Oleh Ma Li

Taman Ekologi Shiyanhu yang berlokasi di kota Changsha provinsi Hunan Tiongkok mengklaim bahwa pihaknya terus berupaya untuk menyajikan pemandangan yang indah demi menarik minat wisatawan. Namun, jika wisatawan juga ingin menjadi bagian dari objek yang dilihat, manajemen taman juga telah menyediakan fasilitas tersebut.

Kamar toilet dengan dinding kaca yang dibangun di dalam Taman Ekologi Shiyanhu telah dibuka untuk umum pada Minggu (2/10/2016). Bahan yang digunakan untuk menyekat antar kamar toilet termasuk lantai dan atapnya semua terbuat dari kaca tembus pandang, kecuali antara kamar toilet pria dan wanita penyekatnya menggunakan kaca tidak terlalu transparan. Samar-samar masih kelihatan apa yang dilakukan orang dalam kamar sebelah.

Pembukaan toilet kaca ini bertepatan dengan liburan panjang Hari Kemerdekaan RRT tiap 1 Oktober, di mana pada masa liburan ini hampir seluruh lokasi wisata yang tersebar di Tiongkok akan dipadati oleh wisatawan lokal.

Situs resmi Taman Ekologi Shiyanhu pada 21 September memberitakan bahwa toilet kaca itu dibangun  di Pulau Jingui dengan memanfaatkan bukit tinggi yang terdapat di lokasi itu, sehingga para pengguna toilet bisa menikmati pemandangan pedesaan yang indah dari dalam toilet. Menatap pohon-pohon dan tanaman yang berwarna hijau dari kejauhan melalui kaca-kaca penyekat yang transparan.

Tempat dibangunnya toilet kaca yang dielukan pejabat Taman Ekologi Shiyanhu, Changsha. (STR/AFP/Getty Images)
Tempat dibangunnya toilet kaca yang dielukan pejabat Taman Ekologi Shiyanhu, Changsha. (STR/AFP/Getty Images)
Toilet berdinding kaca di dalam Taman Ekologi Shiyanhu, Changsha, Hunan, Tiongkok. Samar-samar terlihat apa yang sedang dilakukan orang di dalamnya. (STR/AFP/Getty Images)
Toilet berdinding kaca di dalam Taman Ekologi Shiyanhu, Changsha, Hunan, Tiongkok. Samar-samar terlihat apa yang sedang dilakukan orang di dalamnya. (STR/AFP/Getty Images)

Toilet kaca tersebut cukup menarik minat kunjungan banyak wisatawan tetapi belum satupun yang berani mencoba.

Desain toilet yang berani ini tidak saja menimbulkan gunjingan media sosial local. Media asing seperti BBC dan CNN juga memberitakan ‘rencana nyentrik’ tersebut. Banyak orang khawatir bahwa toilet semacam ini bisa dianggap melanggar privasi pengunjung yang dilindungi undang-undang.

Di bawah ini sejumlah komentar netizen menanggapi toilet kaca ini.

“Tidak dimengerti, apa sih ide awal yang memicu perancang untuk menciptakan toilet kaca ini?”

“Dari luar terlihat seorang sedang berjongkok membuang hajat, di dalam orang tersebut menikmati bau hajatannya.”

Toilet adalah tempat umum tetapi yang paling pribadi, sekalipun ia memiliki fasilitas yang kurang sempurna, setidaknya harus memenuhi kriteria “suaranya terdengar tetapi orangnya tidak terlihat.” Toilet kaca tersebut telah menumbangkan pemahaman trandisional orang kebanyakan.

“Semua orang yang mata keranjang mungkin tidak akan beranjak keluar dari dalam toilet.”

“Hanya orang yang hobi mengintip dan gila yang mau menggunakan toilet itu.”

“Pembangunan yang hanya menghambur-hamburkan uang saja.”

“Mending kencing langsung di bukit, cari tempat yang agak tertutup.”

Seorang netizen wanita berkomentar, “Selain kepepet sudah tidak tahan lagi baru memberanikan diri untuk mencoba.” (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular