Oleh: DR. Frank Tian, Xie

Di RRT, penipuan dan pembodohan rakyat Tiongkok yang paling sistematis, bukan para pengusaha jahat yang jumlahnya jutaan itu, melainkan dalang penghasut yang ada di balik pengusaha yang menyebabkan seluruh negeri saling menipu dan merekayasa, yakni PKT/Partai Komunis Tiongkok.

Konsumen RRT lebih antusias memilih produk Jepang, Korsel, dan AS. Mengapa warganegara Tiongkok lebih percaya pada merek internasional? Mengapa negara seperti Jepang dan Korsel yang juga merupakan negara Asia mampu menciptakan merek bertaraf internasional?

Ini berarti rakyat Tiongkok sebetulnya mempunyai selera tinggi, mampu membedakan, mulai dari PKT sampai para pengusaha tidak berhati nurani, mereka bisa membohongi rakyat Tiongkok satu kali, atau satu tahun, atau satu generasi, tapi pada akhirnya penipu pasti harus bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat ketidak jujurannya sendiri.

Selain itu diberitakan, dalam riset yang dilakukan Campaign Asia, tidak ada satu pun merek RRT yang terpilih dalam daftar 100 merek terbesar dunia, Baidu dari RRT, Tencent, dan juga Alibaba, tidak ada satu pun masuk dalam daftar tersebut. Apa penyebabnya?

Penyebabnya sangat sederhana, merek internet asal RRT ini walau sebenarnya tumbuh kembang di tengah himpitan PKT, tapi juga tumbuh di bawah naungan PKT dan diskriminasi negara terhadap perusahaan internet asing, tumbuh besar di dalam ruangan rumah kaca yang abnormal.

PKT tidak mengijinkan perusahaan internet asing masuk ke RRT, atau sebaliknya membuat berbagai pembatasan untuk menghambat perkembangan mereka, yang sebenarnya telah menipu perusahaan internet RRT sendiri. Karena mereka tumbuh di dalam rumah kaca, tidak bisa memiliki daya saing yang kuat untuk berkompetisi dengan dunia luar, hanya berpengaruh di RRT tapi tak bisa melangkah keluar dari gerbang negaranya, dengan sendirinya tak mudah untuk bisa menjadi 100 merek terbesar Asia.

Ada beberapa BUMN di RRT yang memiliki merek yang cukup berpengaruh di dunia internasional, tapi yang disayangkan adalah, merek-merek ini terkait dengan aset negara, monopoli dan kroni kapitalisme. Problem citra RRT di dunia Barat, terutama masalah citra PKT di Barat, telah berdampak buruk terhadap merek dari RRT.

Penyebabnya adalah masyarakat normal di negara Barat memiliki kecurigaan yang amat sangat dan menolak segala yang berbau pemerintah, keunggulan merek-merek pemerintah ini sangat sulit dialihkan menjadi perusahaan milik swasta. Seperti beberapa penulis laporan ini mengemukakan, citra negatif PKT yang selalu intervensi terhadap peralatan telekomunikasi dan produksi peralatan lainnya, telah menghambat banyak perusahaan RRT mengembangkan sayapnya ke negara lain (termasuk ke AS), ini benar-benar mengangkat batu menimpa kaki sendiri.

Hal yang dibutuhkan perusahaan RRT adalah wawasan internasional yang luas, dan strategi pemasaran yang mendalam, serta strategi jangka panjang untuk membentuk citra merek. Yang terutama dibutuhkan adalah, sebuah pemerintahan yang tidak campur tangan terhadap kinerja mereka di dunia.

Tapi saat ini kedua hal ini sangat sulit terwujud di RRT. Hal yang pertama tadi mutlak dibutuhkan atmosfir kebebasan, lingkungan yang bebas, dan tekad yang tidak dikekang. Sedangkan yang kedua, kecuali pemerintah PKT mengendur dan melepaskan kekuasaannya, bahkan mencerai beraikan PKT, karena untuk menjadikan seluruh negeri Tiongkok menjadi “zona ekonomi eksklusif” yang benar-benar merupakan zona perdagangan bebas, dan tidak semata-mata terbatas hanya di Zhuhai dan Shenzhen saja, maka merek Tiongkok mungkin akan bisa segera masuk ke pasar dunia. Dan baru akan ada kemungkinan di negara pengekspor terbesar dunia ini perlahan akan muncul suatu merek internasional. (sud/whs/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular