Ini adalah legenda di Roma kuno. Pada zaman Tiberius, ada seorang budak dari Afrika bernama Androcles, ia melarikan diri dari majikan brutal ke sebuah gua, bertemu dengan seekor singa yang kakinya luka parah dan sedang mengaum kesakitan karena sebuah duri panjang menancap di kuku kaki singa. Dengan bantuan Androcles, duri itu dicabut dan diobati.

Kemudian, orang-orang majikannya mengejar masuk ke hutan dan menemukan Androcles. Sesuai dengan hukum yang berlaku, budak pelarian harus dihukum berduel dengan binatang buas, akhirnya majikan Androcles melemparkannya masuk ke dalam arena koloseum untuk bertarung menghadapi singa menjadi tontonan kaisar. Tapi untungnya, binatang buas yang dihadapi Androcles adalah singa yang diobatinya, singa tidak hanya tidak memangsanya, juga menjilat dan menciumnya bagaikan seekor anjing jinak. Kaisar terperangah, dan meminta Androcles bercerita, setelah mendengar kisah Androcles, kaisar sangat kagum, akhirnya menitahkan agar Androcles dan singa dibebaskan.

Legenda ini, karena sudah lama sekali, sehingga telah menjadi mitos Romawi kuno, tetapi di zaman modern juga dapat menemukan beberapa cerita yang sama. Dikatakan bahwa ada seorang Amerika dari kecil sudah bercita-cita menjadi pelaut , dia merindukan dunia luar. Rencananya dia akan berkeliling di seluruh dunia kemudian balik kembali melanjutkan kuliahnya. Meskipun kondisi ekonomi keluarga mengizinkan, tapi orang tuanya tidak dengan uang memanjakannya. Setelah dia lulus SMA, ia pergi ke Alaska bekerja sebagai penebang kayu untuk menabung uang. Dia setiap hari harus bekerja enam belas jam, gaji penebangan kayu semusim memungkinkan dia untuk melakukan perjalanan mengeliling seluruh dunia selama 3 musim.

Pada suatu hari ketika sedang bekerja, dia dan teman-temannya mendengar suara lolongan serigala di pegunungan, setelah mencari arah suara disekitarnya dan menemukan seekor induk serigala kakinya terperangkap oleh perangkap binatang dan menjerit dalam penderitaan yang menyakitkan.

Dia juga menemukan bahwa serigala masih menetes air susu, pasti ada anak srigala yang menunggu untuk disusui, dia bermaksud melepaskan perangkap serigala, tetapi induk serigala sangat ganas, sehingga dia tidak bisa mendekat. Jadi dia dan teman-temannya mencari anak serigala disekitar situ, mereka membawa anak serigala ke dekat induknya, agar tidak mati kelaparan. Dalam rangka mempertahankan kehidupan induk serigala, dia membagi makanan mereka kepada induk srigala. Karena induk serigala terperangkap, tidak berdaya mempertahankan diri, di malam hari dia mendirikan kamp dekat induk srigala untuk melindunginya, melindungi keluarga serigala ini.

Menunggu beberapa hari, dia akhirnya mendapatkan kepercayaan dari induk serigala, dia mendekati induk serigala dan melepaskan perangkapnya, dan memberi dan membungkus kakinya dengan obat. Induk serigala, menjilat tangannya, membawa anaknya pergi. Setelah kepergian mereka, dia duduk di atas batu berpikir, jika seseorang dapat membuat serigala yang ganas menjilat tangannya, menjadi temannya, apakah tidak bisa membiarkan orang lain untuk meletakkan permusuhan untuk menjadi teman?

Dia mendapat inspirasi dari kejadian ini, setiap saat akan menebarkan kebaikan dan ketulusan kepada orang lain, pasti dapat menyelesaikan hal yang tak terduga, dengan ketulusan akan mendapatkan balasan yang baik. Pengalaman ini menjadi sumber manfaat yang tak habis-habis baginya. Karena dia sering berpikir untuk membantu orang lain, tidak peduli tentang keuntungan dan kerugian, kebaikannya telah membawa berkah bagi kehidupannya. Dia masuk kuliah dan bekerja seusai tamat pendidikannya, karirnya menanjak karena sifat-sifat dan perbuatan baiknya.

Kedua cerita, meskipun waktu yang berbeda dan tempat di kutub terpisah, tetapi memiliki sisi yang sama. Androcles ketika mengalami perlakuan brutal, dalam kesulitan, dia dapat prihatin kepada penderitaan pihak lain dan mengungkapkan kasih dan sayang, meskipun pihak lain itu adalah seekor binatang, dengan segala kemampuannya untuk membantu meringankan rasa sakitnya. Sedikit dari niat baik ini, di jalan kehidupan yang panjang ini, mungkin hanya sekilas niat yang terpancar. Tetapi dalam perjalanan nasib, tampaknya meninggalkan seberkas cahaya, dia bisa menempatkan diri dan setiap saat memikirkan kepentingan orang lain, sifat yang unik ini akan membawa berkah bagi yang memilikinya, membantu orang lain adalah membantu diri sendiri dapat menyingkirkan nasib yang buruk, dan mendapatkan kebebasan hati nurani. (Epoch Times/Hui)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular