Bagi banyak orang yang pernah kehilangan satu atau beberapa gigi, implan gigi adalah pilihan terbaik untuk gigi palsu karena mereka terasa seperti gigi alami dan tidak busuk.

Tetapi memiliki implan gigi membuat Anda harus rutin membersihan dan memelihara implan gigi sebagai langkah pencegahan, kata Dr. John Lanzetta, seorang ahli periodontologi di Madison Avenue Periodontics yang mengkhususkan diri dalam operasi laser gigi.

Menurut Dr. John Lanzetta, beberapa orang yang memiliki implan gigi keliru berpikir bahwa implan tahan terhadap serangan penyakit, sehingga mereka tidak perlu menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan menggunakan benang secara rajin.

Jika Anda tidak merawat gigi dengan baik, maka dapat menderita jenis infeksi yang unik untuk implan gigi, yaitu: peri-implantitis.

Peri-implantitis, mirip dengan penyakit gusi (periodontitis), yang disebabkan oleh jenis bakteri yang memenuhi permukaan implan gigi.

“Bakteri ini adalah spesies organisme yang sedikit berbeda, tetapi mengakibatkan dampak yang sama,” kata Dr. Matthew Neary, yang juga mengkhususkan diri dalam operasi laser gigi.

Bakteri ini menghancurkan jaringan tulang dan gusi sekitar implan gigi, dan dapat menyebabkan tulang untuk bergeser diri dari gigi implan.

Setelah implan  terpapar dengan bakteri, maka benang sekrup implan  lebih sulit untuk dibersihkan dari gigi alami.

“Bakteri menyukai celah-celah,” katanya.

Menurut penelitian yang diterbitkan yang telah mengkaji oleh Dr. Neary, perokok paling rentan terhadap kegagalan implan gigi, walaupun sudah menyikat implan gigi secara teratur. Tetapi perokok bukan satu-satunya yang berisiko mengalami kegagalan implan gigi.

Penderita diabetes, penyalahguna zat, dan osteoporosis harus menyikat gigi secara teratur dan setiap tiga sampai empat bulan membersihkan gigi pada dokter gigi, kata Dr. Chris Chondrogiannis, anggota tim periodontis di Madison Avenue Periodontics.

“Kegagalan implan gigi berarti implan gigi terlalu longgar dan harus diangkat,” kata Dr. Chris Chondrogiannis.

Tetapi tidak setiap implan gigi yang mengalami infeksi harus berakhir dengan kegagalan.

Ketika implan gigi mengalami infeksi, prosedur dekontaminasi dengan menggunakan laser dapat membersihkannya. Tim di Madison Avenue Periodontics merawat implan gigi yang mengalami infeksi dengan prosedur LAPIP (prosedur peri-implantitis yang dibantu dengan laser).

Perawatan LAPIP memanfaatkan PerioLase MVP-7 yang secara selektif membunuh bakteri penyebab penyakit, serta mengangkat jaringan gusi yang terinfeksi dan tidak mengangkat jaringan gusi yang masih sehat secara utuh.

Selain itu, bekuan darah panas yang dihasilkan oleh laser berkemampuan merangsang perbaikan tulang dengan memanfaatkan tulang dari tubuh si pasien sendiri dan faktor regenerasi jaringan lunak. Tidak ada sayatan, tidak ada jahitan, tidak ada bahan cangkok atau faktor pertumbuhan eksternal digunakan, dan sedikit atau tidak ada ketidaknyamanan pasca operasi.

Selama sekitar 40 tahun, standar emas untuk regenerasi tulang adalah melalui operasi konvensional cangkok tulang, faktor pertumbuhan, dan bahan biologi lainnya. Risikonya meliputi pembengkakan, pendarahan, dan cukup nyeri pasca operasi.

Laser ini memiliki panjang gelombang yang sangat efektif untuk mengobati penyakit gusi. Awal mulanya laser ini disetujui FDA (BPOM- nya Amerika Serikat) untuk memperbaiki jaringan lunak, namun pada bulan Maret 2016, FDA juga mengakui kemampuan PerioLase untuk membantu regenerasi tulang.

FDA sangat ketat terhadap masalah regenerasi, menurut Dr. Chris Chondrogiannis.

Untuk memenuhi standar FDA, laser harus mampu membantu regenerasi tulang sehingga menempel ke implan gigi.

Dengan perawatan laser untuk peri-implantitis, pasien hanya sedikit menghabiskan waktu duduk di kursi dokter gigi dan memiliki waktu pemulihan yang lebih pendek, lebih sedikit tindak lanjut pada kunjungan berikutnya, dan sangat sedikit merasakan ketidaknyamanan.

Karena manfaatnya sangat bagus, orang beranggapan LAPIP jauh lebih mahal daripada operasi konvensional.

” LAPIP jauh lebih murah karena kami tidak perlu menggunakan bio-bahan yang mahal,” kata Dr. John Lanzetta, mengacu pada cangkok tulang dan faktor pertumbuhan lain yang digunakan untuk regenerasi tulang pada operasi konvensional.

Selain itu, pasien dengan penyakit kronis tidak harus berhenti minum obat. Misalnya, pasien penyakit jantung yang minum obat pengencer darah seperti Coumadin,

Plavix, dan Xarelto mungkin harus berhenti minum obat saat menjalani operasi konvensional, untuk mengurangi risiko meningkat perdarahan. Atau mereka tidak boleh menjalani operasi tersebut.

Prosedur LAPIP memungkinkan pasien untuk tetap minum obat yang sedang dikonsumsinya karena laser menciptakan bekuan darah yang stabil, kata Dr. Chris Chondrogiannis.

Pertahanan terbaik terhadap infeksi adalah membersihkan mulut dengan baik dan memeriksakan gigi secara teratur kepada dokter gigi. Penting untuk mengunjungi ahli periodontologi jika gusi berdarah saat menyikat gigi.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular