Meskipun Beijing mendukung sanksi yang diberikan Dewan Keamanan PBB kepada Korea Utara, tetapi disinyalir masih ada sejumlah perusahaan Tiongkok berkelas lebih berat daripada Hongxiang Industri mengimpor bahan baku dari Korut.

Sebuah sumber mengatakan bahwa Hongxiang Industri hanyalah perusahaan berkelas menengah dibandingkan dengan sejumlah perusahaan yang berkelas lebih berat dalam hal hubungan dagang dengan rezim Kim Jong-un. Mereka-mereka itu juga termasuk yang harus ditangkap.

United Press International pada Rabu (5/10/2016) memberitakan, menyusul kejadian yang menimpa Hongxiang Industri, banyak perusahaan besar Tiongkok termasuk Wanxiang Group juga telah dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang berbisnis dengan melanggar sanksi PBB. Perusahaan itu mengimpor bahan mineral dari Korut dalam jumlah yang lebih besar daripada Hongxiang Industri.

Hongxiang Industri yang berlokasi di kota Dandong pada pekan lalu dituduh melanggar sanksi DK PBB karena berhubungan dagang dengan rezim Korut. Seorang sumber asal Korut di Tiongkok memberitahu Radio Free Asia bahwa dibandingkan dengan perusahaan Tiongkok lainnya yang bergerak dalam bidang mengimpor bahan mineral dari Korut, Hongxiang Industri itu hanya dapat dianggap sebagai perusahaan berkelas menengah.

Menurut sumber itu jika penangkapan dilakukan pemerintah Tiongkok terhadap perusahaan  yang melakukan hubungan dagang dengan rezim Kim Jong-un, maka sejumlah perusahaan Tiongkok yang berkelas lebih berat daripada Hongxiang itu juga sewajarnya yang termasuk.

Selain itu, ia menambahkan bahwa meskipun otoritas Beijing mengklaim akan mematuhi resolusi DK PBB dan menghentikan impor bahan mineral dari Korut, tetapi sejumlah perusahaan Tiongkok masih saja terus secara besar-besaran mengimpor bahan mineral dari Korut.

Sanksi pada kenyataannya memberikan lebih banyak kesempatan untuk meraih keuntungan kepada perusahaan Tiongkok termasuk Wanxiang Group, karena jumlah bahan yang mereka impor itu jauh lebih besar daripada Hongxiang Industri.

Artikel menyebutkan bahwa Wanxiang Group Tiongkok mengimpor bahan mineral dari pemasok tidak resmi di provinsi Yanggang, Korut. Selain itu, Wanxiang group juga telah menandatangani kontrak pembelian biji tembaga dari perusahaan pemasok utama di Korut yang bernama Hyesan Youth Mine dengan nasa berlakunya sampai 2016. Wanxiang Group juga telah terlibat dalam usaha bersama dengan perusahaan Korut Hyejung Mining Joint Venture Co.

Dari data yang tercatat di Kantor Bea Cukai Tiongkok diketahui, bahan mineral dan batubara yang diimpor dari Korut sejak Januari hingga Agustus tahun ini berjumlah lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah yang diimpor pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan itu diduga karena adanya penambahan perdagangan mineral dengan perusahaan Korut.

Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir untuk yang kelima kalinya pada 9 September, karena itu AS dan Tiongkok sedang bernegisiasi tentang upaya membatasi perdagangan dengan Korut. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular