (perusahaan AS) dengan nilai USD. 1.2 miliar. Januari tahun ini, Wanda Group menginvestasikan dana sebesar USD 3.5 miliar untuk mengakuisisi perusahaan Hollywood AS Legendary Entertainment.

Pekan lalu, Wanda Group mengumumkan rencananya untuk menyertakan modalnya di perusahaan Hollywood, Sony Pictures Entertainment (Sony Pictures).

Berita terbaru mengatakan bahwa Wanda Group juga sudah siap untuk bernegosiasi dengan Dick Clark Production yang pernah menggondol Golden Globe Awards yang nilai akuisisinya diperkirakan mencapai USD 1 miliar.

Namun, menurut CNN Money, yang paling diharapkan oleh Wang adalah untuk mengontrol salah satu dari keenam perusahaan pembuat film Hollywood. Keenam perusahaan pembuat film itu termasuk 20th Century Fox, Paramont, Columbia, Universal Pictures, Warner Bros dan Disney.

“Kami sedang menanti kesempatan. Ini mungkin baru terealisir dalam 1 atau 2 tahun, bahkan mungkin lebih lama lagi, tetapi kami memiliki kesabaran,” kata Wang Jianlin. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular