Oleh: Lin Yan

Untuk pertama kalinya, pengamatan astronomi menemukan sebuah lubang hitam tidak berada di pusat galaksi, tapi “berkeliaran sendiri” di tepi galaksi. Hal ini membingungkan sekaligus membuat ilmuwan terkejut.

Dengan bantuan teleskop sinar-x, para ilmuwan menemukan sebuah lubang hitam raksasa di seputar galaksi GJ1417+52 (juga dikenal sebagai SDSS J141711.07+522540.8) yang terletak 4.5 miliar tahun cahaya dari bumi. Lubang hitam raksasa ini bernama XJ1417+52 dan memiliki massa 100 ribu kali lebih besar dari massa matahari. Sementara jangkauan radiasi sinar-x nya mencapai 3,13 juta tahun cahaya.

Di luar dugaan ilmuwan, lubang hitam raksasa ini tidak berada di pusat galaksi, nyaris menjauh dari galaksi dan “berkeliaran” di tepi galaksi.

Lubang hitam raksasa tersebut sepertinya sangat spesial, karena berada disisi luar sebuah galaksi. Sejauh ini, lubang hitam supermasif dan berukuran raksasa yang dipantau ilmuwan selalu berada di pusat galaksi posisinya, meskipun juga pernah menemukan beberapa lubang hitam yang “berkeliaran” di luar galaksi, namun, skalanya tidak dapat dibandingkan dengan lubang hitam raksasa ini, demikian dilansir dari Gizmodo.com10, Rabu (5/10/2016).

Ilustrasi lubang hitam: Akan memancarkan sinar-x, sinar gamma dan partikel energi tinggi lainnya ketika melahap materi. (HO / AFP)
Ilustrasi lubang hitam: Akan memancarkan sinar-x, sinar gamma dan partikel energi tinggi lainnya ketika melahap materi. (HO / AFP)

Para ilmuwan menduga, lubang hitam tersebut pernah berada di pusat galaksi, kemudian menjauh dari galaksi karena suatu kekuatan tertentu.

Para ilmuwan mendeteksi sejumlah besar sinar-x yang dipancarkan lubang hitam tersebut menggunakan Chandra X-ray Observatory dan XMM-Newton X-ray observatory, dan menganalisis posisi keberadan lubang hitam tersebut sebagai “sumber sinar-x super terang”, atau 10 kali lebih terang dari lubang hitam yang “berkeliaran”pada umumnya.

Atas dasar fenomena benda langit yang aneh seperti ini, ilmuwan memperkirakan bahwa galaksi kita mungkin berisi ratusan lubang hitam raksasa serupa yang belum ditemukan, namun, volume mereka mungkin tidak sebesar XJ1417 + 52.

Sebenarnya, para ilmuwan juga tidak dapat menjelaskan secara memuaskan mengapa lubang hitam (terutama lubang hitam supermasif dan berukuran raksasa) hampir semua muncul di pusat galaksi, bukan di tempat lain. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular