Oleh: Lin Cong Wen

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menemukan sistem bintang ganda di galaksi lain yang memancarkan sinar gamma dengan bentuk cahaya yang paling enerjik dan menunjukkan adanya komponen molekul yang tidak biasa dari kehidupan.

Oleh ilmuwan, sistem binari pada bintang disebut LMC P3, dan sistem ini ditemukan dalam sebuah satelit galaksi Milky Way bernama Larger Magellanic Cloud, berjarak sekitar 163 tahun cahaya. Di pusat dari sistem bintang biner di galaksi lain yang memancarkan sinar gamma LMC P3 ini mengandung sebuah bintang dengan massa sekitar 25 – 40 kali dari massa matahari, sementara di sekitarnya terdapat sebuah bintang neutron yang  berputar mengitarinya, dengan periode orbit sekitar 10,3 hari.

Seperti dilansir dari ScienceAlert, Sabtu, (1/10/2016), peneliti dari Goddard Space Flight Center di National Aeronautics and Space Administration (NASA), Robin Corbet mengatakan, “Ini sungguh menarik, bisa menemukan sistem bintang ganda yang memancaran sinar gamma sedemikian terang di tempat yang jauh.”

Sistem bintang ganda yang memancarkan sinar gamma LMC P3. (NASA Goddard Space Flight Center Video screenshot)
Sistem bintang ganda yang memancarkan sinar gamma LMC P3. (NASA Goddard Space Flight Center Video screenshot)

Ini adalah sistem bintang ganda paling terang yang pernah ditemukan ilmuwan selama ini, namun, karena jaraknya yang jauh, sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Jika bisa melihatnya, kita akan menyaksikan sinar gamma, sinar-X, gelombang radio dan cahaya tampak dan jalur gelombang dari setiap gelombang cahaya, LMC P3 adalah sistem bintang yang paling terang. Sejauh ini, para ilmuwan hanya menemukan 5 galaksi yang memancarkan sejumlah besar sinar gamma seperti ini menggunakan teleskop Fermi.

Sistem bintang ganda yang memancarkan sinar gamma di galaksi yang ditemukan teleksop antariksa Fermi. (NASA Goddard Space Flight Center Video screenshot)
Sistem bintang ganda yang memancarkan sinar gamma di galaksi yang ditemukan teleksop antariksa Fermi. (NASA Goddard Space Flight Center Video screenshot)

Corbet menuturkan, sinar gamma dari sistem bintang ganda ini sangat penting maknanya, karena dapat membantu memahami proses pemancaran sumber sinar gamma lainnya. Sinar gamma adalah sinar tak terlihat secara kasat mata dengan energi yang paling kuat di alam semesta, sebagian besar berhubungan dengan aktivitas yang kuat dari bintang neutron, lubang hitam dan benda langit atau ledakan dengan energi ekstrim kuat dan aktivitas kuat lainnya.

Sebenarnya, ilmuwan telah memantau LMC P3 dengan teleskop sinar x Chandra pada 2012 lalu, namun, berdasarkan data pengamatan terbaru dengan teleskop Fermi pada 2015 lalu, baru dipastikan ia (LMC P3) adalah sebuah sistem bintang ganda yang mengandung bintang neutron.

Menurut laporan terkait, yang paling menakjubkan adalah bahwa astronom di Universitas Tohoku, Jepang, mengumumkan telah menemukan sebuah bintang ST11, mengandung molekul yang tidak biasa, dan menunjukkan adanya kehidupan di luar sistem tata surya.

Para ilmuwan mengamati bintang ST11 memiliki inti molekul bersuhu tinggi, komposisi molekul di dalamnya berbeda dengan kandungan di galaksi. ST11 kaya akan sulfur dioksida, nitrogen oksida dan formaldehida, sementara kadar metanol organik sangat rendah.

Molekul yang tidak biasa di galaksi Large Magellanic Cloud menunjukan adanya kehidupan。 NASA, ESA, S. Beckwith (STScI), HUDF, NASA/ESA dan Hubble Heritage Team (AURA/STScI)/HEI].
Molekul yang tidak biasa di galaksi Large Magellanic Cloud menunjukan adanya kehidupan。 NASA, ESA, S. Beckwith (STScI), HUDF, NASA/ESA dan Hubble Heritage Team (AURA/STScI)/HEI].

“Temuan tersebut menunjukkan, bahwa komposisi molekul dan materi yang membentuk planet dan bintang jauh lebih rumit dan kompleks dari yang kita duga,” kata SHIMONISHI Takashi, astronom dari Universitas Tohoku, Jepang. (Epochtimes/joni/rmat)

Share
Tag: Kategori: ASTRONOMI

Video Popular