JAKARTA – Berdasarkan data yang diakses pada http://pajak.go.id/statistik-amnesti hingga akhir periode 1 pada 30 September 2016 atas pemberlakuan Tax Amnesty hingga akhir pelaporan harta yang sudah disampaikan secara total Rp3.621 triliun.

Deklarasi harta yang dilaporkan berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) terdiri atas Rp2.533 triliun deklarasi harta dalam negeri, dan Rp951 triliun deklarasi harta di luar negeri. Adapun total dana repatriasi atau yang dibawa masuk ke Indonesia mencapai Rp137 triliun maka ditotalkan jumlah harta yang dideklarsikan Rp 3.621 Triliun.

Uang tebusan yang masuk ke kas negara sudah mencapai Rp 89,2 triliun, Dengan rincian, komposisi tebusan orang pribadi non-UMKM berjumlah Rp 76.6 triliun, badan non-UMKM mencapai Rp 9.7 triliun dan OP  badan UMKM sebesar Rp 2,64 triliun.

Sedangkan berdasarkan data Surat Setoran Pajak (SSP) yang dicantumkan dengan jumlah uang tebusan yang masuk sebesar Rp 97, 2 triliun. Rincinya, pembayaran tebusan Rp 93.7 triliun, pembayaran tunggakan Rp 3,06 triliun dan pembayaran bukper Rp 354 miliar.

Amnesti Pajak atau pengampunan pajak berlaku sejak disahkan hingga 31 Maret 2017 dan terbagi kedalam 3  periode, yaitu Periode I: Dari tanggal diundangkan s.d 30 September 2016, Periode II: mulai 1 Oktober 2016 s.d 31 Desember 2016 dan periode III: dari  1 Januari 2017 – 31 Maret 2017.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi atas capaian Tax Amensty serta langsung mendatangi kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP).  Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Menteri Kuangan RI Sri Mulyani yang langsung menulis surat lewat tulisan tangannya kepada petugas pajak yang sudah bekerja dengan baik.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas melayani masyarakat yang ingin menggunakan hak pengampunan pajak,” tulis Sri Mulyani dalam surat tertanggal 30 September 2016 itu.

“Semoga hasil pencapaian tahap pertama, dan perhatian serta dukungan rakyat, Presiden, dan seluruh stakeholder pajak, dapat menjadi modal berharga bagi kita semua untuk membangun, mereformasi dan memperbaiki DJP agar semakin baik dan makin dipercaya sebagai tulang punggung Republik Indonesia, Selamat sekali lagi atas capaian tahap pertama Pengampunan Pajak, dan kerja tim yang sangat baik,” tulis Sri Mulyani. (asr)

Share

Video Popular