Definisi dari bullying adalah mengacu pada perilaku agresif yang diwujudkan dengan perlakuan secara tidak sopan dan penggunaan kekerasan atau paksaan untuk mempengaruhi orang lain, yang dilakukan secara berulang atau berpotensi untuk terulang, dan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan dan/atau kekuasaan. Perilaku ini dapat mencakup pelecehan verbal (mencaci maki, mengejek, memberi julukan jelek, mencela, mengumpat, memarahi, meledek dan sejenisnya), kekerasan fisik atau pemaksaan, dan dapat diarahkan berulangkali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan.

Bullying berasal dari kata bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya “ancaman” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya korban lebih lemah atau “rendah” dari pelaku), yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya berupa stres (yang muncul dalam bentuk gangguan fisik atau psikis, atau keduanya; misalnya susah makan, sakit fisik, ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, dan lainnya). Apalagi Bully biasanya berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan) sehingga sangat mungkin mempengaruhi korban secara psikis.

Bullying bukan soal sepele. Sebuah penelitian di Inggris mendapati bahwa lebih dari 40 persen bunuh diri remaja yang dilaporkan di media nasional tampaknya berkaitan dengan bullying sebagai salah satu penyebabnya.

Berikut adalah beberapa solusi buat orang tua jika anaknya menjadi korban bullying di sekolah.

1. Sebagai orang tua korban, persatukan persepsi

Hal ini sangat penting bagi suami-istri untuk satu suara dalam menangani permasalahan yang dihadapi ananya di sekolah. Karena kalau tidak, anak akan bingung, dan justru akan semakin tertekan. Kesamaan persepsi yang dimaksud meliputi beberapa aspek, misalnya: apakah orang tua perlu ikut campur, apakah perlu datang ke sekolah, apakah perlu menemui orang tua pelaku bullying, termasuk apakah perlu lapor ke polisi.

2. Jangan terlalu cepat ikut campur

Idealnya, masalah antar anak-anak bisa diselesaikan sendiri oleh mereka, termasuk di dalamnya kasus-kasus bullying. Oleh karena itu, prioritas pertama memupuk keberanian dan rasa percaya diri pada anak-anak kita (yang menjadi korban intimidasi). Kalau anak kita punya kekurangan tertentu, terutama kekurangan fisik, perlu kita tanamkan sebuah kepercayaan bahwa itu merupakan pemberian Tuhan dan bukan sesuatu yang memalukan.

Dalam beberapa kasus, anak-anak kadang merespon intimidasi yang dialaminya di sekolah dengan minta pindah sekolah. Kalau dituruti, itu sama saja dengan lari dari masalah. Jadi, sebisa mungkin jangan dituruti. Kalau ada masalah di sekolah, masalah itu yang mesti diselesaikan, bukan dengan pindah ke sekolah lain. Jangan lupa, bahwa kasus-kasus bullying itu terjadi hampir di semua sekolah.

3. Kembangkan kemampuan bersosialisasi anak

Anak yang tidak punya teman merupakan target mudah bagi para pelaku bullying. Karena itu, pastikan agar anak Anda punya kemampuan dasar dalam bersosialisasi yang cukup. Ini berguna baginya untuk menjalin pertemanan. Tentu saja ia tidak harus menjadi anak yang populer atau menonjol. Tetapi dengan kemampuan bersosialisasi yang cukup dia akan punya rasa percaya diri yang memadai untuk mendapatkan penghargaan yang sepantasnya dari lingkungan sekitarnya.

4. Jangan berlebihan melindungi anak

Orang tua yang berlebihan melindungi anak justru akan lebih berkemungkinkan membuatnya menjadi korban bullying. “Anak-anak membutuhkan dukungan dari orang tua, tetapi ada beberapa orang tua yang sama sekali justru tidak membiarkan anak-anak mereka merasakan pengalaman negatif. Sehingga anak-anak tidak bisa belajar bagaimana menghadapi bullying, dan menjadi semakin lemah ketika menjadi korban bully.

Menurut peneliti, anak-anak seperti ini tidak memiliki kemampuan bertindak atas kemauan sendiri, juga tidak tahu memperteguh atas kemauan mereka, sehingga lebih cenderung menjadi target bullying. Anak-anak yang melarikan diri dan menangis ketika pertama kali mengalami konflik dengan teman sebayanya biasanya merupakan objek yang paling disukai oleh para pelaku bullying. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular