Oleh: Lin Yan

Rusia mengadakan latihan perang nuklir skala nasional yang diikuti 40 juta rakyat sipil

Komandan militer AS, Selasa (4/10/2016) mengatakan, bahwa dalam waktu dekat, konflik perang akan sangat mematikan dan cepat. Sehubungan dengan ini, Gedung Putih akan “mempersiapkan diri dalam skala konvensional menghadapi konflik kekerasan yang belum pernah dihadapi pasukan Amerika Serikat sejak Peang Korea.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat AS mengatakan, bahwa perang seperti ini hampir pasti akan meletus.

Selasa (4/10/2016) lalu, Mayor Jenderal AS William Hix memperingatkan, bahwa munculnya sistem senjata otomatis dan kecerdasan buatan, akan mempercepat konflik di masa depan, demikian dilansir dari laman Defense One, Rabu, (5/10/2016).

“Dalam waktu dekat, konflik konvensional (jika terjadi), akan sangat mematikan dan cepat, dan kita tidak memiliki stopwatch,” pungkas Mayjen Hix dalam pertemuan tahunan Association of the U.S. Army in Washington, AS.

Mayjen William Hix menggambarkan pandangannya tentang perang di masa depan.

“Cepatnya perkembangan peristiwa kemungkinan akan membuat kita kewalahan,” katanya.

Sementara itu, pesatnya jumlah armada militer Tiongkok dan Rusia semakin akan berdampak buruk. Untuk itu pihak Gedung Putih akan mempersiapkan diri dalam skala konvensional menghadapi konflik kekerasan yang belum pernah dihadapi pasukan Amerika Serikat sejak Peang Korea.

“Konflik di masa depan akan sangat mematikan dan cepat dengan perang antara kedua negara yang kuat. Dan itu hampir pasti, kita bahkan mungkin tidak bisa mengendalikannya,” kata Mayjen Wiliam Hix.

Kemungkinan didukung perkembangan teknologi militer yang semakin canggih, sehingga negara-negara akan menggunakan senjata pintar. Ia mengatakan, saat ini Tiongkok dan Rusia sedang membangun sebuah pasukan besar yang semakin mengandalkan teknologi yang sangat canggih.

Letjen Joseph Anderson, petinggi militer AS mengatakan, Amerika Serikat menghadapi ancaman dari negara modern yang suka bersaing dalam militer. Dia bertanya, siapa? Rusia?”

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mark Milley mengatakan ancaman itu hampir pasti dan tentara AS harus bersedia untuk terlibat dalam perang cyber dan siap untuk bertarung di perkotaan yang kompleks.

Rusia meluncurkan latihan militer

Selasa (4/10/2016) lalu, Rusia mengadakan latihan perang nuklir skala nasional, untuk memastikan persiapan yang ideal jika diserang.

Latihan militer akan berlangsung selama tiga hari, pertahanan sipil federasi Rusia dan departemen penanganan situasi darurat Rusia (EMERCOM), mengatakan akan melibatkan 200.000 personel darurat dan 40 juta warga sipil untuk memverifikasi apakah Rusia sudah siap menghadapi perang nuklir atau serangan kimia di masa depan.

Sekadar catatan, Rusia memiliki cadangan terbesar senjata nuklir di dunia sebesar 8.400 hulu ledak, diikuti Amerika Serikat sebanyak  7.500 hulu ledak. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular