JAKARTA – Sebanyak 300.000 petisi ditandatangani secara global diserahkan oleh Greenpeace kepada kantor pusat IOI Group di Putraraja, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (5/10/2016). Namun petisi-petisi ini ditolak oleh IOI Group dengan menutup pintu kantor di gedung IOI.

Rilis Greenpeace Indonesia, Kamis (6/10/2016) menyebutkan pada Rabu pagi, relawan Greenpeace dan anggota masyarakat sipil Malaysia berkunjung ke kantor utama IOI di Putrajaya dan menyerahkan petisi tersebut. Para aktivisi ini dengan membawa karton bertuliskan “Kebakaran bermula di sini. “

Mereka dalam aksi kali ini menyoroti IOI Group yang tersandung kasus lingkungan yang serius, pelanggaran  hak-hak asasi manusia termasuk penghancuran hutan hujan Indonesia, kebakaran hutan dan mempekerjakan anak-anak. Namun demikian, pada saat para relawan mendekat pintu gerbang gedung IOI, stafnya mengunci pintu dan menolak menerima petisi.

Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, Ratri Kusumohartono mengatakan beberapa pekan terakhir, publik menyoroti IOI dan mempermalukannya karena mengambil keuntungan dari asap kebakaran hutan Indonesia.  Menurut dia, IOI harusnya tidak mengabaikan suara konsumen dan warga yang peduli, termasuk warga negara Malaysia, Singapura dan Indonesia – yang ingin melihat berakhirnya asap mematikan dari kebakaran hutan.

“Semakin menolak berubah, semakin keras suara meminta IOI berkomitmen melindungi hutan hujan di Indonesia dan Malaysia,” katanya.

Aktivis Greenpeace di depan Gedung IOI Group (Han Choo/Greenpeace)
Aktivis Greenpeace di depan Gedung IOI Group (Han Choo/Greenpeace)

Aksi pengiriman petisi di Malaysia ini adalah bagian dari eskalasi kampanye global Greenpeace untuk menyoroti malpraktik IOI. Diawali peluncuran laporan “Kejahatan Perdagangan IOI, Biaya Kemanusiaan dan Lingkungan Rantai Pasok IOI” pada Selasa (27/9/2016) di Jakarta.

Pada hari yang sama, aktivis Greenpeace termasuk dua warga korban asap dari Kalimantan Barat, Indonesia memblokade fasilitas kilang IOI di Pelabuhan Rotterdam untuk menghalangi keluar masuknya minyak sawit perusahaan tersebut. Selanjutnya pada 3 Oktober 2016, Greenpeace Amerika menerbangkan balon udara dengan pesan “IOI, Lindungi Hutan Hujan Kami” di kawasan teluk San Francisco, satu di antara lokasi masuknya minyak sawit IOI ke Amerika Utara.

IOI kemudian mengeluarkan tanggapan terhadap laporan Greenpeace dengan pernyataan publik yang mengakui bahwa mereka bisa memainkan peran penting untuk mengubah industri sawit  ke arah lebih baik, tapi juga meminta pelaku industri lainnya bekerjasama untuk menemukan solusi jangka panjang sektor perkebunan yang berkelanjutan. (asr)

Share

Video Popular