Di Wina, Austria, ada grup musik bernama Vegetable Orchestra yang unik. Dikatakan unik, karena semua alat musiknya terbuat dari sayuran segar, dan baru dibuat pada saat akan konser. Selain sebagai alat musik, Orkestra ini bahkan mengolah sisa sayurannya menjadi sup sayur segar dan dinikmati bersama, sehingga sayur yang dipakai pun bisa dimanfaatkan sepenuhnya.

Orkestra kecil ini telah berdiri sejak 18 tahun lalu. Sebelum konser, para pemain musik terlebih dulu membeli sayurnya di pasar, kemudian membuat alat musiknya itu sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Sayur-sayur itu dipilih yang bentuknya bagus dan masih segar, misalnya labu, wortel, paprika, terong dan sebagainya yang dapat digunakan untuk membuat alat musik.

Salah satu anggota orkestra Susanna Gartmayer saat diwawancarai situs Great Big Story mengatakan, ada tiga jenis alat musik dari sayur, satunya siap pakai, yang dapat digunakan tanpa perlu diolah lagi, misalnya  dua paprika hijau yang apabila dibenturkan akan menghasilkan suara berkicut keriat keriut seperti tertekan.

Jenis musik kedua, sayuran yang akan menghasilkan suara setelah diiris atau dipotong-potong, misalnya terong yang dapat dijadikan untuk menabuh setelah dipotong sedemikian rupa. Dan jenis alat musik ketiga relatif lebih rumit, sayuran yang relatif mirip seperti instrumen, misalnya labu dapat dijadikan sebagai bass drum.

Menurut penuturan Gartmayer, umumnya mereka menghabiskan sekitar 2-3 jam untuk membuat alat musik setelah membeli sayuran di pasar, setelah itu mencoba bunyi suaranya.

“Karena setiap akan konser selalu menggunakan alat musik baru, sehingga memakan waktu relatif lama untuk mencoba bunyi suaranya,” kata Gartmayer.

Selain itu, mereka juga membuat sup segar dari sisa sayur yang digunakan untuk alat musik, dan diberikan kepada para penonton usai konser, untuk mempererat tali persahabatan satu sama lain.

Jika anda berada di orkestra ini, Anda akan selalu membayangkannya dalam memandang sayuran dengan cara yang berbeda. (Epochtimes/ mo li/rmat)

 

Share

Video Popular