Oleh: Gao Yi

Sejak 20 September lalu, Ma Xiaohong, wanita paling kaya di Dandong dan perusahaan di baliknya (Hong Xiang Industrial Group) menarik perhatian publik. Di saat dunia menjatuhkan sanksi “paling keras sepanjang sejarah” terhadap Korea Utara, hanya Liaoning Hongxiang Industrial Development Co, Ltd satu-satunya perusahaan yang terus menyelundupkan bahan-bahan nuklir, dan secara diam-diam membantu Korea Utara mengembangkan program nuklirnya.

Sekarang kita bisa melihat searah jarum jam peristiwa ini. Pada 15 September lalu, sumber yang dirilis Biro Keamanan Publik Provinsi Liaoning mengatakan, Hongxiang Industrial dan petinggi perusahaan terkait telah dikendalikan.

Pada 17 September, sebanyak 452 perwakilan Kongres Rakyat Provinsi Lioaning mengundurkan diri karena terima suap, termasuk Ma Xiaohong, pemilik Hongxiang Industrial Development Co. Sementara pada 20 September, media mengungkapkan terkait kerjasama Tiongkok-AS dalam penyelidikan Hongxiang Industrial yang dimiliki Ma Xiaohong yang diduga terlibat dalam program nuklir Korea Utara, dan sehubungan dengan ini, pihak Beijing pun tidak menyangkalnya dalam konferensi pers rutin ketika itu.

Dalam pengumuman yang dirilis Biro Keamanan Publik pada 15 September lalu, tampak jelas ke dua poin utama ini : aktivitas kejahatan yang dilakukan Hongxiang industrial dan pemiliknya Ma Xiaohong itu telah lama berlangsung, dan otoritas keamanan publik juga telah memiliki bukti kuat.

Terkait bukti kuat yang dimiliki pihak kepolisian, baik itu Hongxiang industrial atau Ma Xiaohong sendiri, saat ini telah ada sejumlah besar laporan pengungkapan yang impresif baik dari media lokal maupun luar negeri sebagai referensi. Setiap hal yang jika disaring lagi akan terlihat relatif jelas. Dan waktu yang berlalu itu bisa dikatakan sebagai fakta yang tidak bisa diperdebatkan.

Pertama mari kita lihat evolusi Hongxiang industrial Group. Menurut profil perusahaan dan registrasi perusahaan :  Seja 1994 melakukan perdagangan di perbatasan Tiongkok – Korut. Tahun 2000 perusahaan Hongxiang industrial yang berbasis di Dandong ini berdiri. Tahun 2001 Liaoning Hongxiang Int’l Cargo dididirikan. Total modal terdaftar perusahaan ketika itu sekitar 190 juta yuan, dan sejak itu menjadi grup perdagangan terbesar terhadap Korea Utara di kota Dandong.

Ma Xiaohong tidak hanya memiliki dua sisi A, B,  tapi kemahirannya juga sangat luar biasa (Bisa berhubungan langsung dengan pejabat tertinggi), pejabat yang dimaksud ini bukan hanya di tingkat pemda Liaoning setempat, tapi juga di tingkat pusat. Munculnya kekuatan Hongxiang industrial secara tiba-tiba itu sepenuhnya berada pada periode kekuasaan Jiang Zemin dulu.

 

Sekarang coba kita telusuri sejenak waktu uji coba nuklir Korea Utara. Dari data penyelidikan berita, pada 2005 lalu, Korea Utara secara resmi menyatakan memiliki senjata nuklir. Oktober 2006 Korea Utara melakukan uji coba nuklir pertamanya. Setelah itu kemudian pada 2009, 2013 dan 2016 (dua kali) telah melakukan total lima kali uji coba nuklir.

Ditilik dari titik waktu di atas, dimana jika dipandang dari sisi Beijing, pada 2005 adalah dua tahun pertama yang sulit bagi Hu Jintao sejak berkuasa. Dan belum genap satu musim setelah Xi Jinping berkuasa pada Februari 2013. Xi Jinping mendorong Tiongkok ikut terlibat dalam menangangi masalah global sejak 2016. Sementara itu, uji coba nuklir Korea Utara tahun ini tidak lagi seperti sebelumnya yang selalu menuruti keinginan Beijing dan Gedung Putih. (Amerika Serikat)

Korea Utara berulang kali melakukan uji coba nuklir, yang menyebabkan ketidaktenangan di perbatasan Tiongkok-Korut, dan yang mengalami kerusakan lingkungan juga di Timur Laut. Yang kedua adalah penculikan Korea Utara yang memancing kemarahan dunia, sehingga tidak hanya menjauhkan hubungan Tiongkok dengan masyarakat Internasional, tetapi juga membuat malu dua pemerintahan Hu Jintao dan Xi Jinping yang tidak berdaya oleh sikap Korut. Sementara dalam hal ini, yang memetik keuntungan adalah kelompok Jiang dan Korea Utara.

Melansir laman “Minghui.org” yang berjudul pengambilan organ tubuh oleh PKT, menurut cerita seorang tentara yang berdinas di militer kota Dandong, sekitar jam 1:00 pagi pada Desember 2000. Pasukan dari divisi tentara tersebut ditugaskan untuk mengawal kereta, dua prajurit ditugaskan di setiap gerbong. “Sebelum berangkat kami tidak tahu apa yang ada di dalam gerbong kereta, tapi kami merasakan ketegangan situasi saat itu, sangat-sangat tidak biasa. Begitu kami masuk ke dalam gerbong, kami terkejut dengan apa yang kami lihat. Kereta itu adalah kereta untuk mengangkut hewan ternak dengan gerbong beratap terbuka. Namun, kereta itu tidak membawa hewan, melainkan praktisi Falun Gong, pria dan wanita, tua dan muda. Salah seorang prajurit yang tidak tega melihat keadaan praktisi Falun Gong, bermaksud untuk membukakan borgol, akibatnya prajurit itu dimasukkan ke dalam kurungan soliter, dipukuli dan diinterogasi di kantor “610”. Tujuan dari kereta itu adalah salah satu kamp konsentrasi sebelum pengambilan organ, yakni kamp konsentrasi Sujiadun kota Shenyang.

Hongxiang Industrial yang berbasis di Dandong selain memberi tambahan darah segar perdagangan di perbatasan Tiongkok-Korut dengan keuntungan yang fantastis selama 17 tahun, juga ada kereta pengambilan organ praktisi Falun Gong yang dikirim ke Sujiadun oleh Jiang Zemin, namun sejauh ini tidak tahu berapa banyak jumlah aktualnya. Berapa banyak sebenarnya kejahatan tersembunyi yang dilakukan Jiang Zemin dalam penindasan ini   (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular