Mari kita menjadi orang yang cerdas! Saya berkembang dengan otak yang sangat aktif (dan saya yakin anda pun demikian) walaupun dapat melelahkan juga. Itu sebabnya sekarang saya makan makanan yang bergizi untuk memberi gizi kepada otak saya.

Saya ingin mengajak anda untuk memelihara otak anda.

Memeriksa tingkat stres, pola tidur, dan khususnya kadar gula yang normal merupakan bagian dari pemeliharaan dan perlindungan terhadap otak.

Ketika kita berbicara mengenai kesehatan otak, kita perlu juga berbicara mengenai neurotransmitter (yaitu bahan kimia di dalam otak). Kita memiliki tiga neurotransmitter utama yang memberi perasaan senang, relaksasi, dan meningkatkan ketahanan kita terhadap stres.

Bahan kimia yang sangat luar biasa ini adalah serotonin, beta-endorfin dan dopamin.

Serotonin adalah neurotransmitter penghambat dan membuat Anda “merasa baik.”. Serotonin membantu menenangkan otak dan menciptakan rasa damai dan santai.

Beta-endorfin dikenal sebagai penghilang nyeri yang dihasilkan oleh otak. Peningkatan kadar beta-endorfin berhubungan dengan harga diri yang lebih tinggi dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi stres. Kadar beta-endorfin lebih rendah menyebabkan perasaan tidak memadai atau tidak nyaman.

Dopamin merupakan neurotransmitter yang memberi rasa senang, waspada, konsentrasi, euforia, dan motivasi. Dopamin disintesis di otak dari asam amino tirosin.

Keinginan kita untuk meningkatkan zat kimia  ini (dan merasa baik) sering menyebabkan kita mengonsumsi gula. Makan satu toples berisi kue adalah cara otak untuk meminta bahan kimia yang memberi rasa bahagia.

Anda ingin lebih pintar? Inilah yang terjadi di dalam otak ketika asupan gula dihentikan:

Produksi serotonin membutuhkan prekursor asam amino yang disebut triptofan. Peningkatan kadar insulin di dalam darah menyebabkan jumlah triptofan yang lebih besar melintasi penghalang darah dengan otak. Lebih banyak jumlah triptofan berarti lebih banyak jumlah serotonin, yang memberi Anda merasa baik.

Apa yang salah dengan pertanyaan Anda?

Hal ini memicu keinginan untuk mengonsumsi gula menjadi menurun.

Hal ini akan terus-menerus merangsang tubuh untuk memproduksi kadar insulin yang tinggi sehingga menyebabkan komplikasi seperti kelelahan adrenal, peradangan, resistensi insulin, dan menderita penyakit jamur candida.

Beta-endorfin untuk sementara meningkat jika Anda makan gula, yang menyebabkan peningkatan harga diri dan perasaan ketahanan diri. Sekali Anda mengalami ketergantungan akan gula untuk meningkatkan rasa harga diri dan ketahanan diri, maka akan sulit untuk menghentikannya.

Pelepasan dopamin dipicu oleh produksi opiat. Tebak apa yang memicu opiat di otak Anda? Anda dapat menebaknya … gula. Pelepasan dopamin menciptakan perasaan yang baik seperti rasa senang, waspada, dan euforia. Rasanya seperti mendapat hadiah dan kita makan lebih banyak gula supaya terus tetap merasa baik.

Jangan putus asa. Anda tidak ditakdirkan untuk hidup dengan kecanduan gula.

Ada banyak cara untuk meningkatkan serotonin, beta-endorfin dan dopamin tanpa beralih ke kue dan permen.

Anda dapat menyeimbangkan kadar gula darah Anda, menemukan kedamaian, merasa percaya diri, dan menjaga otak supaya bahagia tanpa makan gula.

Jika Anda siap untuk mengucapkan selamat tinggal kepada gula untuk mendapatkan keseimbangan otak dan tubuh yang lebih alami, berikut adalah beberapa cara untuk itu.

Meningkatkan beta-endorfin

  • Ganti gula putih halus dengan pemanis rendah glukosa, contoh gula kelapa. Penelitian menunjukkan bahwa rasa manis di lidah akan meningkatkan kadar beta-endorfin
  • Makan makanan rendah glukosa seperti blueberry. Beta-endorfin meningkatkan: rasa senang dengan menikmati setiap gigitan!

Meningkatkan dopamin

  • Makan makanan kaya akan tirosin untuk merangsang produksi dopamin. Nikmati makan almond, alpukat, pisang, biji labu kuning, dan biji wijen.
  • Vitamin A dan vitamin D bekerja sama untuk mendukung produksi dopamin. Minyak hati ikan cod berkualitas tinggi yang mengalami fermentasi memberikan perpaduan yang sempurna.
  • Rasa manis di lidah akan merangsang pelepasan opiat, yang meningkatkan kadar dopamin.

Meningkatkan serotonin

  • Menjaga kadar gula darah yang seimbang untuk memastikan kadar triptofan yang cukup supaya mampu melewati penghalang darah dengan otak.
  • Makan makanan kaya akan triptofan, seperti kalkun, udang, tamari, jamur, ikan, sawi, bayam, ayam, domba, hati, dan biji labu kuning.
  • Magnesium dan vitamin B6 membantu mengubah triptofan menjadi serotonin. Magnesium dan vitamin B6 terdapat pada ikan, biji-bijian, bayam, dan pisang.
  • Penelitian menunjukkan bahwa gerakan berulang seperti mengunyah permen karet (yang mengandung pemanis xylitol) akan meningkatkan kadar serotonin.(Epochtitmes/Andrea Nakayama/Vivi)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular