PROBOLINGGO – Pasca Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM menaikan status Gunung Bromo menjadi Siaga, hingga saat ini aktivitas Gunung Bromo terus menunjukan peningkatan.  Hingga kini BNPB terus melakukan koordinasi dengan PVMBG, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan BPBD Probolinggo, Malang dan Pasuruan tentang  Bromo.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan secara visual pada Jumat (7/10/2016) terpantau dalam cuaca mendung, angin tenang, suhu 10-11 derajat celcius, Gunung terlihat dengan jelas dan berkabut.

Sedangkan asap kawah Bromo, teramati putih kelabu coklat kehitaman sedang-tebal bertekanan sedang dan tinggi asap sekitar 100-300 meter dari puncak kawah yang mengarah ke barat-utara. Adapun data seismik yang terekam di seismograf, gempa tremor amax menerus dengan amplitudo maksimum 0,5-12 milimeter dan dominan 1 milimeter, kemudian satu kali embusan dengan amplitudo maksimum 18 milimeter selama 6 detik.

Aktivitas Bromo mulai meningkat pada November 2010 sehingga pada 23 November 2010 pukul 08:00 WIB, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikan   dari level II (Waspada). Selanjutunya aktivitas vulkanik G. Bromo terjadi peningkatan sehingga tingkat aktivitas dinaikkan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga) sejak 4 Desember 2015 Pukul 14.00 WIB.

Selanjutnya pada 26 Februari 2016, pukul 13.00 WIB tingkat aktivitas G. Bromo di turunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Terhitung 26 September 2016 Pukul 06:00 WIB berdasarkan data pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, dan potensi bahaya erupsi maka tingkat aktivitas Gunung Bromo dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III yakni SIAGA.

Laporan PVMBG menyebutkan, potensi erupsi magmatik menerus masih dapat terjadi, yang dapat disertai sebaran material vulkanik hasil erupsi berupa  hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) mulai sekitar kawah hingga radius 2,5 km dari pusat erupsi. (asr)

Share

Video Popular