Oleh Luo Ya

Menjelang Kongres Keenam Partai Komunis Tiongkok/PKT, Xi Jinping menggunakan berbagai cara dalam upaya untuk memerangi ketiga orang anggota Komite Tetap yang merupakan fraksi Jiang Zemin. Melalui profil yang sangat tinggi menunjukkan kepada publik kerjasama dengan sekutu politiknya yaitu mantan Presiden Hu Jintao.

Sejumlah analis percaya bahwa mereka mungkin akan bekerja sama untuk melumpuhkan kekuatan kelompok Jiang melalui Kongres yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Zhang Dejiang mendapat serangan gencar menjelang Kongres

Xi Jinping memimpin rapat politbiro pada 27 September lalu dan menetapkan jadwal penyelenggaraan Kongres Keenam PKT yaitu pada 24-27 Oktober mendatang. Sekaligus menentukan 2 topik rancangan undang-undang untuk dibahas yaitu pertama ‘Peraturan dan Tata Tertib Kehidupan Politik dalam Partai yang Berada di Bawah Situasi Baru’ (disingkat ‘Tata Tertib Kehidupan Politik’) dan kedua, ‘Peraturan Pengawasan Internal dalam Partai Komunis Tiongkok’ (disingkat ‘Pengawasan Internal PKT’).

Sehari setelah rapat politbiro, media ‘Sing Pao’ yang dikuasai oleh seorang pengusaha kaya Daratan bernama  Gu Zhuoheng selama 9 hari berturut-turut (28 September-6 Oktober) memuat artikel yang mengecam Zhang Dejiang. Artikel menyebut Zhang berkolusi dengan Leung Chun-ying, Zhang Xiaoming dari Kantor Penghubung Pemerintah Pusat RRT dengan Daerah Administrasi Khusus Hongkong untuk menimbulkan kekacauan di Hongkong, menimbulkan perpecahan, membuka kesempatan untuk berkorupsi dan menghalangi jalan reformasi. Tetapi sebagai tokoh yang dikedepankan oleh kelompok ia tidak dituntut pertanggungjawaban karena bisa bersembunyi di bawah payung Jiang Zemin dan sebagainya.

Sistem pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat yang menjadi tanggung jawab Zhang Dejiang tahun ini juga membuat kasus yang memalukan. Sampai Kantor Pusat PKT menyatakan 45 orang anggota dewan  Propinsi Liaoning termasuk 523 orang wakil Kongres terpilih itu harus dibatalkan karena terbukti ada KKN. Kasus demi kasus suap yang terjadi di lingkungan Zhang Dejiang  membuat ucapan-ucapan yang pernah Zhang sampaikan di depan publik menjadi bahan tertawaan.

Dalam penjelasannya kepada Epoch Times, Li Tianxiao memberikan analisisnya, prestasi kerja  Zhang Dejiang sebagai seorang anggota Komite Tetap jelas sudah tercemar akibat kasus penyuapan dalam pemilihan anggota dewan di Liaoning dan kerusuhan yang terjadi di Hongkong beberapa waktu lalu. Hal ini jelas berkaitan dengan Jiang Zemin. Sehingga pembatasan hak berbicara Zhang sebagai ‘hukuman’ terhadap dirinya bisa saja diambil dalam Kongres Keenam nanti. Dan itu masih lumayan bila ia tidak dipecat, diinterogasi untuk membongkar kejahatan yang pernah ia lakukan. Biar semua anggota Komite Sentral yang menghadiri Kongres tahu bahwa kandidat berkualitas seperti inilah yang diusung dan dielukan oleh Jiang Zemin sebagai Anggota Komite Tetap RRT dan tentu saja Jiang Zemin tidak bisa lepas dari pertanggungjawaban.

Li Tianxiao juga mengatakan bahwa 2 dari 3 orang anggota Komite Tetap yang pro Jiang Zemin saat ini sudah berada dalam pengendalian Xi Jinping. Zhang Gaoli sudah terpinggirkan, Liu Yunshan sudah dianggap ‘tidak banyak mempersulit’, kecuali Zhang Dejiang yang masih menduduki jabatan sebagai Ketua Kongres Nasional Rakyat RRT, lembaga yang termasuk paling tinggi dalam sistem pemerintahan PKT.

“Mencomot Zhang Dejiang sebelum Kongres Keenam memiliki dampak positif dan besar terhadap perubahan situasi politik di Tiongkok. Hal itu dimaksudkan untuk mengkaitkan masalah dengan Jiang Zemin. Demikianlah strategi yang ditatan melalui Kongres Keenam yang bertujuan untuk menyapu bersih hambatan yang menghalangi jalan untuk menuntut pertanggungjawaban Jiang Zemin,” kata Li.

Menurut analisis Li Tianxiao bahwa penulis artikel yang mengecam Zhang Dejiang itu pasti sudah memperoleh inspirasi dan anggukan kepala dari petinggi sebelum dipublikasikan. Berani menuding Zhang bernaung di bawah payung Jiang Zemin. Seolah sedang melepas sinyal bahwa penangkapan Jiang demi perubahan situasi politik Tiongkok perlu ditangani melalui lembaga tertinggi dalam pemerintahan PKT yaitu Kongres Nasional Rakyat RRT.

“Itu saya pikir adalah penulisan yang sesuai dengan pesanan khusus, intinya adalah untuk menyuarakan dimulainya pertempuran Xi Jinping – Jiang Zemin. Menjelang Sidang Paripurna ke 19, bakal ada banyak lagi ‘harimau besar’ yang akan dijaring dalam usaha membasmi korupsi. Ini mungkin merupakan cara yang ditempu Xi Jinping,  yaitu menjadikan Kongres Nasional Rakyat RRT sebagai lembaga pertama yang direformasi. Dengan mengembangkan pengusutan kasus kejahatan Zhang Dejiang untuk menjaring seluruh sisa anggota kelompok termasuk menangkap Jiang Zemin,” demikian laporan yang disampaikan oleh penulis independen dan wartawan senior Tiongkok, Huang Jinqiu kepada Epoch Times.

Aliansi Politik Xi Jinping – Hu Jintao

Buku antologi tentang Hu Jintao telah dipublikasikan pada 20 September 2016, buku tersebut sengaja disambut dengan profil tinggi oleh sejumlah media resmi Tiongkok. Buku yang membeberkan sejumlah peristiwa pengikisan wewenang Hu oleh kelompok Jiang Zemin pada saat Hu berkuasa, termasuk sejumlah komentar yang disampaikan Hu terkait urusan korupsi dan pengaturan personil telah dianggap oleh para analis sebagai gemaan suara untuk membersihkan kelompok Jiang yang terus mengganggu pemerintahan Xi Jinping dan yang bertalian dengan pemilihan calom peminpin yang akan diangkat melalui Sidang Paripurna ke 19 tahun  depan.

Media resmi Tiongkok bahkan melaporkan bahwa Xi Jinping  sendiri yang memimpin pekerjaan edotorial dari buku antologi Hu Jintao tersebut.  Berkali-kali memberikan petunjuk tentang hal-hal yang berhubungan dengan mengkompilasikan prinsip-prinsip dan kemajuan dari pekerjaan agar buku dapat diterbitkan dalam waktu yang tepat.

Pada hari kedua setelah Politbiro mengumumkan jadwal penyelenggaraan Kongres, yaitu 29 September, Xi Jinping melalui rapat yang juga dihadiri oleh ketujuh orang anggota Komite Tetap mengumumkan agar buku itu dijadikan acuan dan dipelajari oleh seluruh pimpinan. Li Keqiang dalam pidatonya juga menyebutkan bahwa buku itu bisa memberikan sejumlah petunjuk dalam rangka melakukan reformasi di berbagai bidang, menekankan pada pembelajarannya yang perlu dilakukan oleh semua pejabat Tiongkok dan lain sebagainya.

Dunia luar umumnya beranggapan bahwa Xi dan Hu telah menjalin kesatuan politik yang sangat kuat untuk mensukseskan jalannya Kongres Keenam dan Sidang Paripurna ke 19, agar Xi Jinping bersama kabinetnya bisa terpilih kembali untuk memimpin Tiongkok melakukan reformasi di segala bidang, membersihkan korupsi dan fraksi Jiang Zemin yang selama ini mempengaruhi warna politik Tiongkok. Selain itu yang tidak kalah pentingnya yaitu untuk mengikis rumor yang mengatakan bahwa kedua pejabat tinggi Tiongkok itu tidak akur.

Daftar nama Petinggi Nasional Pilihan Sidang Paripurna ke 19 beredar di internet

Seorang sumber dengan memakai nama samaran ‘Kelompok Belajar’ yang mengaku memiliki hubungan dekat dengan media ‘Ren Min Re Bao’ edisi luar negeri pada 3 Oktober menuliskan dalam akun di microbloggingnya sejumlah nama dengan menggunakan inisial dari nama warga sebagai berikut : Xi, Li, Wangh, Hu, Wang, Li, Wang.

Microblogging tersebut kemudian diblokir. Wartawan senior Tiongkok Huang Jinqiu yang juga pernah bergabung dalam kelompok belajar mengatakan bahwa daftar nama itu mungkin didapatkan dari seorang yang menjadi kepercayaan calon anggota Komite Tetap periode berikutnya. Sesuai dengan tulisan yang diberikan itu, nama-nama dengan inisial marga itu sangat mungkin adalah Xi Jinping, Li Keqiang, Wang Qishan, Hu Chunhua, Wang Yang, Li Zhanshu  dan Wang Huning.

Yang pasti, tidak kelihatan lagi nama ketiga orang anggota Komite Tetap fraksi Jiang Zemin berada dalam daftar. Huang Jinqiu percaya bahwa itu adalah nama-nama yang masuk kabinet reformasinya Xi Jinping. Semoga dengan tidak adanya oposisi dalam kabinet yang mengganggu jalan, reformasi bisa berjalan lebih lancar. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular